Tampilkan postingan dengan label Brunei. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Brunei. Tampilkan semua postingan

Rabu, 15 Mei 2013

Fakta Unik Tentang Negara Brunei Darussalam

  • Brunei Darussalam adalah salah satu negara terkecil di dunia dengan luas wilayah hanya mencapai 5.765 km².

  • Wilayah Brunei dibagi menjadi empat distrik (daerah), yaitu : Belait, Tutong,  Muara serta Temburong. Keempat distrik tersebut dibagi lagi menjadi 38 mukim (desa/kelurahan). Uniknya Distrik Temburong letaknya terpisah dengan tiga distrik lainnya dan dipisahkan oleh wilayah Negara Bagian Sarawak, Malaysia. Jadi, bila Anda ingin berkunjung ke Distrik Tutong dari Bandar Seri Begawan (Distrik Brunei dan Muara) via darat, Anda harus membawa paspor, karena Anda akan keluar dari wilayah Negara Brunei Darussalam kemudian masuk ke wilayah Negara Malaysia (Negara Bagian Sarawak) dan kemudian masuk ke wilayah negara Brunei Darussalam lagi. Bila Anda berkunjung ke Distrik Tutong via laut, Anda tidak perlu membawa paspor karena tidak melewati perbatasan negara Brunei Darussalam dan Malaysia, jadi tidak ada pemeriksaan paspor.
3 Kota utama di Brunei : Muara (dengan Bandar Seri Begawan nya), Kuala Belait dan Bandar Tutong
  • Brunei Darussalam yang beribukota di Bandar Seri Begawan memiliki moto “Sentiasa membuat kebajikan dengan petunjuk Allah” dan lagu kebangsaan “Allah Peliharakan Sultan.” 
  • Nama Brunei Darussalam mempunyai arti Negeri Kedamaian (Abode of Peace).
Welcome to Brunei, Abode of Peace
  • Hari kemerdekaan Brunei Darussalam adalah 1 Januari 1984.
  • Brunei Darussalam merupakan negara yang berbentuk kerajaan monarki Islam dengan raja sekaligus perdana menterinya Sultan Haji Hassanal Bolkiah, yang mulai menjabat sebagai perdana menteri sejak tanggal 1 Januari 1984 sampai sekarang.
  • Sultan Haji Hassanal Bolkiah dinobatkan sebagai Sultan Brunei yang ke-29 pada tanggal 4 Oktober 1967 dengan gelar sangat panjang, yaitu Sultan Haji Hassanal Bolkiah Mu'Izzaddin Waddaulah Ibni Al-Marhum Sultan Haji Omar 'Ali Saifuddien Sa'adul Khairi Waddien, Sultan dan Yang Di-Pertuan Negara Brunei Darussalam.
Istana Nurul Iman yang berkubah emas (dilihat dari RIPAS Hospital)
  • Tempat kediaman resmi Sultan Haji Hassanal Bolkiah adalah di Istana Nurul Iman yang merupakan istana terbesar kedua di dunia setelah Forbidden City Beijing, Cina, dengan 3.400 kamar, 290 kamar mandi, dan luas lantai 200.000 m².
  • Sultan Haji Hassanal Bolkiah merupakan sosok pemimpin/raja yang sangat dicintai dan dihormati rakyatnya. Nama beliau diabadikan menjadi nama berbagai tempat di Brunei Darussalam, antara lain : nama jalan, masjid, stadion, dan yayasan. Foto Sultan Haji Hassanal Bolkiah juga terdapat di seluruh pecahan uang kertas Brunei Darussalam.
  • Dolar Brunei (BND) Pacahan $50, $100 dan $500
  • Jumlah penduduk Brunei Darussalam sampai dengan Juli 2011 hanya mencapai 401,890 jiwa.
  • Mata uang Brunei Darussalam adalah Dolar Brunei (BRUNEI DARUSSALAM) dengan lambing $, tetapi Warga Brunei menyebutnya Ringgit. Di lembar uang kertas Brunei pun tercantum dua nama, di bagian depan tertulis nilai mata uang dalam ringgit sedangkan di bagian belakang tertulis nilai mata uang dalam dolar, misalnya Satu Ringgit atau One Dollar.
Dolar Brunei (BND) Pecahan $1, $5, $10, $100 dan uang logam sen
  • Nilai Dolar Brunei (BND) disamakan dengan Dolar Singapura (SGD).  Jadi, Dolar Singapura bisa digunakan untuk belanja di Brunei Darussalam, tanpa harus menukar ke Dolar Brunei. Bila Anda berbelanja dengan uang yang tidak pas, Anda mungkin akan menerima uang kembalian dalam bentuk Dolar Brunei ataupun Dolar Singapura.
Ambuyat, Makanan khas Brunei yang terbuat dari sagu (mirip papeda di Maluku)
  • Meskipun kecil ukurannya, Brunei Darussalam termasuk salah satu negara terkaya di dunia berkat cadangan minyak dan gas bumi yang melimpah. Pendapatan per kapita Brunei Darussalam mencapai $ 36,583
  • Bus kota di Bandar Seri Begawan adalah kendaraan semacam van berwarna ungu, dengan biaya yang cukup murah, jauh dekat hanya BND 1. Bus ini beroperasi dari pukul 06.30 sampai dengan pukul 18.00.
  • Semua nama tempat, gedung, jalan, dan petunjuk arah di Brunei Darussalam ditulis dalam dua huruf, Latin dan Jawi (Arab gundul), bahkan untuk nama yang berasal dari bahasa asing (Inggris) sekalipun, misalnya KFC, Pizza Hut, Robert, Elizabeth, dan lain-lain.
KFC ala Brunei dengan tulisan Jawi nya

Related Articles :
Brunei Cuisine : AmbuyatNasi Katok

Sabtu, 20 April 2013

Tutong, Brunei : Taman Seri Warisan Emas


Taman Seri Warisan Emas adalah nama sebuah taman yang terletak di tengah kota Tutong. Letaknya memang cukup strategis yaitu diantara Kawasan Bukit Bendera dan Dewan Seri Kenangan, namun kadang terlewatkan karena sedikit masuk dari tepi jalan. Taman ini merupakan salah satu landmark dari kota Tutong selain "Keris Monument" di Batu Bendera.

Keris Monument, Tutong yang terletak di depan gedung RTB  Brunei
Taman ini dibangun pada tahun 2006 sebagai persembahan ulang tahun Sultan Hassanal Bolkiah yang ke 60 dari penduduk Tutong. Namun walaupun masih tergolong baru, taman ini nampak kurang terawat. Walaupun demikian yaaa masih cukup bagus untuk dijadikan tempat untuk berfoto di Tutong.

arca di Taman Seri Warisan Emas, Tutong, Brunei Darussalam
Monumen di Taman Seri Warisan Emas, Tutong, Brunei Darussalam
Monumen yang terdapat di taman ini memiliki makna tersendiri.
Sebuah Globe dangan menonjolkan peta Negara Bagian Tutong dikelilingi angka "60" melambangkan Negara Brunei Darussalam yang aman, makmur di bawah perlindungan dan senantiasa berkidmat pada Allah. Angka 60 menunjukan maksud pendirian monumen ini sebagai peringatan ulang tahun Sultan yang ke-60.

Satu set alat musik "Gulingtangan" (Gamelan dalam bahasa Indonesia) melambangkan kekayaan khazanah seni budaya rakyat yang menggambarkan keelokan dan kehalusan budaya Brunei

Replika Beduk, Tekiding, Lasok dan Nyiru di Taman Seri Warisan Emas; Tutong - Brunei Darussalam
Di bagian belakang terdapat replika "Beduk" yang menjadi perlambang hubungan rakyat dalam perkembangan syiar agama Islam di masa lampau. Terdapat juga replika "Tekiding", "Lasok" dan "Nyiru" yang menunjukan kekayaan seni kerajinan tangan yang sekaligus berguna untuk mengolah padi sebagaimata pencaharian utama masyarakat yang menunjang kemantapan ekonomi negara.



Tutong brunei
Fotoku di Tutong, Brunei Darussalam, Januari-Februari 2012
Related Articles :

Selasa, 02 April 2013

South East Asia Noodles

Inilah beragam jenis hidangan berbahan dasar mie yang berasal dari Asia Tenggara yang pernah mampir di perutku.


Curry Noodle ala Penang Malaysia, enak nih yang ini
Pad Thai, dari namanya sudah ketahuan darimana asalnya
Thailand : Sukothai Style Noodle Soup with BBQ Pork
"Pho", Bakalan sering ketemu kalau kita ke Vietnam
Mee Mamak ala Brunei, rasanya legit asam manis dan lezat
Kolo Mee ala Brunei, seingatku rasanya cukup standar
Dari Kamboja Mie Instant ala Kamboja hahaha, Sori kayaknya nggak makan Mie pas di Kamboja
Laos style noodle. Mie nya pipih ala kuetiau tapi lebih lembut dan kuahnya ber terasi
Mie Ala Laos lainnya yang kumakan di Donsao Island, Golden Triangle
Mie Kepiting ala Pontianak, Yummy
Semangkuk Mie Kepiting khas Pontianak yang rasanya superrr
Laksa Bogor with Rice Noodle
Mie Cakalang ala Manado, paling pas dimakan pakai sambal Ikan Roa... rasanya mantap banget
Mie Ongklok ala Wonosobo-Dieng. Rasanya manis dengan kuah kental dan pas dimakan dengan sate
Mie Aceh dengan kuah kambing dan rempah dan cukup menyengat
Mie Kangkung ala Jakarta dengan  kuah kental yang manis. Varian lain mie yang patut dicoba
Tak pernah ada yang salah saat menyantap semangkuk Mie Ayam Jamur ala Bangka, Salah satu favoritku
Cui Mie Malang yang rasanya MANTAP abis
Singaporean Laksa, Yummy

Asam Laksa ala Penang dan Ais Kachang (alias Es Kacang)
Fried Wonton Noodles and Soup Wonton Noodles ala Penang, Malaysia
The legend one of Penang Cuisine : Char Koay Teow
Hokkien Noodle ala Penang
Bersama Mie Kari ala Penang dan segelas teh tarik.  Mak nyuss!


Related Articles :
Brunei Cuisines : Ambuyat, Nasi Katok
Indonesia Cuisines : Manado Cuisine, Kawok, Ayam Betutu, Papeda
Thailand Cuisines : Bangkok Street Food, Khao Neeo Mamuang
Vietnam Cuisines : Nom Bo Kho and Pho
My South East Asia Tour on February 2012 (BruneiIndonesiaSingaporeThailandVietnamKambojaMalaysia)

Rabu, 22 Februari 2012

Aerial Photography Part 5 : Bandar Seri Begawan

Kampung Ayer dan Sungai Brunei

Bandar Seri Begawan adalah ibukota negara Brunei Darussalam.
Aku sempat tertipu dengan embel-embel "ibukota negara" pada namanya, karena kenyataannya kota ini tidak terlalu besar dan hanya memiliki populasi penduduk sekitar 140.000 jiwa (tahun 2010). 

Jika dilihat dari ketingian, maka pemandangan kota ini akan didominasi oleh sungai Brunei yang membelah kota ini. Di sungai ini pula kita dapat menyaksikan perkampungan padat yang terapung di tengah aliran Sungai Brunei yang disebut Kampung Ayer (Kampung Air). Perkampungan tersebut cukup besar dan mencakup 42 desa dengan lebih dari 30.000 penduduk. Dengan julukan "the Venice from the East" menjadikan Kampung Ayer menjadi salah satu objek wisata  yang sering ditawarkan saat kita berkunjung ke Brunei.

Objek yang mudah ditangkap mata lainnya adalah kubah-kubah emas yang berkilauan. Ada 2 mesjid terkenal di Brunei yang memiliki kubah yang terbuat dari emas, yaitu: Mesjid Omar Ali Saiffudin dan Mesjid Jami'asr Hassanil Bolkiah.

Bandar Seri Begawan, Kampung Ayer dan Sungai Brunei

2 Mesjid Berkubah Emas di BSB : Mesjid Jame'asr di bagian bawah dan Mesjid Omar Ali beserta kolam nya di bagian atas

Kampung Ayer dilihat dari RIPAS Hospital BSB

Rabu, 01 Februari 2012

Chinese New Year Atmosphere in Brunei


Tahun ini aku merayakan Imlek di luar negeri untuk pertama kalinya. Sebenarnya ini hanya kebetulan dan andaikan bisa memilih, tentu aku memilih untuk merayakannya dengan berkumpul bersama keluargaku di Cirebon. Namun beberapa gambaran tentang suramnya perayaan Imlek di Brunei perlahan lenyap. Penyebabnya adalah : saat ini aku bekerja di proyek survey migas yang kebetulan kliennya berasal dari China. Brunei walau terkenal sebagai "Negara Islam Beraja" juga memiliki populasi warga Tionghoa yang cukup besar. Bahkan kita dapat jumpai cukup banyak warga Tionghoa telah melakukan perkawinan campur dengan penduduk lokal.

Suasana Imlek mulai terasa saat dekorasi merah khas Imlek mulai menghias basecamp kami di Kampung Kupang, Distrik Tutong. Lampion berbentuk nanas mulai tergantung di langit-langit ruang makan, teras dan setiap penjuru basecamp kami.

Pertunjukan tarian barongsai (lion dance) juga cukup menarik perhatian kami karena bisingnya suara petasan berantai yang tak pernah putus meledak sepanjang tarian barongsai tersebut (masalahnya tariannya bukan dalam waktu 1-2 menit, melainkan kurang lebih setengah jam, sehingga bisa dibayangkan berapa renteng petasan yang dibakar agar selalu terdengar bunyi ledakan saat sang singa menari).

Beberapa sudut kota Bandar Seri Begawan tak luput pula dari dekorasi berwarna merah dan emas yang melambangkan keberuntungan dan kebahagiaan. Lampion dan hiasan tersebut beberapa diantaranya terlalu sedap dipandang mata sehinggan menarik warga untuk berfoto di sana. Dan termasuk aku juga! 

Gong Xi Fa Cai, Hope you have a prosperous, happy and lucky year ahead !

@ Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam

Memasang petasan susun ala imlek 

Xin Nien Kuai Le

Lion Dance

in Action

Petasan plus Lion Dance

Chinese New Year Atmosphere in Brunei
Related articles :
Gong Xi Fa Cai 2012
Journey to Brunei
Cap Go Meh Made in Singkawang
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...