Tampilkan postingan dengan label Bangkok. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bangkok. Tampilkan semua postingan

Minggu, 07 Juli 2013

Gereja Portugis di Tepi Sungai Chao Phraya, Bangkok

Santa Cruz Church in the Bank of Chao Phraya River, Bangkok

Chao Phraya adalah nama sungai besar yang melintas di Bangkok. Sungai ini memisahkan Bangkok dari Thon Buri yang berada di sisi yang bersebrangan. Thon Buri pernah menjadi ibukota Siam  pada kepemimpinan Raja Taksin (1767-1782) sebelum akhirnya dipindahkan ke Bangkok oleh King Rama I pada tahun 1782.

Bangkok adalah salah satu kota yang berhasil menerapkan riverfront city. Sungai di Bangkok tidak dianggap sebagai halaman belakang tempat pembuangan limbah, namun justru lebih berfungsi sebagai etalase. Angkutan sungai yang cukup memadai dan banyaknya bangunan yang menghadap sungai (dibanding membelakanginya) menjadikan perjalanan menyusuri Sungai Chao Phraya menjadi salah satu daya tarik saat mengunjungi Bangkok.

Dari beberapa bangunan kuil indah yang terdapat di tepi Sungai Chao Phraya, ada beberapa bangunan yang tampil berbeda dengan desain khas Eropa yang berkubah atau bermenara runcing. Dan memang, dua bangunan tersebut adalah gereja peninggalan Portugis yang pernah berpengaruh di Thailand.

Gereja-gereja tersebut adalah Santa Cruz Church dan Holy Rosary Church

Gereja Santa Cruz (Santa Cruz Church / โบสถ์ซานตาครูซ)

Gereja Santa Cruz, Bangkok
Gereja Santa Cruz, Bangkok
Hubungan antara Siam dan Portugis bermula saat penyerangan Burma yang memaksa Siam kehilangan ibukotanya di Ayutthaya. Raja Taksin kemudian memerintahkan untuk memindahkan ibukota ke Thon Buri. Pada saat itu Bangsa Portugis menawarkan bantuan kepada Kerajaan Siam untuk memberi bantuan militer untuk mengusir Burma dari Kerajaan Siam.

Sebagai pengakuan atas kerjasama tersebut, Raja Taksin memberikan sebidang tanah di Thon Buri untuk mendirikan Gereja. Gereja tersebut dibangun sebagai tempat ibadah bagi pedagang Portugis di Ayutthaya yang terpaksa hijrah ke Thon Buri akibat penyerangan Burma. Itulah awal pendirian Gereja Santa Cruz yang selesai dibangun pada tanggal 25 Mei 1770 yang awalnya merupakan bangunan kayu.

65 tahun kemudian gereja kayu tersebut dirombak dan dibangun ulang. Bangunan yang baru tersebut bergaya sedikit oriental sehingga penduduk lokal mulai menamainya dengan "Kudi Jeen/Kudichin Church" (Gereja China). Bahkan hingga saat ini bangunan ini kadang dipanggil dengan nama Wat Kudi Jeen (Wat = Kuil/Shrine dalam bahasa Thai).

Pada tahun 1916 gereja mengalami perombakan ulang dan bertahan hingga saat ini. Bangunan yang baru dibangun bergaya Italia oleh arsitek yang memang berasal dari Italia. Tampilan baru gereja ini nampak cantik dengan kubah bersegi delapan, dindingnya yang dilengkapi kaca patri dan warna bangunannya yang merah kecoklatan.

Berhentilah di dermaga (pier) Tha Ratchini jika anda ingin mengunjungi gereja ini dari tepi sungai Chao Phraya. Dari pier Tha Ratchini akan ada feri dengan rute menyebrang sungai yang akan mengantar anda tiba di Pier Tha Kudi Jeen dengan biaya yang sangat murah.


Gereja Holy Rosary (Holy Rosary Church / หรือวัดแม่พระลูกประคำ)

Gereja Holy Rosary, Bangkok
Gereja Holy Rosary, Bangkok
Berbeda dengan Gereja Santa Cruz yang didirikan di Thon Buri, Gereja Holy Rosary dibangun di Bangkok pada tahun 1786. Empat tahun setelah pemindahan ibukota dari Thon Buri ke Bangkok. Gereja ini dibangun di atas tanah yang dihadiahkan oleh King Rama I kepada bangsa Portugis.

Latar belakang pembangunan gereja ini juga akibat masuknya misionaris dari Perancis di gereja Santa Cruz yang membuat kaum Portugis merasa perlu membangun gereja lainnya sehingga dibangunlah Gereja Holy Rosary di Samphanthawong, di sebelah selatan Chinatown.

Jika Gereja Santa Cruz dinamai Wat Kudi Jeen oleh penduduk lokal, maka Gereja Holy Rosary terkenal sebagai Wat Kalawan. Nama tersebut berasal dari kata Calvary (nama bukit tempat Yesus disalib) yang kemudian berubah menjadi Kalawar dan akhirnya Kalawan.

Gereja ini sempat terbengkalai seiring menghilangnya komunitas Portugis di kota Bangkok, namun pengungsi Katolik dari Vietnam dan Kamboja memanfaatkannya sebagai tempat ibadah saat terjadinya Perang Indochina.

Gereja ini juga telah mengalami beberapa renovasi total, dan bangunan yang berdiri sekarang dibangun pada tahun 1891 - 1898. Bangunan yang sekarang berdiri megah berwarna krem dengan  menara tunggal berkubah runcing dengan Patung Bunda Maria berdiri tegak di atas kubah pintu masuk. Letaknya di tepi Sungai Chao Phraya, mudah dijangkau dan tak jauh dari pusat perbelanjaan River City dan Yaowarat/China Town

Gereja Holy Rosary
Gereja Holy Rosary

Related Articles :

Kamis, 21 Maret 2013

Phuket, Bangkok atau Chiang Mai?



Phuket, Bangkok dan Chiang Mai adalah 3 magnet wisata yang dimiliki Negeri Gajah Putih, Thailand. 3 pusat wisata ini memiliki karakteristik dan daya tariknya masing-masing. Saya akan memberi sedikit perbandingan pada postingan kali ini agar kita mendapat gambaran kira-kira apa yang akan anda temui  di masing-masing kota tersebut sehingga tidak salah pilih tempat wisata.

Phuket ("Pearl of Andaman")
Phuket merupakan nama pulau terbesar yang terletak di Thailand Selatan. Phuket berbatasan dengan Provinsi Krabi dan Pha Nga yang ketiganya menawarkan keindahan pantai, pulau dan teluk-teluk yang mempesona. Kota Phuket, Patong Area, Phi Phi Islands dan Pha Nga Bay merupakan primadona wisata di area ini.

Bangkok ("City of Angels")
Merupakan ibukota Thailand dan terkenal sebagai salah satu surga belanja di Asia. Terkenal dengan  komplek Grand Palace dan Dusit yang mempesona. Serta beberapa Wat (temple) yang indah dan ornamentalis. Jika anda tergila-gila belanja, maka Chatuchak Weekend Market dan kompleks perbelanjaan dan mall di Siam Area mungkin bisa menjadi pemuas dahaga. 
Area Khao San, Patpong (dan kota Pattaya) menawarkan hiburan malam dan show-show khusus dewasa yang merupakan sisi lain dari Bangkok

Chiang Mai ("Rose from the North")
Terletak di Utara Thailand, merupakan kota budaya dan sejarah dan ibukota dari Ancient Kingdom of Lanna. Pusat kotanya terletak di kompleks "Old City" berbentuk persegi dengan sisi sepanjang 1,6km yang dibatasi oleh tembok dan parit. Memiliki Wat yang indah dan citarasa tradisional yang kental. Chiang Mai juga cocok untuk anda yang menikmati kegiatan outdoor, mengunjungi hilltribe villages atau meraih "Golden Triangle" yang terkenal sebagai area penghasil opium.


Setelah berkenalan sekilas, saya akan memberikan beberapa indikator perbandingan bagi ketiganya :

For Food Lover (Bangkok & Chiang Mai > Phuket)
Chiang Mai dan Bangkok merupakan pilihan tepat untuk menikmati citarasa kuliner Thailand yang spicy and little bit sour. Deretan pedagang di Night Market bisa menjadi etalase bagi anda penikmat kuliner.
Di Chiang Mai kita bisa mencoba Khantoke Dinner yaitu makan malam lesehan dengan menu khas disertai menonton pertunjukan tari-tarian. Bagi para food lover baca juga postinganku lainnya tentang Street Food ala Bangkok.
Sebenarnya baik di Phuket, Bangkok maupun Chiang Mai kita akan dengan mudah menemui makanan khas Thailand. Namun banyaknya Pasar Malam di Chiang Mai dan Bangkok menjadi nilai plus karena kita bisa menemukan berbagai jenis makanan di satu spot.
Khao Neeo Mamuang alias ketan mangga adalah dessert khas Thailand yang paling aku suka.

Khao Neeo Mamuang alias Ketan Mangga selalu manjadi jajanan favoritku setiap mengunjungi Thailand
Untuk Para Pecandu Belanja (Bangkok > Chiang Mai > Phuket)
Bangkok telah lama terkenal sebagai surga belanja. Mulai dari barang kelas kaki lima sampai yang branded bisa kita temukan di Kompleks perbelanjaan di Siam Area (MBK, Siam Square, Siam Paragon, Platinum), Chatuchack Weekend Market dan China Town. 
Ssstt... sebenarnya untuk soal harga, Chiang Mai lebih murah terutama untuk produk handicraft. Chiang Mai terkenal sebagai daerah penghasil produk kerajinan tangan di Thailand.
San Kamphaeng District yang terletak Chiang Mai merupakan  pusat handicraft, gemstones dan sutera khas Thailand. Jika anda adalah penawar ulung dan penggila belanja, maka Sunday Market dan Saturday Market di Chiang Mai merupakan area yang tepat untuk berbelanja.
Untuk Phuket saya kurang merekomendasikan untuk berbelanja karena harganya yang lebih mahal.

Untuk Para Penjelajah Alam (Chiang Mai > Phuket > Bangkok)
Banyak pilihan kegiatan outdoor yang ditawarkan di Chiang Mai. Mulai dari Hiking ke Doi Inthanon (Puncak tertinggi di Thailand) sambil menikmati beberapa air terjun yang cantik. Ada pula program untuk seharian berinteraksi dengan gajah, mulai dari menaiki gajah, memberi makan gajah, memandikan gajah. Bersepeda ke Doi Suthep; Menikmati kanopi hutan Thailand dengan treetop adventure.
Di Phuket kita bisa melakukan sea canoeing di Pha Nga Bay yang pemandangannya ala lukisan, bersnorkling  di Phi Phi Islands, Koh Khai dan beberapa spot lainnya (walau Indonesia unggul jauh untuk keindahan alam bawah lautnya).

Sea Canoeing in Pha Nga Bay
Ongkos Pesawat (Bangkok > Phuket > Chiang Mai)
Walau Phuket terletak lebih dekat dibanding Bangkok kalau kita lihat di peta, namun banyaknya maskapai yang melakukan direct flight Jakarta-Bangkok membuat peluang mendapat tiket promo lebih besar. Sehingga rata-rata harga tiket ke Bangkok lebih murah dari Phuket. Mandala Airline dan Airasia bisa menjadi pilihan bagi anda yang cost saver.
Untuk Chiang Mai pastinya lebih mahal, karena kita harus singgah di Bangkok karena tidak adanya direct flight ke sana. Aku menggunakan Nok Air, maskapai lokal dengan tarif miring untuk menuju ke Chiang Mai. Airasia bisa menjadi opsi lainnya. Sebaiknya sandingkan kunjungan anda ke Bangkok dengan Chiang Mai untuk menghemat tiket.

For Cost Saver (Bangkok > Chiang Mai > Phuket)
Secara umum Thailand relatif friendly bagi para bacpacker dan cost saver. Tinggal pilih liburan kalian mau luxurious dengan cost yang lebih, atau ala backpacker yang adventurous.
Bangkok kuberi nilai plus karena tiket pesawatnya yang paling murah, pilihan hotel/guesthouse bagi para cost saver juga banyak (Cek lah di Khao San Area), dan transportasi yang beragam dan murah. Namun tiket masuk beberapa tempat wisata memang cukup mahal (400 Baht untuk tiket ke Grand Palace dan 100 Baht ke Wat Pho).
Chiang Mai menyusul selanjutnya, karena areal wisatanya terpusat di sekitar Old City sehingga hemat transport. Cukup sediakan sunblock  untuk menjelajah Chiang Mai dengan jalan kaki atau menyewa sepeda motor. Jika kita ingin ke Golden Triangle atau Chiang Rai kita bisa menggunakan jasa tur. Aku menggunakan Travelhub saatku mengunjungi Chiang Rai dan pelayanan mereka memuaskan.

Tempat wisata di Phuket tersebar di pulau-pulau indah sepanjang Laut Andaman yang membuat cost agak mahal karena menggunakan transportasi laut. Setidaknya siapkan 2 hari khusus untuk menjelajah Laut Andaman saat anda berada di Phuket. Satu hari untuk melancong ke Phi Phi Island dan hari lainnya ke Pha Nga Bay. Jangan sampai terlewat salah satunya, karena 2 tempat tersebut sama-sama mempesona dan sangat indah.
Bagi para cost saver tak perlu kuatir tentang harga makanan di Thailand. Baik Bangkok, Chiang Mai maupun Phuket merupakan surga bagi penikmat kuliner tetapi tetap tanpa bikin kantong bocor.

For Beach Lover ( Phuket > Bangkok > Chiang Mai )
Untuk kategori ini Phuket menang telak. Terdapat pantai yang sudah terkenal di tingkat Internasional seperti Maya Bay di Phi Phi Island yang merupakan tempat syuting "The Beach" nya Leonardo di Caprio. Cukup berderet panjang daftar  nama pantai indah yang terletak di Phuket dan sekitarnya (dan memang benar-benar indah). Contohnya Koh Khai yang pernah ku posting, Phi Phi Islands, Lawa Island dan Pantai di Pulau Phuket sendiri (Patong, Karon, Kata, Rawai, Chalong dan lainnya).
Bangkok terletak di tepi Sungai Chao Phraya dan tidak memiliki pantai. Biasa wisatawan pergi ke Pattaya yang berjarak 2 jam dari Bangkok namun pantainya kubilang yaaa biasa.
Chiang Mai gak punya pantai dan letaknya juga jauh dari pantai.

Phi Phi Don Island
Wat Seeker (Bangkok > Chiang Mai > Phuket)
Wat = Temple dalam bahasa Thailand.
Bangkok terkenal dengan Wat nya yang indah dan detail. Wat Arun, Wat Phra Khaew dan Wat Pho adalah yang wajib dikunjungi di Bangkok. Selain itu ada Wat Saket, Wat Traimit yang patut untuk direkomendasikan.
Chiang Mai sebagai ibukota Ancient Kingdom of Lanna juga memiliki banyak Wat yang indah; yang paling terkenal adalah Wat Phrathat Doi Suthep. Di kompleks Old City kita bisa menemukan lebih dari 30 Wat, yang terkenal adalah Wat Chedi Luang, Wat Phra Singh dan Wat Chiang Man (Wat tertua di Chiang Mai).
Ke utara sedikit kita dapat menemukan kota Chiang Rai yang terkenal dengan Wat Rong Khun alias White Temple yang sangat detil, indah.
Phuket termasuk wilayah Thailand Selatan yang telah mendapat pengaruh Islam sehingga tidak terlalu banyak Wat di sini. Namun Wat Chalong di Phuket tetap layak untuk direkomendasikan saat anda berkunjung ke Phuket.

Wat Rong Khun, The White Temple of Chiang Rai
Landscaper and View Lover (Phuket > Chiang Mai > Bangkok)
Phuket dianugrahi pemandangan alam yang indah. Phi Phi Island dan Pha Nga Bay sangat aku rekomendasikan untuk dikunjungi bagi anda pecinta keindahan alam. Pasir putih, laut berwarna aquamarine, bukit-bukit  yang menjulang ala chinese painting merupakan suguhan utama dari Phuket.
Chiang Mai menampilkan sisi lainnya dengan menonjolkan keindahan perbukitan, hutan dan air terjun.
Bangkok menampilkan kegemerlapan kota, city view dan pemandangan cantik saat kita menyusuri sungai Chao Phraya

Maya Bay, Phi Phi Leh Island
Grand Palace Bangkok
Nightlife (Bangkok > Phuket > Chiang Mai)
Untuk para kalong yang gemar keluar malam, maka Bangkok rasanya tak akan mengecewakan. Pergilah ke area Khao San, area backpacker yang terkenal dengan night market dan night life nya. Bar akan berjajar di sepanjang jalan yang disulap menjadi night market. Pengunjungnya didominasi orang expat.
Jika kurang hot, pergilah ke Pat Pong Night Market (bisa dijangkau dengan naik BTS dan turun di stasiun Saladaeng). Night market juga, namun di pinggirnya bukan bar biasa, melainkan go go bar, Thai Girl Show. pokoknya red light area deh dan kita bisa lihat sex toy, aneka underwear bermacam model dijual di kaki lima.
Masih kurang hot? pergilah ke Pattaya (2 jam dari Bangkok) dan kita bisa menemukan aneka show vulgar untuk dewasa, red light area  dan beberapa transgender cabaret show (yang terkenal = Alcazar Show).
Untuk Phuket, Bangla Road adalah area pas bagi penikmat nightlife di Phuket. Suasana nya mirip Patpong namun jalanannya lebih besar dan panjang. Go Go Bar akan berjajar di sepanjang jalan dan banyak juga yang mangkal sepanjang jalan sambil berpakaian seksi yang entah cewek beneran atau transgender alias banci :D. Show kabaret transgender juga bisa kita saksikan di Phuket (yang terkenal = Simon Cabaret).
Kalau di Chiang Mai, lebih baik ke Night Market deh kalau malam atau dinner di tepi Mae Ping River hahaha

"Pretty Boy" of Simon Cabaret Show, Phuket
For Culture Admirers (Chiang Mai > Bangkok > Phuket)
Chiang Mai sarat akan wisata budaya. Banyak Wat peninggalan Ancient Kingdom of Lanna yang cantik dan bernilai historis. Terdapat beberapa hilltribe villages yang bisa dijelajahi untuk mengenal suku-suku minoritas di Thailand (Hmong, Karen, Akha, Lisu dan lain-lain).
Loy Krathong merupakan festival unik yang dirayakan di bulan November saat bulan purnama yang sayang dilewatkan. Sebenarnya festival ini dirayakan di seluruh Thailand, namun Chiang Mai yang menjadi pusat perayaannya.
Di Chiang Mai festival ini dikenal dengan sebutan Yi Peng Festival.
Bangkok juga tak kalah menarik dari segi kultural. Banyak bangunan dan Wat yang punya nilai historis dan kultural yang tinggi. Kompleks Royal Museum di Area Dusit juga menjadi pilihan sempurna bagi pecinta budaya. Cultural Show seperti Siam Niramit juga sangat layak untuk direkomendasikan. Saya sendiri terkagum-kagum sepanjang pertunjukan Siam Niramit, KEREN!
Phuket Fantasea merupakan cultural show di Phuket yang juga layak direkomendasikan. namun pilih saja salah satu antara Siam Niramit di Bangkok atau Phuket Fantasea karena mirip-mirip dan harganya yang lumayan (sekitar 400 ribu rupiah).

Karen Long Neck Tribe
Ananta Samakhom Throne Hall Royal Museum, Dusit Area, Bangkok
Kesimpulannya: Semua memiliki keunggulan dan karakteristik masing-masing, pilihan kembali jatuh ditangan anda dan semoga postingan saya kali ini bermanfaat sebagai panduan untuk menentukan pilihan. 

..... Namun secara pribadi saya  memilih Chiang Mai sebagai kota favorit saya di antara ketiganya :)
Related Articles :

Minggu, 17 Maret 2013

Free Shuttle Bus antara Suvarnabhumi dan Don Mueang Airport, Bangkok


Salah satu hal yang paling menyenangkan saat mempersiapkan acara jalan-jalan adalah saat hunting tiket promo (dan lebih senang lagi kalau dapat tiket promonya sesuai budget and destinasi kita hehe). Itu yang aku alami saat berhasil membeli tiket Mandala Airline tujuan Jakarta-Bangkok yang promonya : Beli tiket pergi GRATIS tiket pulang. Lumayan banget hematnya. 

Namun bukan Bangkok sebenarnya tujuan perjalananku kali ini melainkan Chiang Mai. Mulailah aku berburu tiket promo lainnya dengan tujuan Bangkok-Chiang Mai. Akhirnya pilihan jatuh ke Nok Air. Maskapai lokal Thailand yang terkenal dengan tarifnya yang agak jongkok. Setelah dirasa masuk budget, akhirnya saya melakukan pembelian online penerbangan Jakarta-Bangkok dengan Mandala Airline dan Bangkok-Chiang Mai pada hari yang sama (2 Maret 2013). Hore tiket sudah di tangan.

Setelah tiket aku print, baru kusadar ada yang aneh. Benar saja, Mandala Airline ku mendarat di Suvarnabhumi Airport (BKK), sedang Nok Air ku berangkat ke Chiang Mai via Don Mueang Airport (DMK)... GAWAT! Untunglah ada jeda sekitar 5 jam antar 2 penerbangan tersebut, cuma tetap saja terbayang berapa biaya nanti yang perlu dikeluarkan untuk naik taksinya.

Baik Suvarnabhumi maupun Don Mueang terletak di kota Bangkok. Namun kalau Suvarnabhumi terletak di sebelah Tenggara Bangkok, maka Don Mueang terletak nun jauh di Utara kota Bangkok. Jarak antar bandara lumayan jauh, sekitar 45km, dan memerlukan sekitar 45 menit perjalanan via jalan tol kalau lalulintas  lancar.

Suvarnabhumi (dibaca Suwarnapum) adalah Bandara International baru Bangkok yang bangunannya bergaya futuristik. Untung dibangun di Bangkok makanya namanya keren (Suvarnabhumi, yang artinya Tanah Emas); coba kalau dibangun di Jawa, gua jamin namanya diganti jadi Suwarnobumi  :D (gak banget).

Oiya, balik lagi ke masalahku untuk transfer antar bandara; ternyata tersedia free shuttle bis yang menghubungkan antar bandara. Berita terbaiknya adalah : Gratis :) 

Ini dia caranya :
  • Setelah tiba di Suvarnabhumi, ikuti saja alur jalur imigrasi yang ada 
  • Setelah selesai jangan lupa ambil bagasimu ya (kalau ada).
  • Kalau sudah, tinggal cari pintu keluar bandara yang berderet. Carilah pintu nomer 3. Di pintu nomer 3 tersebut kita akan menemui bis warna oranye yang berjajar. Nahhh itulah free shuttle bus yang akan mengantar anda untuk transfer gratis ke Don Mueang. 
Free Shuttle Bus antara Suvarnabhumi dan Don Mueang Airport, Bangkok
Beneran gratis kok, kita hanya perlu menunjukan tiket pesawat selanjutnya yang penerbangannya melalui Don Mueang (jadi transfer antar airport ini hanya berlaku untuk calon penumpang saja ya). Tanpa menunjukan tiket, kita tidak akan diijinkan menggunakan fasilitas free shuttle bus ini.

Di Don Mueang Airport, kita akan diturunkan di Terminal 1 lantai 1. Dan disitu pula lah tempat kita naik free shuttle bus jika kita berangkat dari Don Mueang dan mau ke Suvanabhumi. Intinya tempat naik = tempat turun. 

Hal penting lainnya adalah secara teori bis ini akan berangkat tiap 1 jam, plus lama perjalanan  rata-rata 1 jam. Intinya, kalau jeda antara penerbangan kalian mepet, maka Taksi tetap menjadi pilihan terbaik daripada ketinggalan pesawat.

Jam operasional Free Shuttle Bus ini mulai dari jam 4 pagi sampai jam 10 malam.

Namun saat aku naik free shuttle bis tersebut, bis berangkat hanya 15 menit setelah menunggu tidak sampai 1 jam seperti teorinya, karena penumpang sudah penuh.  Oiya di beberapa sumber yang lain juga bilang kalau bis ini rata-rata berangkat setiap 15 menit sekali (Selalu penuh duluan sebelum 1 jam, sehingga mereka berangkat walau based on rule nya tiap 1 jam).
Perjalanan pun cukup lancar dan hanya dalam waktu  45 menit kami tiba di Don Mueang Airport

Semoga infonya jelas dan semoga bermanfaat.

Terminal 1 Don Mueang; Tempat naik/turun free shuttle bus di Don Mueang 
Don Mueang International Airport of Bangkok
Related Articles :

Sabtu, 06 Oktober 2012

Wat Arun, Temple of the Dawn


Wat Arun

Bangunan kuil ini terletak di tepi sungai Chao Phraya dan menjadi salah satu landmark kota Bangkok.
Kuil ini menjadi atraksi wajib yang harus disambangi saat mengunjungi Bangkok.

Nama panjang dari kuil ini adalah Wat Arunratchawararam Ratchaworamahavihara (วัดอรุณราชวรารามราชวรมหาวิหาร). diberi nama setelah Aruna, India God Dawn. Terletak di daerah yang dinamai Thon Buri (ibukota Thailand setelah Ayutthaya hancur). Kuil dengan julukan "Temple of the Dawn" alias Kuil Fajar ini cukup mudah di akses lewat sungai Chao Phraya berkat ada nya pier (dermaga) yang merupakan perhentian kapal-kapal yang bersliweran sepanjang Chao Phraya.

Jika anda hendak mengakses Wat Arun via sungai, turunlah di pier Ta Thien yang terletak di seberang wat Arun, dan menyebranglah ke Wat Arun pier. Relatif mudah dijangkau, karena lokasinya yang strategis dan dekat dengan Grand Palace. Bahkan dari puncak Wat Arun kita dapat melihat kompleks Grand Palace di sebrang sungai.

Jika dilihat dari dekat, maka kita akan melihat bahwa pada seluruh permukaan Wat dilapisi oleh porselen yang terpecah-pecah dan berwarna-warni. Hati-hati karena permukaannya cukup tajam. Saking tajamnya jam tangan saya yang katanya anti gores mendapat oleh-oleh garis tipis akibat bergesekan dengan dinding Wat Arun. Wat Arun juga dapat dinaiki, namun jika anda kurang bernyali sebaiknya urungkan niat anda untuk naik. Anak tangga yang kecil dan curam akan membuat sedikit adrenalin keluar apalagi saat jalan menurun. Jika tergelincir, permukaan Wat yang berbalut hiasan porselen bisa jadi yang menyambut kulit kita pertama kali. Aku sih naik ke atas saat kunjungan ku ke Wat Arun dan memang ku rekomendasikan untuk naik namun berhati-hati.

Walau memiliki julukan Temple of the Dawn, namun saya setuju dengan kawan saya bahwa saat terbaik untuk mengabadikan kuil cantik ini adalah saat Senja. Langit akan memerah, dan bangunan ini cukup tinggi untuk menantang langit dan menciptakan siluet yang indah saat langin berwarna-warni di waktu senja. 

Wat Arun dianggap salah satu yang paling terkenal dari ratusan Wat yang ada di Bangkok. Wat adalah panggilan dalam bahasa Thai untuk "temple". Selain Wat Arun ada beberapa Wat yang cukup unik dan terkenal diantaranya :
  • Wat Pho yang terkenal dengan patung besar Buddha yang sedang berbaring, sehingga dikenal sebagai Temple of  the Reclining Buddha
  • Wat Phra Kaew yang terkenal dengan Emerald Buddha-nya. Wat Phra Kaew terletak di dalam kompleks Grand Palace-nya Bangkok
  • Wat Saket, alias Golden Mount. Wat yang satu ini menjulang bagai sebuah bukit dan dari puncaknya kita bisa melihat pemandangan kota Bangkok dari ketinggian.
  • Wat Traimit, yang merupakan "rumah" dari patung Buddha terbesar yang terbuat dari emas murni dengan berat diperkirakan mencapai 5 ton (waduhhh Monas di Jakarta kayaknya kalah telak ya emasnya)







Senin, 11 Juni 2012

Street Food ala Bangkok


Aneka Barbecue mulai dari seafood, sosis, beef, pork, chicken, jagung, pokoknya semua yang bisa dibakar
Kota Bangkok adalah surga bagi penggemar street food. Sebenarnya Indonesia juga tidak kalah dalam variasi dan kelezatan street foodnya. Namun jajanan street food Bangkok sudah terlanjur beken di tingkat Internasional.

Bangkok memang kota yang patut diacungi jempol. Di kota ini Pusat pemerintahan berpadu dengan pusat kebudayaan, pusat keagamaan, pusat perekonomian negara, pusat pariwisata dan pusat makanan enak ala Thailand tentunya. Sebagai kota metropolitan, Bangkok memang tergolong padat, kompak namun lebih nyaman dari Jakarta.

Pariwisata di kota ini juga sangat menonjol. Di Kawasan Khaosan -Sisi internasional kota ini sangat berasa-Turis-turis asing dari berbagai negara berjalan memadati jalanan padat penuh pertokoan dan deretan kaki lima.
Dan yang membuat menyenangkan adalah, deretan penjaja makanan yang unik dengan harga yang  murah. 

Ini dia beberapa jajanan yang berhasil numpang lewat di perutku selama jalan-jalan ku di Bangkok.

Pedagang Som Tam : Salad Pepaya Muda

Som Tam, Green papaya salad.
Khao Neeo Mamuang alias Sticky Rice with Mango
Bermacam jajanan buah segar (tapi tetep : enakan Rujak di Indonesia)

Pedagang fried insect di Khaosan Road. Patut dicoba!

Jajan Jangkrik dan Belalang, Rasanya seperti udang kering, enak dan tidak seseram wujudnya

Pad Thai, mie goreng ala Thailand
Hor Mok, Otak-otaknya Thailand. sedikit berkuah dan dimakan dengan irisan cabai rawit dan bawang merah
Khanom Buang, Crepes ala Thailand. biasa berisi krim dari kelapa, kismis dan "something" yang rasanya sedikit berempah
Salah satu street food yang cukup terkenal : Khanom Buang di MBK mall, 
Chicken in lemongrass
Ayam Daun Pandan ala Thailand

Rad Nar Chicken (atas) dan Pad Krapao (bawah) saat santap siang di Chatuchak Weekend Market
Tom Yang Kung (the legend one)
Thailand Baht (1 THB sekitar 300 IDR)


Related Articles :
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...