Tampilkan postingan dengan label Taman Laut. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Taman Laut. Tampilkan semua postingan

Rabu, 01 Mei 2013

Aerial Photography Part 11 : Komodo National Park


Nusa Tenggara Timur adalah Provinsi di Indonesia yang tak pernah gagal dalam membuatku terkagum saat mengunjunginya. Bentang alamnya dengan pemandangan spektakuler, kekayaan budaya dan perjalanan untuk menjelajahinya yang kaya petualangan membuat aku tanpa ragu menobatkannya menjadi Provinsi favoritku di Indonesia.

Di ujung barat provinsi ini kita akan menemukan salah satu magnet wisata provinsi ini yang telah terkenal di tingkat internasional. Taman Nasional Komodo (Komodo National Park) pada tahun 2009 dinobatkan menjadi salah satu dari "New Seven Wonders of Nature" karena terpilih secara voting dengan suara terbanyak.

Taman Nasional Komodo terletak di Kabupaten Manggarai Barat yang beribukota di Labuan Bajo. Jika kita menggunakan pesawat untuk mencapai Labuan Bajo, maka kita akkan disambut dengan pemandangan luar biasa sesaat sebelum kita landing di Bandar Udara Komodo di Labuan Bajo.

Perpaduan pulau yang kering kecoklatan ala NTT berpadu dengan warna aquamarine dari lautnya akan terhampar jelas. Ditambah lagi saat itu kita akan terbang rendah karena memang beberapa saat lagi pesawat akan landing, sehingga semua tampak jelas, dekat dan menggoda untuk disinggahi.

Taman Nasional Komodo dikenal sebagai habitat asli hewan komodo. Secara umum terdapat 3 pulau utama yang membentuk Taman Nasional ini beserta beberapa pulau kecil lainnya. 3 pulau utama tersebut yaitu Pulau Komodo, Rinca dan Padar. 

Pada tahun 1980 taman nasional ini didirikan untuk melindungi komodo dan habitatnya. Di sana terdapat 277 spesies hewan yang merupakan perpaduan hewan yang berasal dari Asia dan Australia, yang terdiri dari 32 spesies mamalia, 128 spesies burung, dan 37 spesies reptilia. Bersama dengan komodo, setidaknya 25 spesies hewan darat dan burung termasuk hewan yang dilindungi, karena jumlahnya yang terbatas atau terbatasnya penyebaran mereka.

Selain itu, di kawasan ini terdapat pula terumbu karang. Setidaknya terdapat 253 spesies karang pembentuk terumbu yang ditemukan di sana, dengan sekitar 1.000 spesies ikan. Keindahan terumbu ini menarik minat wisatawan asing untuk berenang atau menyelam di perairan ini.

Pada postingan berikut aku akan membahas tentang objek wisata yang kudu dan wajib kita singgahi saat berada di Komodo. Cukup banyak nih daftarnya soalnya. 

Sebagai pendahuluan, mari duduk santai sambil menikmati foto-foto aerial yang kuambil dari dalam pesawat sebelum landing di Labuan Bajo. Dari foto tersebut, kita tak akan heran mengapa Komodo layak menjadi salah satu dari New Seven Wonder of Nature.

The Komodo dragon (Varanus komodoensis), also known as the Komodo monitor, is a large species of lizard found in the Indonesian islands of Komodo, Rinca, Flores, Gili Motang, and Padar.[4] A member of the monitor lizard family (Varanidae), it is the largest living species of lizard, growing to a maximum length of 3 metres (10 ft) in rare cases and weighing up to around 70 kilograms (150 lb).[5][4] Their unusual size has been attributed to island gigantism, since no other carnivorous animals fill the niche on the islands where they live.

La isla de Komodo es una pequeña isla de Indonesia ubicada en las islas menores de la Sonda. Es famosa por albergar a los dragones de Komodo. Administrativamente, pertenece a la provincia de Nusatenggara Oriental. [editar]Geografía  Komodo se encuentra entre la isla de Sumbawa al oeste y la de Isla de Flores al este. Tiene una extensión de 390 km². La isla pertenece al Cinturón de Fuego del Pacífico y es por lo tanto de origen volcánico. Su punto culminante es el monte Satalibo (Gunung Satalibo), de 735 m de altitud.

Le Parc national de Komodo se trouve en Indonésie, dans les Petites Îles de la Sonde, à la limite des provinces des petites îles de la Sonde occidentales et des petites îles de la Sonde orientales. Le parc national comprend les trois grandes îles de Komodo, Rinca et Padar, ainsi que de nombreuses autres plus petites. La superficie totale du parc est de 1 817 km², pour une superficie terrestre de 603 km².


Komodo liegt in der Kette der Kleinen Sundainseln zwischen den größeren Nachbarinseln Sumbawa im Westen und Flores im Osten. Im Süden erstreckt sich die Sumbastraße und die Sawusee mit der Insel Sumba, im Norden die Floressee. Zusammen mit kleineren vorgelagerten Inseln ist Komodo ein Teil des Nationalparks Komodo, zu dem jenseits der Lintah-Meeresstraße die Inseln Padar und Rinca gehören. Bekannt ist der hier beheimatete Komodowaran. Die Gewässer um die Insel sind ein beliebtes Tauchrevier.




Komodo é uma ilha da Indonésia, famosa por ser o habitat do dragão-de-komodo. Komodo está situada em 8.55° S, 119.45° E. Tem cerca de 390 km² de área e cerca de 2000 habitantes. Muitos habitantes descendem de antigos presos que foram exilados, e que se misturaram com os Bugis de Celebes. A maioria da população pratica o Islão.

Bandar Udara Komodo, Labuan Bajo, Manggarai Barat

Komodo (indonesiano: Pulau Komodo) è un'isola dell'Indonesia, situata nel Mar di Flores, che fa parte delle Piccole Isole della Sonda. Ha una superficie di 390 km² e oltre 2.000 abitanti. Dal punto di vista amministrativo Komodo è parte della provincia di Nusa Tenggara Orientale. Geograficamente Komodo giace fra le grandi isole di Sumbawa (da cui è separata dallo Stretto di Sape), ad ovest, e di Flores, ad est. A sud si trova lo Stretto di Sumba che la separa dall'Oceano Indiano, mentre ad est si trova la più piccola isola di Rinca. Komodo ha una lunghezza di 30 km per una larghezza massima di 16 km, lo sviluppo costiero è di 158 km e le colline raggiungono un'altezza massima di 825 metri sopra il livello del mare. L'originale vegetazione, costituita da foresta equatoriale, è stata in gran parte sostituita da palme e una disordinata boscaglia.


Related Articles :

Rabu, 13 Maret 2013

Taman Laut Bunaken, Manado


Bunaken adalah nama salah satu taman laut yang paling terkenal di Indonesia. Bunaken juga menjadi main attraction bila kita mengunjungi Manado. Tidak sah rasanya mengunjungi Manado tanpa singgah di Bunaken yang tampak menggoda di horizon kota Manado.

bunaken marine national park of manado

Taman Laut Nasional Bunaken mempunyai area dengan luas 75.265 ha. Terdapat 5 pulau yang termasuk dalam taman nasional ini yaitu Pulau Naen, Pulau Bunaken, Pulau Manado Tua, Pulau Siladen, dan Pulau Mantehage beserta anak pulau yang di sekelilingnya. Dan jumlah penduduk yang ada di kelima pulau tersebut sekitar 21.000 orang.

Secara geografis Pulau Bunaken termasuk dalam wilayah perairan “Segi Tiga Emas“. Lebih dari sekitar 3000-an spesies ikan berada di Bunaken. Wilayah “Segi Tiga Emas” adalah jalur perairan laut yang menghubungkan laut Filipina, laut Papua, dan laut Indonesia. Karena kekayaan alam yang berada di Bunaken, organisasi nasional dan internasional non pemerintah saling bekerja sama dalam menjalankan konservasi terumbu karang dan mangrove.

Pemerintah Kota Manado mempunyai gagasan menjadikan Bunaken sebagai obyek wisata bahari dan wisata edukasi, karena pemerintah setempat melihat aktivitas konservasi alam laut di wilayah ini. Maka dari itu kawasan Pulau Bunaken pada 1991 silam, Menteri Kelautan meresmikannya sebagai Taman Laut Nasional Bunaken.

Untuk mencapai Taman Laut Nasional Bunaken, wisatawan dapat menggunakan transportasi yang sudah tersedia yaitu perahu motor aneka jenis dari pantai Teluk Manado. Sebagian perahu berupa "catamaran" yang memiliki dasar kaca sehingga kita dapat melihat pemandangan bawah air tanpa berbasah-basah ria. Harga kapal biasa dihitung per kapal sehingga akan sangat hemat jika kita pergi dengan banyak orang dan cost sharing.

Di dalam Blue Banter (Semi Submersible Ship)
Sayangnya saat ku hendak mengunjungi Bunaken tepat pada hari kerja dan aku tidak memiliki opsi hari lain. Jadilah aku terkatung-katung sendiri tanpa pendukung. Nyaris aku pulang dengan label "tidak sah" dari Manado karena tidak mengunjungi Bunaken. Namun kekecewaan itu batal terwujud berkat adanya opsi lain yaitu menggunakan "Blue Banter", sebuah kapal semi-submersible (setengah kapal selam) yang dapat kita booking di Hotel Ritzy, Manado. Harganya memang relatif mahal yaitu 300 ribu per orang untuk half day tour. Tapi tetap lebih ekonomis dibanding menyewa kapal sendiri sebesar diatas 500 ribu per kapal (yang ini bisa cost sharing sihhhh).
Bunaken memiliki luas kurang lebih sekitar 8 km² yang terletak di Teluk Manado. Di sekeliling Bunaken, ada taman laut yang juga bagian Taman Nasional Kelautan Manado Tua. Bunaken juga merupakan salah satu taman laut yang mempunyai biodiversitas laut tertinggi dunia. Oleh karena itu banyak para wisatawan yang datang berkunjung untuk melakukan aktivitas menyelam di kawasan Bunaken. Meski luas area mencapai 75.265 ha, lokasi menyelam sangat terbatas, hanya berada di sekitar pantai yang mengitari kelima pulau yang berada di kawasan Taman Laut Nasional Bunaken.
Bunaken Island, Manado
Pulau Bunaken
Museum Bunaken
Di Bunaken terdapat 40 lokasi penyelaman yang memiliki beraneka ragam terumbu karang dan ikan laut tropis yang indah. Wisatawan yang melakukan penyelaman di wilayah Bunaken akan disuguhi pemandangan 150 spesies ikan dari sekitar 58 genus ikan dan terumbu karang.
Ikan Lolosi, alias Fussiler Fish
Manado Wall


Taman Laut Nasional Bunaken mempunyai 20 dive spot / titik penyelaman dengan berbagai kedalaman yang bervariasi. Dari 20 dive spot, 12 dive spot berada di Pulau Bunaken dan merupakan titik penyelaman yang paling sering dikunjungi oleh penyelam-penyelam baik lokal maupun mancanegara. 

Manado Tua and Bunaken Island
Pulau (Gunung) Manado Tua dilihat dari Pulau Bunaken dengan hamparan Terumbu Karang

Related Articles :
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...