Tampilkan postingan dengan label Festival. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Festival. Tampilkan semua postingan

Jumat, 10 Mei 2013

Jadwal Festival Terbaik di NTT


Januari

Upacara Adat Reba
Lokasi: Desa Bena, Kecamatan Aimere, Kabupaten Ngada (Pulau Flores)

Sejenis thanksgiving yang digelar untuk menyambut Tahun Baru, upacara adat Reba biasanya ditandai dengan acara makan ubi dan tarian tradisional Besa Uwi. Ubi, yang disebut uwi, dianggap sebagai sumber kehidupan bagi masyarakat yang hidup di Kabupaten Ngada. Itu sebabnya, pada kesempatan tersebut mereka mempersembahkan lagu untuk memuja ubi, judulnya O Uwi.

Sebelum upacara adat Reba dibuka, mosalaki atau kepala adat dari masyarakat Desa Bena akan menyusun kalender budaya untuk rentang setahun. Ia menyusunnya dalam tempat yang disebutlanu.

Hampir semua masyarakat Kabupaten Ngada ikut merayakan upacara adat Reba. Waktunya bervariasi, ada yang merayakan di pengujung Desember, Januari, dan ada pula yang baru merayakannya pada akhir Februari.

Bijaulungu Hiupaana
Lokasi: Anakalang, Kabupaten Sumba Barat (Pulau Sumba)

Bijaulungu Hiupaana adalah ritual sakral bagi pemeluk Marapu, kepercayaan tua di Pulau Sumba. Upacara tersebut merupakan bentuk ungkapan syukur dan penanda dimulainya musim tanam, sehingga masyarakat mulai menyiapkan perlengkapan bertanam dan benih bagi ladang-ladang mereka.

Februari

Pasola
Lokasi: Desa Lamboya dan Desa Kodi, Kabupaten Sumba Barat (Pulau Sumba)

Tradisi perang kuno pasola adalah bentuk ungkapan syukur masyarakat Sumba atas hasil panen mereka. Kelompok yang berperang terdiri dari orang-orang pilihan. Mereka menunggang kuda yang sudah didekorasi dengan hiasan berwarna-warni, lalu saling melempar tombak kayu sehingga pihak lain terluka. Menurut kepercayaan setempat, darah pemain pasola dipercaya akan menyuburkan tanah. Adapun, pasola biasanya digelar sesudah Festival Bau Nyale – tradisi mencari cacing laut yang setahun sekali muncul pada malam hari hingga subuh.

Pahoru
Lokasi: Bhodo, Kabupaten Sabu Raijua (Pulau Sabu)

Tradisi Pahoru adalah bentuk ungkapan syukur kepada Sang Pencipta, biasanya diikuti pertarungan antar anak laki-laki dan parade kuda. Malam harinya, acara dilanjutkan dengan Padoa – tarian adat yang terkenal di kalangan anak muda setempat. Hiburan Padoa biasa dipertunjukkan di Pantai Bhodo yang berjarak 2 kilometer dari Seba, ibu kota Kecamatan Sabu Barat, Kabupaten Sabu Raijua.

Maret

Prosesi Jumat Agung
Lokasi: Larantuka, Kabupaten Flores Timur (Pulau Flores)

Prosesi yang disebut Semana Santa tersebut digelar mulai dari akhir Maret sampai awal April di Kota Reinha Rosari, Larantuka. Prosesi mengarak Patung Tua Ma atau patung Bunda Maria tersebut diikuti oleh seluruh umat Katolik yang ada di Kota Larantuka dan daerah tetangga. Beberapa umat juga datang dari berbagai penjuru dunia, khusus untuk menyaksikan prosesi yang telah berusia 6 abad itu. Kalau kamu berencana datang untuk melihat langsung prosesi tersebut, jangan lupa juga berkunjung ke desa-desa adat fantastis di sekitarnya seperti Muda Keputu, Kawaliwi, Riang Kemie, Wurek Adonara, dan Kongo.

Pate Baloi
Lokasi: Takpala, Kecamatan Lembor Barat, Kabupaten Alor (Pulau Alor)

Pate Baloi adalah upacara pembukaan musim tanam di Kampung Takpala. Acara tersebut biasa berlangsung pada minggu kedua Maret dan ditandai dengan pemancangan bambu, membelah pinang, dan makan bersama sambil diiringi tarian tradisional Lego-Lego. Lokasi Kampung Takpala tidak jauh dari objek wisata bahari Pulau Pantar.

April

Perburuan Paus
Lokasi: Lamalera, Kabupaten Lembata (Pulau Lembata)

Aksi berburu paus secara tradisional di Lamalera telah berlangsung sejak ratusan tahun lalu. Tradisi peninggalan nenek moyang tersebut biasa berlangsung di sekitar perairan Lamalera saja. Hasil buruan paus akan ditukar dengan jagung, beras, ubi, pisang, dan pangan lain dari masyarakat gunung. Adapun, daging paus dibagikan kepada semua warga kampung, terutama janda dan fakir miskin.

Acara tersebut biasa digelar antara bulan April dan Mei. Selain itu, di sekitar lokasi juga terdapat objek wisata lain yakni pantai berpasir putih di Desa Bean dan museum yang bisa memberikan informasi tentang tradisi berburu paus masyarakat setempat yang berlokasi di Desa Benhading.

Pawai Paskah
Lokasi: Kota Kupang (Pulau Timor)

Pawai Paskah digelar dengan meriah di Kota Kupang. Beraneka kendaraan dengan dekorasi tentang perjalanan Yesus akan memadati jalanan dan selanjutnya berparade keliling kota.

Mei

Bei Mau
Lokasi: Betun, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Belu (Pulau Timor)

Upacara adat dari Desa Betun ini dihadiri oleh banyak suku setempat. Mereka akan berkumpul dalam rumah adat besar, lalu menyembelih ternak. Sepanjang ritual berlangsung, wisatawan juga bisa melihat tarian adat setempat dimana penari menari sambil menabuh sebuah kendang atau lebih terkenal dengan sebutan Tari Likurai.

Bui Ihi Hole
Lokasi: Kabupaten Sabu (Pulau Sabu)

Ungkapan syukur masyarakat atas hasil panen yang baik dirayakan dengan pawai kuda yang diiringi dengan alat musik tradisional seperti gong dan gendang, pembacaan puisi adat, nyanyi-nyanyian rakyat. Setelah Hole selesai, acara dilanjutkan dengan berlayar dengan perahu tradisional, acara perang adat, adu ayam, dan malam hari ditutup dengan Pado’a atau pertunjukkan tari tradisional.

Juni

East Nusa Tenggara Expo, disingkat ENTEX
Lokasi: Kota Kupang (Pulau Timor)

ENTEX adalah pameran yang menampilkan seluruh budaya dan potensi wisata yang ada di Nusa Tenggara Timur. Acara tersebut dihadiri juga oleh pemerintah kabupaten dan peserta lain. ENTEX merupakan kesempatan yang bagus buat kamu yang penasaran dengan budaya masyarakat Nusa Tenggara Timur. Selama pameran berlangsung, digelar pula festival tari tradisional dan penampilan lagu-lagu rakyat.

Balapan kuda
Lokasi: Tanjung Bastian, Kabupaten Timor Tengah Utara (Pulau Timor)

Acara balap kuda rutin digelar di Tanjung Bastian, lebih tepatnya di Kampung Humucu. Selain menyaksikan acara tersebut, kamu juga bisa berkunjung ke desa tradisional Tamkesi, istana tua milik Kerajaan Insana, dan Gua St Mary di Bitauni.

Juli

Festival Kelimutu
Lokasi: Kabupaten Ende (Pulau Flores)

Festival ini digelar di sekitar danau tiga warna Gunung Kelimutu. Selain menampilkan tari-tarian tradisional, wisatawan juga bisa melihat langsung kebudayaan masyarakat setempat.

Hoes Ndeo
Lokasi: Rote Barat Laut, Kabupaten Rote Ndao (Pulau Rote)

Upacara Hoes Ndeo digelar enam hari berturut-turut antara bulan Juli dan Agustus di Desa Boni, berjarak 12 kilometer dari ibu kota Kabupaten Rote Nda, Ba’a. Upacara tersebut dipersembahkan bagi dewa laut. Beberapa pertunjukkan yang bisa disaksikan selama upacara berlangsung antara lain pertunjukkan menunggang kuda, tari tradisional yang diiringi alat musik gong dan kebelai, lagu-lagu rakyat, serta pembacaan puisi adat.

Agustus

Festival Cepi Watu
Lokasi: Kabupaten Manggarai Timur (Pulau Flores)

Festival tahunan ini digelar untuk memperingati HUT kemerdekaan RI. Pertunjukkan adat yang bisa disaksikan selama festival berlangsung antara lain danding, mbata, sae, dan Tari Caci.

Balap kuda
Lokasi: Waikabukbak, Kabupaten Sumba Barat (Pulau Sumba)

Ini adalah balapan kuda kelas nasional yang rutin digelar di Waikabukbak, Kabupaten Sumba Barat.

Pameran Pembangunan
Lokasi: Arena Pameran Fatululi, Kota Kupang (Pulau Timor)

Even tahunan ini biasa diramaikan oleh pengusaha lokal dan pemerintah kabupaten/kota yang ada di Nusa Tenggara Timur.

Pasola
Lokasi: Wewewa, Kabupaten Sumba Barat (Pulau Sumba)

Tradisi ini berawal dari Wanokaka, Loli, dan Kecamatan Wewewa. Digelar keluarga petani sebagai ungkapan syukur atas berlimpahnya hasil panen, pasola yang satu ini biasa berlangsung di tengah-tengah sawah.

September

Loka Po’o
Lokasi: Kabupaten Sikka (Pulau Flores)

Tradisi yang berasal dari daerah Wolowiro, Gaikun, Bu Utara, Bu Selatan, Renggarasi, Nduaria, Detumbingga, dan kampung adat Woloata di Kecamatan Paga tersebut digelar untuk menyambut musim tanam padi. Dengan digelarnya Loka Po’o, masyarakat berharap hasil panen padi mereka berlimpah.

Festival Panen Kacang Hijau
Lokasi: Kabupaten Lembata (Pulau Lembata)

Upacara sakral ini digelar untuk mengenang arwah nenek moyang. Sepanjang upacara, berlangsung pertunjukkan lagu rakyat dan puisi yang diiringi permainan gong dan gendang.

Rote Open International Surfing
Lokasi: Nembrala dan Boa, Kabupaten Rote Ndao (Pulau Rote)

Even selancar internasional tersebut digelar di Pantai Nembrala yang terkenal akan ombaknya yang menantang dan pantai pasir putihnya yang indah.


Oktober

Festival Nusak Sasando
Lokasi: Ba’a, Kabupaten Rote Ndao (Pulau Rote)

Festival Nusak Sasando digelar untuk mempertunjukkan keindahan bunyi alat musik sasando, sejenis harpa tradisional yang berasal dari Pulau Rote.

Nggua Uwi, Joka Ju, dan Teas Wela
Lokasi: Detusoko, Kabupaten Ende (Pulau Flores)

Digelar di Desa Detusoko, upacara adat tersebut berfungsi sebagai syukuran untuk musim tanam dan upacara tolak bala dari segala bentuk kemalangan.

Upacara Riput
Lokasi: Tabundung, Sumba Timur (Pulau Sumba)

Upacara Riput digelar di Desa Tabundung. Dalam upacara tersebut, wisatawan bisa melihat langsung proses pembuatan tenun ikat yang menurut sejarah berasal dari India kuno. Saat ini, tenun ikat tersebut menjadi kain tradisional bagi masyarakat setempat.

November

Wulla Poddu
Lokasi: Sumba (Pulau Sumba)

Upacara adat untuk menyambut bulan suci bagi pemeluk Marapu ini biasa digelar dengan acara sembelih ayam. Masing-masing kepala suku dari para penganut Marapu akan mewakili acara penyembelihan tersebut.

Wulla Poddu yang dikenal juga dengan nama Bulan Pemeli berlangsung selama 30 hari di bulan November.

Turnamen Mancing Internasional

Lokasi: Kabupaten Sumba Barat (Pulau Sumba), Kabupaten Kupang (Pulau Timor), Kabupaten Rote Ndao (Pulau Rote)

Turnamen ini digelar di tiga lokasi antara lain di perairan Kabupaten Sumba Barat, Pantai Tablolong Kupang, dan berakhir di Rote Ndao. Kompetisi mancing internasional diikuti peserta dari dalam negeri dan luar negeri.

Desember

Toja Bobu
Lokasi: Lela, Kabupaten Sikka (Pulau Flores)

Toja Bobu merupakan pertunjukkan sendratari tradisional yang bercerita tentang Putri Raja Prinseja yang dilamar saudagar Portugis bernama Maskadar.

Sumber: East Nusa Tenggara Tourism Book/indonesia.travel


Related Articles :

Kamis, 14 Februari 2013

Romantic Festival : Loy Krathong & Hanami

Valentine's Day atau hari kasih sayang merupakan tradisi Barat yang semakin lama semakin diadopsi secara mendunia sebagai momen untuk mengekspresikan rasa sayang terhadap seseorang yang kita cinta. Deretan penjual bunga mawar dan coklat semakin mudah kita temui menjelang perayaan Valentine dibanding beberapa dekade silam. Biasanya pada hari itu, restoran akan fully booked untuk acara candle light dinner diiringi live music berirama jazz atau latin yang mengalun lembut untuk menemani santap malam yang romantis. Hmmm, terlalu kebarat-baratan sepertinya, padahal di Asia kita bisa menemukan perayaan-perayaan/festival yang romantis yang tampil dengan taste yang sangat Asia.


Loy Krathong, Festival of Lights


Loy Krathong yang dirayakan di Thailand bagian utara, sebagian Myanmar dan Laos merupakan salah satu festival paling romantis di dunia. Festival ini dirayakan setiap purnama pada bulan yang keduabelas berdasar penanggalan Thailand yang biasa jatuh pada bulan November. Chiang Mai adalah kota pusat perayaan festival ini, dimana pada puncak festival akan dilepaskan ribuan lentera kertas (Yi Peng) ke langit dan dihanyutkannya Krathong berbentuk teratai (yang terbuat dari batang pisang yang telah dihiasi bunga, lilin, dupa dan kadang uang koin) ke sungai.

Pada festival ini, anak muda akan berpasangan dengan kekasihnya, mempersiapkan Krathong sambil mengucapkan doa dan permohonan lalu menghanyutkan Krathong mereka. Bulan purnama  dan ribuan Yi Peng yang beterbangan akan menambah keromantisan suasana saat Loy Krathong festival.


Krathong berbentuk bunga teratai





Hanami, The Cherry Blossom Festival


Ini merupakan salah satu festival paling terkenal dari Jepang. Hanami berlangsung pada awal musim semi dimana bunga sakura atau cherry blossom mulai mekar. Mekarnya bunga sakura ini berlangsung singkat dan bervariasi tergantung wilayah. Jepang bagian selatan kebagian Hanami terlebih dahulu dibanding wilayah utaranya.

Begitu istimewanya perayaan ini bagi warga Jepang, sehingga menjelang Hanami telah muncul prakiraan kapan Sakura akan mekar di seluruh wilayah Jepang yang berkisar antara akhir Maret hingga awal Mei.

Kebiasaan melihat sakura bermekaran ini telah berlangsung semenjak abad ke 8 dan telah mempengaruhi budaya Jepang diantaranya fashion, karya seni, sastra dan banyak hal. Saat ini penduduk Jepang memanfaatkan momen Hanami untuk berkumpul bersama rekan dan keluarga, berpiknik dibawah pohon Sakura yang sedang mekar sambil menyantap makanan, minuman, bermain game dan ngobrol.

Walaupun udara terasa lembab dan dingin akibat musim dingin yang hampir berakhir, namun tidak menyurutkan orang-orang datang ke Jepang pada waktu sekitar Hanami. Warna pink akan memenuhi kota membuat perasaan sentimental muncul. Keharuman sakura yang lembut dan kelopaknya yang sebagian mulai berguguran akan menambah romantisnya suasana saat Hanami.

Cherry Blossom alias Sakura




Related Articles :
Welcome to Hanoi
Valentine's Day
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...