Tampilkan postingan dengan label Pura. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pura. Tampilkan semua postingan

Rabu, 23 Januari 2013

Pura Tirtha Empul, Tampaksiring




Pura Tirtha Empul atau yang biasa dikenal sebagai Pura Tampaksiring adalah salah satu pura yang terkenal bagi wisatawan yang sekaligus menjadi pura penting bagi warga Bali dalam menjalankan ibadah keagamaannya. Pura ini terkenal dengan adanya sumber mata air besar dalam pura yang kemudian dialirkan melalui pancuran-pancuran dalam beberapa kolam. Uniknya seluruh pancuran tersebut memiliki nama masing-masing.

Nama pura diambil dari nama mata air yang terdapat didalam pura ini yang bernama Tirtha Empul seperti yang telah disebutkan diatas. Secara etimologi bahwa Tirtha Empul artinya air yang menyembur keluar dari tanah. Maka Tirtha Empul artinya adalah air suci yang menyembur keluar dari tanah.


Keberadaan pura ini tak lepas dari mitos bahwa mata air suci diciptakan oleh Dewa Indra saat  banyak pasukannya telah diracuni oleh Mayadanawa. Ia menancapkan tombaknya ke bumi untuk membuat air mancur keabadian untuk menghidupkan kembali mereka.

Jika anda masuk ke bagian dalam pura, anda akan menemukan kolam utama dengan 12 pancuran tempat sebagian orang melakukan ritual mandi dengan tatacaranya yang khusus dan biasanya mereka mempersembahkan sesuatu dan berdoa pada setiap pancuran yang ada. Selain warga Bali sendiri, orang asing, walaupun bukan beragama Hindu dapat turut mandi dengan mengikuti tata cara yang ada dan pakaian yang pantas. 

Selain kolam utama, di sampingnya kita dapat menemukan 2 kolam lainnya dengan pancuran. Dan jika kita masuk lebih dalam lagi, kita akan menemukan kolam mata air Tirtha Empul, dimana nampak muncul mata air dari dasarnya yang berupa pasir yang berwarna kebiruan. 

Di bagian arah jalan keluar kita akan menemukan kolam lainnya yang berisi banyak ikan koi. Jika kita mengunjungi pura ini dengan membawa anak kecil, mungkin inilah bagian yang menarik bagi mereka, dimana kita dapat menyaksikan ikan koi berwarna-warni dalam ukuran cukup besar, dan kita dapat membeli makanan ikan untuk mengumpulkan dan memberi makan ikan-ikan tersebut.

Kolam ikan koi di Tampaksiring
Pura Tirtha Empul
Sebuah prasasti tanggal berdirinya candi di situs untuk 926 AD. Sejak - selama lebih dari seribu tahun - orang Bali telah datang untuk mandi di air suci untuk penyembuhan dan dalam upacara-upacara keagamaan.

Pura ini terletak di Kabupaten Gianyar, tak jauh dari Ubud. Jarak pura ini dari Denpasar adalah sekitar 36 km ke arah utara melewati Ubud. Apabila kita menggunakan jasa tur lokal, biasanya kunjungan ke pura ini dibarengi dengan kunjungan ke Ubud dan Kintamani yang memang satu arah. 
Istana Presiden Tampaksiring dengan Jembatan Persahabatannya 
Tampaksiring
Bagian luar Pura Tampaksiring
Mata air Tirtha Empul yang memancar dari dasar pasir
Related Articles :

Selasa, 04 Desember 2012

Pura Uluwatu, Bali


Pura Luhur Uluwatu
Pura Luhur Uluwatu atau Pura Uluwatu merupakan pura yang berada di wilayah Desa Pecatu, Kecamatan Kuta, Badung.

Pura yang terletak di ujung barat daya pulau Bali di atas anjungan batu karang yang terjal dan tinggi serta menjorok ke laut ini merupakan Pura Sad Kayangan yang dipercaya oleh orang Hindu sebagai penyangga dari 9 mata angin. Pura ini pada mulanya digunakan menjadi tempat memuja seorang pendeta suci dari abad ke-11 bernama Empu Kuturan. Ia menurunkan ajaran Desa Adat dengan segala aturannya. Pura ini juga dipakai untuk memuja pendeta suci berikutnya, yaitu Dang Hyang Nirartha, yang datang ke Bali pada akhir tahun 1550 dan mengakhiri perjalanan sucinya dengan apa yang dinamakan Moksah atau Ngeluhur di tempat ini. Kata inilah yang menjadi asal nama Pura Luhur Uluwatu.

Pura Uluwatu terletak pada ketinggian 97 meter dari permukaan laut. Di depan pura terdapat hutan kecil yang disebut alas kekeran, berfungsi sebagai penyangga kesucian pura.

Pura Uluwatu mempunyai beberapa pura pesanakan, yaitu pura yang erat kaitannya dengan pura induk. Pura pesanakan itu yaitu Pura Bajurit, Pura Pererepan, Pura Kulat, Pura Dalem Selonding dan Pura Dalem Pangleburan. Masing-masing pura ini mempunyai kaitan erat dengan Pura Uluwatu, terutama pada hari-hari piodalan-nya. Piodalan di Pura Uluwatu, Pura Bajurit, Pura Pererepan dan Pura Kulat jatuh pada Selasa Kliwon Wuku Medangsia setiap 210 hari. Manifestasi Tuhan yang dipuja di Pura Uluwatu adalah Dewa Rudra.

 

Pura Uluwatu juga menjadi terkenal karena tepat di bawahnya adalah pantai Pecatu yang sering kali digunakan sebagai tempat untuk olahraga selancar, bahkan even internasional seringkali diadakan di sini. Ombak pantai ini terkenal amat cocok untuk dijadikan tempat selancar selain keindahan alam Bali yang memang amat cantik.


Sunset in Uluwatu
Uluwatu juga merupakan salah satu tempat spektakuler di Bali untuk melihat terbenamnya sang surya. Deburan ombak yang berirama menghantam tebing, buih ombak yang biru gelap dan semilir angin sore hari disertai warna-warni senja membuat suasana sunset di Uluwatu akan menggetarkan hati. 

Masih dalam komplek Uluwatu, kita dapat menyaksikan pertunjukan tari kecak sambil memandang sunset di Uluwatu. Suara suling Bali akan mengalun dengan nada yang menenangkan selama pertunjukan Kecak. Dan akan melengkapi indra kita dalam menikmati mistisnya Senja di Uluwatu.

Uluwatu, Pantai Pecatu dan Arena tari Kecak
Related Articles :
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...