Jumat, 12 April 2013
Rabu, 10 April 2013
Attractive Airline : Nok Air
Salah satu faktor pertimbangan penting bagiku dalam memilih suatu maskapai udara adalah harga. Memang keselamatan penting sih, namun saya lebih berpasrah ke pihak berwenang yang seharusnya telah memastikan agar setiap pesawat layak terbang, walau saat itu yang diperiksa adalah low-cost-airlines.
Berdasar faktor harga itulah aku terbiasa mengecek beberapa maskapai yang terkenal murah dan sering memberikan penawaran menarik. maskapai tersebut diantaranya Airasia, Tiger Airways dan Mandala Airlinesnya, Merpati Air, Cebu Pacific Air.
Pada tahun 2013 ini aku tidak terlalu banyak merancang acara liburan. Namun aku tergoda, semua berawal dari promo Mandala Airline yang memberikan free return ticket untuk tujuan Jakarta-Bangkok. Setelah berhasil mendapatkan tiket Jakarta-Bangkok, aku putar otak untuk mendapatkan tiket murah lainnya untuk menuju Chiang Mai, karena Chiang Mai lah sasaran utamaku pada trip ini. Beberapa maskapai ku cek untuk mendapat harga terekonomis penerbangan domestik antara Bangkok-Chiang Mai. Berawal dari itulah aku berkenalan dengan Nok Air, maskapai lokal Thailand yang menawarkan harga murah. Untuk penerbangan Bangkok_Chiang Mai kadang mereka memberikan tarif di bawah 1000 baht (300 ribu). Pas deh kalau begitu, ku melakukan reservasi walau sedikit kuatir dan mendapat tarif 1200 baht termasuk airport tax dan lain-lain.
Namun, pada saat hari penerbanganku aku cukup puas dengan pelayanan mereka. Mereka memberikan fasilitas free wifi di ruang tunggu airport yang dapat di log in dengan memasukan kode booking (lumayan bisa internetan sambil nunggu pesawat). Mereka juga menyediakan self check in via gadget dan internet dan kita bisa memilih seat sesuai yang kita mau dan FREE alias Gratis.
Saat menunggu di Don Mueang Airport, aku juga tak bisa duduk diam. Pesawat Nok Air yang berwarna-warni, kartun banget dan eye catching membuat aku sibuk memfoto-foto tiap pesawat Nok Air yang lewat, karena desainnya yang berbeda-beda.
Saat memasuki kabin sih yaa kesannya biasa saja karena ternyata interiornya jelas menunjukan bahwa ini pesawat lama. Tapi mereka memberikan free makanan dan minuman dalam penerbangan (lumayan lohh Auntie Anne Pretzel makanannya). Riuhnya bahasa Thai yang digunakan dalam pesawat membuat sensasi lain bahwa aku benar-benar ada di Thailand.
Aku sih cukup merekomendasikan maskapai ini bila kita ingin melakukan penerbangan domestik di Thailand. Nih Link menuju website mereka.
Oiya, aku tampilkan juga beberapa pesawat Nok Air yang sempat ku foto saat aku menunggu penerbangan menuju Chiang Mai. Unik ya!
Pada tahun 2013 ini aku tidak terlalu banyak merancang acara liburan. Namun aku tergoda, semua berawal dari promo Mandala Airline yang memberikan free return ticket untuk tujuan Jakarta-Bangkok. Setelah berhasil mendapatkan tiket Jakarta-Bangkok, aku putar otak untuk mendapatkan tiket murah lainnya untuk menuju Chiang Mai, karena Chiang Mai lah sasaran utamaku pada trip ini. Beberapa maskapai ku cek untuk mendapat harga terekonomis penerbangan domestik antara Bangkok-Chiang Mai. Berawal dari itulah aku berkenalan dengan Nok Air, maskapai lokal Thailand yang menawarkan harga murah. Untuk penerbangan Bangkok_Chiang Mai kadang mereka memberikan tarif di bawah 1000 baht (300 ribu). Pas deh kalau begitu, ku melakukan reservasi walau sedikit kuatir dan mendapat tarif 1200 baht termasuk airport tax dan lain-lain.
Namun, pada saat hari penerbanganku aku cukup puas dengan pelayanan mereka. Mereka memberikan fasilitas free wifi di ruang tunggu airport yang dapat di log in dengan memasukan kode booking (lumayan bisa internetan sambil nunggu pesawat). Mereka juga menyediakan self check in via gadget dan internet dan kita bisa memilih seat sesuai yang kita mau dan FREE alias Gratis.
Saat menunggu di Don Mueang Airport, aku juga tak bisa duduk diam. Pesawat Nok Air yang berwarna-warni, kartun banget dan eye catching membuat aku sibuk memfoto-foto tiap pesawat Nok Air yang lewat, karena desainnya yang berbeda-beda.
Saat memasuki kabin sih yaa kesannya biasa saja karena ternyata interiornya jelas menunjukan bahwa ini pesawat lama. Tapi mereka memberikan free makanan dan minuman dalam penerbangan (lumayan lohh Auntie Anne Pretzel makanannya). Riuhnya bahasa Thai yang digunakan dalam pesawat membuat sensasi lain bahwa aku benar-benar ada di Thailand.
Aku sih cukup merekomendasikan maskapai ini bila kita ingin melakukan penerbangan domestik di Thailand. Nih Link menuju website mereka.
Oiya, aku tampilkan juga beberapa pesawat Nok Air yang sempat ku foto saat aku menunggu penerbangan menuju Chiang Mai. Unik ya!
| Don Mueang International Airport of Bangkok (DMK) |
| My Boarding Pass |
Related Articles :
Free Shuttle Bus antara Suvarnabhumi dan Don Mueang Airport
Phuket, Bangkok atau Chiang Mai ?
Street Food ala Bangkok
Selasa, 02 April 2013
South East Asia Noodles
Inilah beragam jenis hidangan berbahan dasar mie yang berasal dari Asia Tenggara yang pernah mampir di perutku.
Related Articles :
Brunei Cuisines : Ambuyat, Nasi Katok
Indonesia Cuisines : Manado Cuisine, Kawok, Ayam Betutu, Papeda
Thailand Cuisines : Bangkok Street Food, Khao Neeo Mamuang
Vietnam Cuisines : Nom Bo Kho and Pho
My South East Asia Tour on February 2012 (Brunei, Indonesia, Singapore, Thailand, Vietnam, Kamboja, Malaysia)
| Curry Noodle ala Penang Malaysia, enak nih yang ini |
| Pad Thai, dari namanya sudah ketahuan darimana asalnya |
| Thailand : Sukothai Style Noodle Soup with BBQ Pork |
| "Pho", Bakalan sering ketemu kalau kita ke Vietnam |
| Mee Mamak ala Brunei, rasanya legit asam manis dan lezat |
| Kolo Mee ala Brunei, seingatku rasanya cukup standar |
![]() |
| Dari Kamboja Mie Instant ala Kamboja hahaha, Sori kayaknya nggak makan Mie pas di Kamboja |
![]() |
| Laos style noodle. Mie nya pipih ala kuetiau tapi lebih lembut dan kuahnya ber terasi |
| Mie Ala Laos lainnya yang kumakan di Donsao Island, Golden Triangle |
| Mie Kepiting ala Pontianak, Yummy |
![]() |
| Semangkuk Mie Kepiting khas Pontianak yang rasanya superrr |
| ||
| Mie Cakalang ala Manado, paling pas dimakan pakai sambal Ikan Roa... rasanya mantap banget |
| Mie Ongklok ala Wonosobo-Dieng. Rasanya manis dengan kuah kental dan pas dimakan dengan sate |
![]() |
| Cui Mie Malang yang rasanya MANTAP abis |
| Singaporean Laksa, Yummy |
| Asam Laksa ala Penang dan Ais Kachang (alias Es Kacang) |
| Fried Wonton Noodles and Soup Wonton Noodles ala Penang, Malaysia |
| The legend one of Penang Cuisine : Char Koay Teow |
| Hokkien Noodle ala Penang |
| Bersama Mie Kari ala Penang dan segelas teh tarik. Mak nyuss! |
Related Articles :
Brunei Cuisines : Ambuyat, Nasi Katok
Indonesia Cuisines : Manado Cuisine, Kawok, Ayam Betutu, Papeda
Thailand Cuisines : Bangkok Street Food, Khao Neeo Mamuang
Vietnam Cuisines : Nom Bo Kho and Pho
My South East Asia Tour on February 2012 (Brunei, Indonesia, Singapore, Thailand, Vietnam, Kamboja, Malaysia)
Lokasi:
South East Asia
Langganan:
Postingan (Atom)







