Sabtu, 13 Juli 2013

Gereja Tua Immanuel, Hila - Ambon



Hila adalah nama suatu daerah di bagian utara Pulau Ambon yang berhadapan dengan pulau Seram. Jaraknya sih sekitar 35 km, tak terlalu jauh sih mengingat pulau Ambon sendiri memang tidak terlalu besar. Namun kondisi jalan yang berkelok dan tak mulus membuat perjalanan harus ditempuh selama kira-kira satu setengah jam.

Desa ini sendiri memang kurang populer dikunjungi dibanding daerah Natsepa atau Liang, Namun beberapa bangunan tua bernilai historis ada / dekat di desa ini seperti Benteng Amsterdam, Gereja Tua Hila dan Mesjid Tua Wepue Kaitetu. Desa Hila terletak di Kecamatan Leihitu yang sudah termasuk dalam Kabupaten Maluku Tengah.

Gereja Tua di Hila bernama Gereja Immanuel dan merupakan bangunan gereja tertua di Provinsi Maluku. Bangunan sederhana ini berdinding kayu yang di cat putih dengan atap rumbia dan sebuah tiang lonceng menghiasi halamannya. Desain dalam gedungnya pun sangat sederhana dengan sebuah mimbar menghadap 2 barisan kursi yang berjajar ke belakang dan sebuah ruang kecil bagi pendeta.

Gereja ini dibangun pada tahun 1659 dan telah mengalami beberapa kali pemugaran. Pemugaran terakhir dilakukan karena gereja ini (bersama pemukiman Nasrani di daerah Hila) dibakar dan dihancurkan oleh massa pada tahun 1999 akibat kerusuhan. 

Saat ini gereja ini nampak kurang terawat baik. Padahal sebelum kerusuhan gereja ini masih digunakan untuk beribadah oleh penduduk Hila saat penduduk Nasrani dan Muslim masih berbaur. Namun pasca kerusuhan penduduk Nasrani memilih meninggalkan desa ini.

Gereja Tua Hila dengan tiang loncengnya
Bagian luar Gereja Hila Ambon 
Benteng Amsterdam yang terletak di dekat Gereja Hila 
Related Articles :
Amsterdam dan Rotterdam di Indonesia
Aerial Photography : Ambon Manise
Beauty and the Beach : Pulau Ambon

2 komentar:

  1. Terima kasih share-nya. Saya pernah ke sini!

    BalasHapus
  2. Saya lahir, besar dan selalu beribadah di gereja ini, sebagai info gereja ini dulunya adalah gereja katolik yg bernama" Santo Jakobus " namun setelah Belanda berkuasa diubah menjadi gereja protestan dengan nama Emmanuel oleh penduduk setempat huruf E digantin menjadi Immanuel yg artinya Allah beserta kita sebagai keterangan menara lonceng yg di foto itu dibuat oleh masyarakat setempat tahun 90an menara yang lama itu tepat di depan papan nama gereja, untuk bagian dalam ada 2 mimbar yg besar untuk pendeta memimpin ibadah, ya kecil untuk majelis/ pelayan sampaikan pengumuman jg ada 2 tempat duduk pada sisi kiri dan kanan dulu jaman kolonial untuk para pejabat

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...