Sabtu, 01 Juni 2013

Busselton Jetty, Dermaga Kayu Terpanjang di Belahan Bumi Selatan

Busselton Jetty, Geographe Bay

Busselton adalah nama sebuah kota kecil di Australia Barat (Western Australia) yang terletak 220 km di sebelah barat daya Perth. Busselton merupakan salah satu daerah tujuan wisata utama di Australia Barat karena terletak di Geographe Bay yang memiliki beberapa spot wisata unik dan berdekatan dengan Margaret River -daerah wisata winnery di Australia Barat-.

Willy in Busselton, October 2012
St. Mary's Anglican Church of Busselton City, WA
Dari beberapa objek wisata yang terletak di Busselton, nama Busselton Jetty menjadi salah satu main attraction. Di Busselton Jetty kita dapat menemukan dermaga kayu (jetty) terpanjang di belahan bumi selatan yang membentang 1,8 km ke arah Geographe Bay yang dangkal dan berwarna biru kehijauan.

Yang unik dari dermaga ini selain rekor panjangnya adalah dengan terdapatnya rel kereta di sepanjang dermaga kayu ini yang saat ini tetap dimanfaatkan sebagai alat transportasi bagi para turis untuk menuju ke ujung dermaga.

Geographe Bay, Western Australia
Kereta yang terdapat di Busselton Jetty
Kereta yang terdapat di Busselton Jetty
Hal unik lainnya adalah terdapatnya Busselton Underwater Observatory (Busselton UWO) dimana kita dapat mempelajari ekosistem dan hewan-hewan yang terdapat di sekitar dermaga lapis demi lapis himgga ke dasar laut.

Bangunan observatory ini terletak hampir di ujung dermaga dan berupa menara yang tertanam 8 meter dibawah permukaan laut dengan 11 jendela observasi yang tersusun mengikuti tangga spiral. Busselton UWO dapat menampung rombongan 40 orang dalam sekali shift tour yang akan dipandu oleh seorang guide yang memberi penjelasan yang sangat informatif.

Dari jendela-jendela tersebut kita bisa menyaksikan hal yang berbeda karena jendela tersebut tersusun spiral dengan tingkat kedalaman laut yang berbeda. Di jendela pertama kita akan melihat bagian bawah dermaga dan struktur bagian bawah dermaga ini beserta burung-burung laut yang membuat sarang di dermaga ini. Kita juga dapat melihat "kayu dermaga asli" dari jetty ini karena sebagian telah lapuk dan diganti dan sebagian telah diselingi dengan beton. Namun mereka tetap menyisakan bagian dermaga yang tersusun dari kayu yang mula-mula.

Di jendela selanjutnya kita bisa menemukan jendela yang terendam sebagian air. Guide kemudian menjelaskan tentang ekosistem pasang-surut yang dapat kita lihat dan pelajari melalui jendela tersebut. Jendela selanjutnya terletak sepenuhnya di bawah permukaan laut dan terus berjajar spiral dimana kita dapat belajar banyak ekosistem di kedalaman laut yang berbeda sampai akhirnya tiba di jendela terakhir yang mempelajari dasar laut.
Hal yang sederhana sebenarnya bagi kita penduduk Indonesia yang kaya akan lautan, namun mereka mengemasnya dengan baik secara edukasi dan turisme.

Terumbu karang di tiang Dermaga Busselton
Terumbu Karang di Tiang Busselton Jetty
Salah satu hal yang mereka banggakan juga adalah terumbu karang yang muncul sepanjang dermaga. Tiang-tiang kayu yang berjajar sepanjang 1,8 km menjadikan penampang area untuk terumbu karang tumbuh menjadi luar biasa luas. Di beberapa jendela observasi kita dapat melihat kayu-kayu dermaga yang mulai ditumbuhi terumbu karang berwarna-warni. Namun memang tidak secantik di daerah tropis karena suhu laut disini memang cenderung lebih dingin. Tapi ini tetap merupakan usaha yang patut diacungi jempol.

Observatory ini dibuka pada 13 Desember 2013 dan tiap tahunnya dikunjungi tak kurang dari 250.000 orang. Kocek yang dibutuhkan untuk mengunjungi Busselton UWO memang cukup mahal yaitu 29.50 AUD (nyaris 300 ribu rupiah) termasuk naik kereta api pulang pergi sepanjang dermaga dan 40 menit guided tour dalam Busselton UWO. Namun jika cuma ingin menikmati jetty dan berjalan-jalan sepanjang jetty atau berenang dan snorkeling hanya dikenakan 2.50 AUD saja.

Karena kapasitas nya yang terbatas (40 orang sekali tur) akan lebih baik jika melakukan reservasi online di web resminya atau datang lebih awal ke tempat ini agar mendapat beberapa pilihan jadwal tur yang sesuai. Jadwal tur juga dapat anda lihat di web resmi mereka






Full of Fish
"Hutan bawah laut"
Busselton Jetty, Western Australia
Seagull in Busselton Jetty, WA
Gerombolan camar laut di Busselton Jetty
Related Articles :

Jumat, 31 Mei 2013

I'm in Laos!!! Donsao Island


Donsao Island (kadang ditulis dengan Don Xao) adalah nama sebuah pulau kecil yang terletak di tengah sungai Mekhong di area Golden Triangle. Pulau ini tidak terlalu besar ukurannya dan merupakan bagian dari negara Laos. Aku mengunjungi pulau ini saat kunjunganku ke Chiang Mai pada Maret 2013.

Walau pun relatif tidak ada yang istimewa dari pulau ini, namun rasanya kunjungan ke Golden Triangle tanpa singgah di Donsao akan terasa sedikit cacat. Golden Triangle adalah pertemuan antara negara Thailand, Myanmar dan Laos yang ditandai dengan bersatunya Sungai Ruak yang jernih dengan Sungai Mekhong yang berwarna kecoklatan. Pulau Donsao terletak tak jauh dari titik pertemuan dua sungai tersebut. 

Area Golden Triangle dahulu dikenal sebagai area penyuplai opium utama dunia (bersama dengan Golden Crescent yang terletak antara Iran, Afganistan dan Pakistan). Karena efeknya yang lebih banyak negatif, maka Thailand telah melarang penanaman opium di daerah ini. Kini opium hanya sedikit terdapat di Laos dan Myanmar yang tampaknya masih cukup banyak (walaupun ilegal). Thailand membangun Hall of Opium di area Golden Triangle, yaitu sebuah museum edukasi yang menceritakan tentang opium dan peran negatifnya yang menghancurkan. Banyak orang yang menyarankan untuk mengunjungi Hall of Opium di Golden Triangle, namun aku tak punya cukup waktu untuk mengunjunginya.

Pulau Donsao
Para wisatawan banyak berbondong-bondong ke Donsao karena pulau ini adalah milik LAOS. kunjungan ini penting secara psikologis bagi para traveler yang mengkoleksi negara-negara yang dikunjungi. Tak perlu jauh-jauh ke Vientiane atau Luang Prabang untuk sampai di Laos. Namun anda tidak bisa mengunjungi mainland Laos dari pulau ini. 

Pulau ini sepertinya memang dirancang untuk menarik wisatawan yang mengunjungi Golden Triangle dari sisi Thailand. Banyak boat yang standby di Sop Ruak (Thailand) untuk mengantarkan wisatawan yang ingin plesir menggunakan boat ke Golden Triangle dan Donsao. Biaya untuk naik kapal itu bervariasi tergantung banyaknya penumpang dalam 1 kapal (prinsip sharing). Biayanya bervariasi antara  300-500 Baht per orang (1 Baht sekitar 300 Rupiah). Waktu aku berkunjung, aku hanya bertiga dalam satu boat dan nyaris dikenai 500 Baht, namun aku menawar dan berhasil diturunkan hingga 400 Baht.

Mula-mula boat akan berjalan menuju sisi Myanmar dimana terdapat sebuah Kasino di sisinya. Kita juga akan menemui satu pulau kecil tak berpenghuni (milik Laos) yang dulu sering dijadikan area transaksi opium.

Kasino Myanmar di Golden Triangle
Kasino Myanmar di Golden Triangle
Perjalanan kemudian berputar balik ke arah Laos. Kita akan menemukan Dermaga Pelabuhan, Kantor Imigrasi dan lagi-lagi Kasino. Lalu lanjut ke Donsao. Setelah turun dari boat, masih ada uang karcis dari pihak Laos sebesar 20 Baht untuk setiap orang.

Sisi Laos di Golden Triangle (Kasino dan Kantor Imigrasi)
Kapal tersebut akan sandar di Donsao menunggu penumpangnya untuk menikmati pulau kecil itu (biasanya sekitar 30 menit). Lalu akan mengantarnya kembali ke sisi Thailand yang dihiasi dengan sebuah kuil dengan patung Buddha besar yang sedang menaiki perahu. Tidak ada Kasino di sisi Thailand :p

Sisi Thailand yang ditandai Patung Buddha Raksasa di atas sebuah kapal
Tak perlu Visa atau Paspor untuk mengunjungi pulau ini. Paspor kita pun tidak akan di stempel di Donsao (padahal aku maunya di stempel hahaha). Sebagai konsekuensinya, kita tidak bisa memasuki area Laos lainnya dari Donsao.

Di pulau ini kita bisa menemukan kios souvenir dan toko tas dan pakaian yang berasal dari China. Terdapat pula beberapa kios makanan. Beberapa hal yang bisa dilakukan selama di Donsao adalah :
  • Foto di depan papan nama "Welcome to Donsao Island, LAOS"  hahaha. karena itu satu-satunya bukti otentik kalau kita pernah mengunjungi LAOS :D
    Donsao Island, Laos
    • Cicipi arak (herbs Whisky Made in Laos) dengan beberapa macam rendaman yang terdapat di salah satu kios dekat dermaga. Rendamannya bervariasi, diantaranya : ular, penis harimau, armadillo, gecko alias tokek, kura-kura, ginseng, kalajengking yang konon memiliki khasiat yang berbeda. Oiya kata guideku sih ini Free of charge alias gratis dan kalau suka silahkan ambil beberapa sloki whisky dari jenis yang berbeda
      Cobra Whisky
    • Makan mie ala Laos di salah satu warung disana. Entah kenapa tur guide ku sangat antusias menawarkannya, bahkan sampai mentraktir aku makan mie nya. Enak sih mie nya lembut dengan daging babi cincang dan bumbu terasi yang bisa ditambahkan kalau suka.

    • Mie ala Laos
      • Belilah oleh-oleh khas Laos seperti Magnet kulkas, gantungan kunci, uang dan perangko Laos atau kaos Golden Triangle. Mumpung lagi di Laos coiii.
        Golden Triangle Monument
        Golden Triangle terbentuk saat Sungai Ruak  (antara Thailand dan Myanmar) bertemu dengan Sungai Mekhong


        Segitiga Emas Thailand, Myanmar, Laos
        Muara Sungai Ruak (kiri) yang bersatu dengan Great Mekhong River = Golden Triangle

        Related Articles :
        Phuket, Bangkok atau Chiang Mai?

        Senin, 27 Mei 2013

        I Love May & I Love Barcelona

        Casa Batlló

        Mei sudah pasti selalu menjadi bulan favorit bagiku. Satu alasan paling utama adalah karena aku berulang tahun di Bulan Mei.

        Tapi ada kejutan besar di hari ulang tahunku tahun ini. Aku melewati pergantian hari 5 Mei pukul 00.00 dalam sebuah pesawat dengan zona waktu yang terkocok-kocok. Hah kok terkocok-kocok??? Ya, karena aku melakukan perjalanan mundur 6 zona waktu. Tak jelas kala itu aku sedang terbang dimana? Sudahkah lewat pergantian hari? Namun ketika jam tanganku menunjukan pukul 00.00 di Indonesia; Aku seperti biasa berdoa mengucap syukur untuk setiap pemeliharaan dan pimpinan yang Tuhan berikan sepanjang tahun berlalu, dan make a birthday wish.

        Hadiah ulang tahunku telah kudapat beberapa minggu sebelumnya di akhir bulan April. Dan aku sedang dalam proses membuka kado ulang tahunku saat berada dalam pesawat Royal KLM yang menerbangkan aku dari Jakarta menuju Barcelona pada tanggal 4 Mei 2013. 

        Kado ulang tahunku di tahun ini adalah TRIP ke SPANYOL selama 8 hari 7 malam. Dan tak ada sepeser pun uang yang aku keluarkan untuk perjalanan kali ini, bahkan aku memperoleh gaji dari trip tersebut. Hehhh... kok bisa??? Yup, bisa! karena aku mendapat pekerjaan sebagai dokter yang mendampingi rombongan tur besar sejumlah 1500an orang menuju Barcelona.


        Kalau dikata beruntung, aku rasa bukan beruntung yang pas untuk mendeskripsikannya. Tapi lebih pas kata "anugrah Tuhan". Karena semua nampak serba "terencana dengan tepat"; dapat diakomodir dengan jadwal kerja rutinku di Jakarta; tidak nabrak dengan jadwal ujian wawancara spesialisku (yang hanya jeda beberapa hari); Dan yang paling mengena adalah aku akan landing di Eropa tepat pada hari Ulang Tahunku.

        Eropa adalah benua impianku dan benua yang paliiiiing ingin kukunjungi. Harga tiket yang cukup tinggi ditambah biaya hidup yang besar di Eropa membuat Trip ke Eropa masih kutaruh di list dreambook ku untuk beberapa tahun ke depan. 

        Sampai pertengahan April 2013 pun, jika ada orang yang mengatakan: "Kamu akan berulang tahun di Spanyol tahun ini" maka aku akan tertawa dan bilang "Becanda kali luh bro", "Elu lagi demam ya? kok ngaco ngomongnya haha",  "elu mau bayarin kah?". Soalnya aku sendiri benar-benar tidak menyangka.

        Perjalanan selama 16 jam menerbangkanku dari Jakarta menuju Amsterdam, kemudian transit 2 jam di Schiphol Airport dan melanjutkan perjalanan 2 jam lagi menuju El Prat International Airport of Barcelona. Dalam trip ini aku menghabiskan waktu di Barcelona full selama 6 hari. 

        I amsterdam, Schiphol International Airport of Holland
        Barcelona tengah menyambut musim panas di bulan Mei dan suhu 12-20 derajat celcius terasa sangat nyaman bagiku.
        Yang sedikit aneh adalah perbedaan waktu 5 jam dengan Jakarta (Sebenarnya 6 jam, namun mereka menerapkan "daylight saving time" selama musim panas).
        Yang aneh banget adalah matahari yang terbenam pada pukul 9 malam di Barcelona dan terbit jam 6.30 pagi. Coba kalau tidak ada "daylight saving time", matahari akan terbenam jam 10 malam di Barcelona. Untuk itulah selama summer waktu dimajukan 1 jam awal agar tidak terlalu menggangu jam normal tubuh. Summer di daerah lintang tinggi memang membuat siang berlangsung lebih panjang. Dan itu merupakan keuntungan bagiku karena bisa menikmati indahnya Barcelona yang tetap terang benderang walau sudah jam 9 malam.

        La Sagrada Familia, Landmark kota Barcelona yang paling terkenal
        La Sagrada Familia, Landmark kota Barcelona yang paling terkenal
        Pemandangan dari Montjuic Hill : Port Vell, Monumen Colombus dan La Rambla,  Barcelona
        Barcelona adalah salah satu kota wisata utama di Eropa. Aku sendiri secara pribadi sangat kagum dan merekomendasikan kota ini untuk dikunjungi (tentunya kalau kantong sudah tebal). Barcelona terletak di tepi laut Mediterrania dan berbukit (daerah Montjuic), perpaduan bukit dan laut membuat kota ini cantik dilihat. Alasan lain adalah karena kota ini kaya akan bangunan gothik, karya art noveau dan bangunan unik kontemporer, Barcelona adalah surga bagi para pecinta arsitektur. Barcelona juga terkenal di bidang olahraga berkat klub sepakbola FC Barcelona dan perannya sebagai tuan rumah Olimpiade 1992.

        Mei 2013 bagiku identik dengan Spanyol, terimakasih Tuhan untuk hadiahnya.

        Spanish Village (El Poble Espanyol)
        Jalur pejalan kaki yang nyaman di jalan protokol Barcelona (Avinguda Diagonal) dengan background Torre Agbar
        Monumen Colombus yang tangannya menunjuk benua Amerika dan Gedung Duana de Barcelona (Kantor Bea Cukai)
        Estadi Olímpic de Montjuïc Lluïs Companys (Stadion Utama Olimpiade Barcelona 1992)
        La Pedreira / Casa Mila, The art of Gaudi
        Camp Nou, Markas Klub Sepak Bola FC Barcelona
        Mes Que Un Club
        Related Articles :
        Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...