Tampilkan postingan dengan label Timor. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Timor. Tampilkan semua postingan

Jumat, 10 Mei 2013

Jadwal Festival Terbaik di NTT


Januari

Upacara Adat Reba
Lokasi: Desa Bena, Kecamatan Aimere, Kabupaten Ngada (Pulau Flores)

Sejenis thanksgiving yang digelar untuk menyambut Tahun Baru, upacara adat Reba biasanya ditandai dengan acara makan ubi dan tarian tradisional Besa Uwi. Ubi, yang disebut uwi, dianggap sebagai sumber kehidupan bagi masyarakat yang hidup di Kabupaten Ngada. Itu sebabnya, pada kesempatan tersebut mereka mempersembahkan lagu untuk memuja ubi, judulnya O Uwi.

Sebelum upacara adat Reba dibuka, mosalaki atau kepala adat dari masyarakat Desa Bena akan menyusun kalender budaya untuk rentang setahun. Ia menyusunnya dalam tempat yang disebutlanu.

Hampir semua masyarakat Kabupaten Ngada ikut merayakan upacara adat Reba. Waktunya bervariasi, ada yang merayakan di pengujung Desember, Januari, dan ada pula yang baru merayakannya pada akhir Februari.

Bijaulungu Hiupaana
Lokasi: Anakalang, Kabupaten Sumba Barat (Pulau Sumba)

Bijaulungu Hiupaana adalah ritual sakral bagi pemeluk Marapu, kepercayaan tua di Pulau Sumba. Upacara tersebut merupakan bentuk ungkapan syukur dan penanda dimulainya musim tanam, sehingga masyarakat mulai menyiapkan perlengkapan bertanam dan benih bagi ladang-ladang mereka.

Februari

Pasola
Lokasi: Desa Lamboya dan Desa Kodi, Kabupaten Sumba Barat (Pulau Sumba)

Tradisi perang kuno pasola adalah bentuk ungkapan syukur masyarakat Sumba atas hasil panen mereka. Kelompok yang berperang terdiri dari orang-orang pilihan. Mereka menunggang kuda yang sudah didekorasi dengan hiasan berwarna-warni, lalu saling melempar tombak kayu sehingga pihak lain terluka. Menurut kepercayaan setempat, darah pemain pasola dipercaya akan menyuburkan tanah. Adapun, pasola biasanya digelar sesudah Festival Bau Nyale – tradisi mencari cacing laut yang setahun sekali muncul pada malam hari hingga subuh.

Pahoru
Lokasi: Bhodo, Kabupaten Sabu Raijua (Pulau Sabu)

Tradisi Pahoru adalah bentuk ungkapan syukur kepada Sang Pencipta, biasanya diikuti pertarungan antar anak laki-laki dan parade kuda. Malam harinya, acara dilanjutkan dengan Padoa – tarian adat yang terkenal di kalangan anak muda setempat. Hiburan Padoa biasa dipertunjukkan di Pantai Bhodo yang berjarak 2 kilometer dari Seba, ibu kota Kecamatan Sabu Barat, Kabupaten Sabu Raijua.

Maret

Prosesi Jumat Agung
Lokasi: Larantuka, Kabupaten Flores Timur (Pulau Flores)

Prosesi yang disebut Semana Santa tersebut digelar mulai dari akhir Maret sampai awal April di Kota Reinha Rosari, Larantuka. Prosesi mengarak Patung Tua Ma atau patung Bunda Maria tersebut diikuti oleh seluruh umat Katolik yang ada di Kota Larantuka dan daerah tetangga. Beberapa umat juga datang dari berbagai penjuru dunia, khusus untuk menyaksikan prosesi yang telah berusia 6 abad itu. Kalau kamu berencana datang untuk melihat langsung prosesi tersebut, jangan lupa juga berkunjung ke desa-desa adat fantastis di sekitarnya seperti Muda Keputu, Kawaliwi, Riang Kemie, Wurek Adonara, dan Kongo.

Pate Baloi
Lokasi: Takpala, Kecamatan Lembor Barat, Kabupaten Alor (Pulau Alor)

Pate Baloi adalah upacara pembukaan musim tanam di Kampung Takpala. Acara tersebut biasa berlangsung pada minggu kedua Maret dan ditandai dengan pemancangan bambu, membelah pinang, dan makan bersama sambil diiringi tarian tradisional Lego-Lego. Lokasi Kampung Takpala tidak jauh dari objek wisata bahari Pulau Pantar.

April

Perburuan Paus
Lokasi: Lamalera, Kabupaten Lembata (Pulau Lembata)

Aksi berburu paus secara tradisional di Lamalera telah berlangsung sejak ratusan tahun lalu. Tradisi peninggalan nenek moyang tersebut biasa berlangsung di sekitar perairan Lamalera saja. Hasil buruan paus akan ditukar dengan jagung, beras, ubi, pisang, dan pangan lain dari masyarakat gunung. Adapun, daging paus dibagikan kepada semua warga kampung, terutama janda dan fakir miskin.

Acara tersebut biasa digelar antara bulan April dan Mei. Selain itu, di sekitar lokasi juga terdapat objek wisata lain yakni pantai berpasir putih di Desa Bean dan museum yang bisa memberikan informasi tentang tradisi berburu paus masyarakat setempat yang berlokasi di Desa Benhading.

Pawai Paskah
Lokasi: Kota Kupang (Pulau Timor)

Pawai Paskah digelar dengan meriah di Kota Kupang. Beraneka kendaraan dengan dekorasi tentang perjalanan Yesus akan memadati jalanan dan selanjutnya berparade keliling kota.

Mei

Bei Mau
Lokasi: Betun, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Belu (Pulau Timor)

Upacara adat dari Desa Betun ini dihadiri oleh banyak suku setempat. Mereka akan berkumpul dalam rumah adat besar, lalu menyembelih ternak. Sepanjang ritual berlangsung, wisatawan juga bisa melihat tarian adat setempat dimana penari menari sambil menabuh sebuah kendang atau lebih terkenal dengan sebutan Tari Likurai.

Bui Ihi Hole
Lokasi: Kabupaten Sabu (Pulau Sabu)

Ungkapan syukur masyarakat atas hasil panen yang baik dirayakan dengan pawai kuda yang diiringi dengan alat musik tradisional seperti gong dan gendang, pembacaan puisi adat, nyanyi-nyanyian rakyat. Setelah Hole selesai, acara dilanjutkan dengan berlayar dengan perahu tradisional, acara perang adat, adu ayam, dan malam hari ditutup dengan Pado’a atau pertunjukkan tari tradisional.

Juni

East Nusa Tenggara Expo, disingkat ENTEX
Lokasi: Kota Kupang (Pulau Timor)

ENTEX adalah pameran yang menampilkan seluruh budaya dan potensi wisata yang ada di Nusa Tenggara Timur. Acara tersebut dihadiri juga oleh pemerintah kabupaten dan peserta lain. ENTEX merupakan kesempatan yang bagus buat kamu yang penasaran dengan budaya masyarakat Nusa Tenggara Timur. Selama pameran berlangsung, digelar pula festival tari tradisional dan penampilan lagu-lagu rakyat.

Balapan kuda
Lokasi: Tanjung Bastian, Kabupaten Timor Tengah Utara (Pulau Timor)

Acara balap kuda rutin digelar di Tanjung Bastian, lebih tepatnya di Kampung Humucu. Selain menyaksikan acara tersebut, kamu juga bisa berkunjung ke desa tradisional Tamkesi, istana tua milik Kerajaan Insana, dan Gua St Mary di Bitauni.

Juli

Festival Kelimutu
Lokasi: Kabupaten Ende (Pulau Flores)

Festival ini digelar di sekitar danau tiga warna Gunung Kelimutu. Selain menampilkan tari-tarian tradisional, wisatawan juga bisa melihat langsung kebudayaan masyarakat setempat.

Hoes Ndeo
Lokasi: Rote Barat Laut, Kabupaten Rote Ndao (Pulau Rote)

Upacara Hoes Ndeo digelar enam hari berturut-turut antara bulan Juli dan Agustus di Desa Boni, berjarak 12 kilometer dari ibu kota Kabupaten Rote Nda, Ba’a. Upacara tersebut dipersembahkan bagi dewa laut. Beberapa pertunjukkan yang bisa disaksikan selama upacara berlangsung antara lain pertunjukkan menunggang kuda, tari tradisional yang diiringi alat musik gong dan kebelai, lagu-lagu rakyat, serta pembacaan puisi adat.

Agustus

Festival Cepi Watu
Lokasi: Kabupaten Manggarai Timur (Pulau Flores)

Festival tahunan ini digelar untuk memperingati HUT kemerdekaan RI. Pertunjukkan adat yang bisa disaksikan selama festival berlangsung antara lain danding, mbata, sae, dan Tari Caci.

Balap kuda
Lokasi: Waikabukbak, Kabupaten Sumba Barat (Pulau Sumba)

Ini adalah balapan kuda kelas nasional yang rutin digelar di Waikabukbak, Kabupaten Sumba Barat.

Pameran Pembangunan
Lokasi: Arena Pameran Fatululi, Kota Kupang (Pulau Timor)

Even tahunan ini biasa diramaikan oleh pengusaha lokal dan pemerintah kabupaten/kota yang ada di Nusa Tenggara Timur.

Pasola
Lokasi: Wewewa, Kabupaten Sumba Barat (Pulau Sumba)

Tradisi ini berawal dari Wanokaka, Loli, dan Kecamatan Wewewa. Digelar keluarga petani sebagai ungkapan syukur atas berlimpahnya hasil panen, pasola yang satu ini biasa berlangsung di tengah-tengah sawah.

September

Loka Po’o
Lokasi: Kabupaten Sikka (Pulau Flores)

Tradisi yang berasal dari daerah Wolowiro, Gaikun, Bu Utara, Bu Selatan, Renggarasi, Nduaria, Detumbingga, dan kampung adat Woloata di Kecamatan Paga tersebut digelar untuk menyambut musim tanam padi. Dengan digelarnya Loka Po’o, masyarakat berharap hasil panen padi mereka berlimpah.

Festival Panen Kacang Hijau
Lokasi: Kabupaten Lembata (Pulau Lembata)

Upacara sakral ini digelar untuk mengenang arwah nenek moyang. Sepanjang upacara, berlangsung pertunjukkan lagu rakyat dan puisi yang diiringi permainan gong dan gendang.

Rote Open International Surfing
Lokasi: Nembrala dan Boa, Kabupaten Rote Ndao (Pulau Rote)

Even selancar internasional tersebut digelar di Pantai Nembrala yang terkenal akan ombaknya yang menantang dan pantai pasir putihnya yang indah.


Oktober

Festival Nusak Sasando
Lokasi: Ba’a, Kabupaten Rote Ndao (Pulau Rote)

Festival Nusak Sasando digelar untuk mempertunjukkan keindahan bunyi alat musik sasando, sejenis harpa tradisional yang berasal dari Pulau Rote.

Nggua Uwi, Joka Ju, dan Teas Wela
Lokasi: Detusoko, Kabupaten Ende (Pulau Flores)

Digelar di Desa Detusoko, upacara adat tersebut berfungsi sebagai syukuran untuk musim tanam dan upacara tolak bala dari segala bentuk kemalangan.

Upacara Riput
Lokasi: Tabundung, Sumba Timur (Pulau Sumba)

Upacara Riput digelar di Desa Tabundung. Dalam upacara tersebut, wisatawan bisa melihat langsung proses pembuatan tenun ikat yang menurut sejarah berasal dari India kuno. Saat ini, tenun ikat tersebut menjadi kain tradisional bagi masyarakat setempat.

November

Wulla Poddu
Lokasi: Sumba (Pulau Sumba)

Upacara adat untuk menyambut bulan suci bagi pemeluk Marapu ini biasa digelar dengan acara sembelih ayam. Masing-masing kepala suku dari para penganut Marapu akan mewakili acara penyembelihan tersebut.

Wulla Poddu yang dikenal juga dengan nama Bulan Pemeli berlangsung selama 30 hari di bulan November.

Turnamen Mancing Internasional

Lokasi: Kabupaten Sumba Barat (Pulau Sumba), Kabupaten Kupang (Pulau Timor), Kabupaten Rote Ndao (Pulau Rote)

Turnamen ini digelar di tiga lokasi antara lain di perairan Kabupaten Sumba Barat, Pantai Tablolong Kupang, dan berakhir di Rote Ndao. Kompetisi mancing internasional diikuti peserta dari dalam negeri dan luar negeri.

Desember

Toja Bobu
Lokasi: Lela, Kabupaten Sikka (Pulau Flores)

Toja Bobu merupakan pertunjukkan sendratari tradisional yang bercerita tentang Putri Raja Prinseja yang dilamar saudagar Portugis bernama Maskadar.

Sumber: East Nusa Tenggara Tourism Book/indonesia.travel


Related Articles :

Jumat, 13 April 2012

Nunbena, a traditional highland village of NTT



Desa Nunbena, Kecamatan Nunbena, Kabupaten Timor Tengah Selatan


Nunbena adalah nama sebuah Desa dan Kecamatan di Kabupaten Timor Tengah Selatan.
Tidak ada yang terlalu istimewa dari desa ini, roda kehidupan penduduknya berputar layaknya desa-desa pegunungan lainnya di TTS. Penduduknya bergantung pada sektor perkebunan, menenun, berternak, yahhh layaknya suasana pedesaan pada umumnya.

Terdapat pasar di Desa ini, namun hanya buka seminggu sekali dengan barang dagangan yang kurang variatif dan jumlah pedagang yang tidak terlalu banyak. Yang diperjual belikan mulai dari "makanan pokok" orang NTT, yaitu sirih pinang, benang berwarna-warni dalam gelondongan besar untuk menenun, hewan ternak, barang kebutuhan sehari-hari seperti sabun, minyak kelapa, minyak tanah dan segala tetek bengeknya. Nampak sebagian besar yang ditemukan disini adalah barang kebutuhan primer yang dibawa oleh penduduk lokal dan pedagang yang datang dari kota menggunakan Truk.

Pasar Tradisional ala NTT di Nunbena

Nunbena terletak di daerah perbukitan dengan jalan naik turun serupa dengan Fatu Ulan. Cukup miris memang melihat seorang nenek menggendong barang jualannya melewati daerah berbukit sejauh beberapa kilometer demi berharap barang tersebut laku dijual. Mungkin tak banyak uang yang dapat diperoleh, atau bahkan uang tersebut akan habis karena dia akan membelanjakannya untuk membeli keperluan lain.

Aku berasa seperti terlempar beberapa dekade ke belakang saat berada di Nunbena, kesan tradisional, alami, etnik, membuatku penasaran dan menjelajahi pasar ini yang tak sampai 5 menit sudah habis kulewati dari ujung ke ujung. Udara yang sejuk dan berkabut dihiasi bukit-bukit padang rumput menghijau  membuat segala sesuatunya menjadi menarik untuk dipandang mata dan terekam dalam ingatan

Pemikiran masyarakat disini nampak tak sekompleks masyarakat di kota besar yang saling berlomba-lomba membeli gadget terbaru karena takut ketinggalan jaman, handbag seharga puluhan juta untuk menunjukan status sosial, krim anti keriput demi menjaga penampilan. Terlalu ekstrim memang bila dibandingkan, namun sekali-kali orang kota perlu dibawa ke tempat seperti ini untuk memperlambat pacing nya sehingga lebih relax, lebih berempati dan kadang memperoleh pencerahan dan cara berpikir lebih jernih tentang hidup dan kehidupan.

Setelah melewati pasar tersebut, ambulance ku berjalan terus maju sampai menemukan desa Nunbena dan bukit-bukit hijau diselingi jurang terjal. Lega dan puas rasanya mata ini saat melemparkan pandangan jauh ke arah perbukitan tersebu, bahkan birunya pantai Kolbano bisa terlihat dari sini. Dari sini pula aku dapat melihat betapa sulitnya membangun infrastuktur disini. Medan yang tidak rata ditambah ancaman longsor, membuat pembangunan jalan raya beraspal sulit, dan kalaupun ada akan cepat rusak. Dari bukit-bukit di kejauhan tampak guratan berwarna putih meliuk membelah bukit, dan itulah jalan berbatu yang dipakai masyarakat untuk menghubungkan desa-desa disini.

Rasanya sulit bagiku untuk kembali ke tempat ini. Namun saat-saat aku berjalan kaki menyusuri bukit-bukitnya sambil bersenandung mengucapkan syukur pada Tuhan akan kukenang. Saat itu aku hanya duduk di tepian jurang, sambil duduk mengarahkan pandang ke arah lautan, menyalakan MP3 player dan melihat awan-awan bergerak berkejaran tertiup angin kencang. Tak banyak yang kulakukan, hanya duduk, diam, menarik nafas panjang dan menikmati setiap menit yang tak akan terulang kembali di Nunbena.

Kolbano dan Laut Timor nampak di kejauhan
Pemandangan yang terhampar luas dilihat dari Nunbena
Pasar Mingguan di desa Nunbena
Kain Timor; Yang coklat adalah motif khas daerah Boti dari Kab.TTS

Nunbena Green Hills
Jalan yang meliuk dan nampak seperti garis putih membelah bukit
Rumah Lopo khas NTT
Highland School (in Fatu Ulan)
Another beautiful village : Fatu Ulan
Nusa Tenggara Timur
 Related articles :
Fatu Ulan the misty forest
Kolbano, the white stone beach
Fatu Ulan the misty land [photo gallery]
Kampung Bena
Aerial photography part 6 : Nusa Tenggara Timur

Selasa, 03 April 2012

Aerial Photography Part 6 : Nusa Tenggara Timur


Nusa Tenggara Timur, 

Yang terlintas pertama mengenai Provinsi ini adalah gersang, tandus dan kering. Memang  curah hujan di wilayah ini rendah namun kenyataannya tidak semua daerah di NTT kering, contohnya di sekitar kota So'e di pulau Timor yang cenderung lembab dan dingin.

Aku pernah tinggal selama kurang lebih 3 bulan di Pulau Timor di Kabupaten Timor Tengah Selatan. Pulau Timor merupakan salah satu dari 3 pulau utama yang membentuk NTT. 2 pulau lainnya adalah Pulau Sumba dan Flores. Ketiga pulau ini kaya akan budaya, keindahan alam, potensi wisata yang masih kurang dipopulerkan.

Aku sangat menikmati 3 bulanku selama di pulau Timor. Semua masih tampak alami dan tradisional disana.Keindahan alamnya pun boleh untuk diadu. Mulai dari pantai berbatu putih di Kolbano, Nualunat dan Fatu'un; sampai ke daerah pegunungan dengan pemandangan menakjubkan di Fatu'ulan, Ofu, Pene, Nunbena. Banyak yang kita bisa dapat dari 1 kabupaten saja, bayangkan jika kita membuat list daerah wisata di NTT. mungkin perlu beberapa lembar kertas untuk mencatatnya.

Flores terkenal pulau Komodo nya yang sekarang termasuk dalam New 7 Wonders of Nature; Selain itu terdapat danau Kelimutu di Ende dengan 3 warnanya yang berbeda; Kampung Bena yang merupakan situs megalitikum di kabupaten Ngada; Taman Laut Riung 17 pulau; taman laut di Maumere; Larantuka yang terkenal dengan prosesi umat Katolik saat menyambut masa Pra Paskah dan banyak lagi.


Danau Kelimutu
Sumba terkenal dengan hal-hal yang berbau tribal dan etnik serta festival Pasola nya dengan satria-satria penynggang kuda nya.

Kali ini kutampilkan seri Aerial Photography ku yang menampilkan keindaahan NTT dari ketinggian. dan nikmatilah keindahan Provinsi Nusa Cendana ini.

Kab. Timor Tengah Selatan

Pantai Kolbano
Sungai Noelmina antara Kupang dan So'e

Kab. TTS

Green Plains

Near Kupang
Kolbano
Flying with Helicopter
Kolbano Beach
Fatu ulan
Related articles :
Aerial Photography Part 1 : Kolbano Beach
Aerial Photography Part 4 : Nusa Tenggara Barat
Aerial Photography Part 11 : Komodo National Park
Kolbano, the White Stone Beach
Fatu Ulan, the Misty Forest

Selasa, 03 Januari 2012

Aerial Photography Part 1 : Kolbano Beach

Heavenly Beach
Nenoat

Saya akan mulai memposting seri Aerial Photography. Pada seri ini saya akan menyuguhkan foto-foto dari ketinggian yang diambil dari pesawat, helikopter maupun gedung-gedung tinggi. Saya beruntung karena cukup sering melakukan perjalanan menggunakan pesawat bahkan helikopter, karena saya bekerja sebagai dokter pada proyek-proyek pertambangan yang kadang harus menggunakan helikopter karena daerah kerja yang terisolir. Helikopter juga digunakan sebagai alat untuk evakuasi bila terjadi kegawatdaruratan. 

Lepas dari hal tersebut, kamera merupakan barang yang agak sulit kulupakan saat aku melayang di ketinggian. Dan inilah beberapa suguhan foto aerial yang akan kutampilkan. Sayang rasanya hanya menyimpan foto-foto indah ini sendiri di laptopku saja, oleh karena itu aku akan share di blog ku ini. Semoga foto-foto ini bisa membuat kita semakin kagum akan keindahan negeri kita Indonesia. 

Pada seri pertama ini aku akan menampilkan foto-foto udara dari pesisir selatan Pulau Timor.  Lautan biru creamy dan sungai-sungai berdasar batu putih akan mendominasi fotokali ini. Kontur tanah yang kontras dan berbukit-bukit akan menampilkan pemandangan yang sangat sulit dilewatkan, bahkan untuk berkedip pun akan terasa sayang hahaha.

Pantai Kolbano di pesisir Selatan Pulau Timor memang sangat indah dan unik, keunikan dan keindahan nya bisa anda baca di postingan ku tentang Pantai Kolbano di : http://travellermeds.blogspot.com/2011/10/kolbano-white-stone-beach.html

Ok, selamat menikmati seri Aerial Photography ku yang pertama.

Kolbano

Pelita Air

Kolbano
Basecamp Saripari di Tepi Pantai Kolbano
Pesisir Selatan Kabupaten Timor Tengah Selatan, NTT

Flying without wing
Perfect kalau tak ada pantulan kaca heli nya
Oetuke

Kolbano, Fatu'Un

Minggu, 13 November 2011

Fatu Ulan - The Misty Land [Photo gallery]


Fatu Ulan, daerah perbukitan di Kabupaten Timor Tengah Selatan ini memiliki pemandangan layaknya negeri dongeng. Bukit-bukit yang menghijau disertai kabut yang hampir turun setiap hari, dijamin membuat kita takjub akan keindahan negeri kita Indonesia. 

Bagi anda pecinta petualangan, taruhlah nama daerah ini dalam list apabila anda mengunjungi pulau Timor di NTT. Cukup dengan duduk di tepi tebing batu, sambil memandang jauh ke arah padang rumput yang terhampar di bukit,  menyentuh awan, melihat rumah dengan atap rumbia berbaris di kiri kanan jalanan putih yang berkelok. Bagai terlempar ke gambar-gambar buku dongeng pengantar anak-anak terlelap. 

Fatu Ulan adalah sebuah desa yang terletak di Kecamatan Kie, Kabupaten Timor Tengah Selatan yang beribukota di. So'e. So'e sendiri dapat diraih dari Kupang lewat jalur Trans Timor yang menghubungkan Kupang, So'e, Kefamenanu dan Atambua. Kondisi Jalan tersebut cukup baik dengan lama perjalanan 3 jam dari Kupang. So'e terkenal dengan udaranya yang sejuk dan jeruknya yang berwarna orange ala Sunkist. Selain Fatu Ulan, banyak objek wisata menarik lainnya sekitar So'e dan anda juga bisa belanja madu disini. Hotel dan penginapan tersedia di So'e.
Beberapa lokasi jalan yang rawan longsor

Dari So'e, kita masih perlu melanjutkan perjalanan darat selama kurang lebih 3 jam untuk menuju Fatu Ulan. ambil arah ke Niki-niki untuk kemudian berbelok ke arah Kie. Medan kali ini berupa jalan pegunungan yang  rawan longsor di beberapa titik. perlu mobil 4 WD untuk melewatinya. Fatu Ulan emang sulit diakses namun semua akan terbayar lunas ketika anda mulai memasuki Hutan Larangan (Entah mengapa penduduk lokal memanggilnya begitu). Kabut seolah-olah menjadi penguasa daerah tersebut dan enggan beranjak. Nikmatilah kompleks hutan lembab, padang rumput hijau dengan sapi dan kuda yang merumput disana, tebing dan jurang yang terjal, batu-batu putih yang tersusun sebagai pagar ternak, pohon yang meliuk ala bonsai dan selimut kabut yang menjadikannya SEMPURNA 






















Related articles :
Fatu'Ulan the Forbidden Misty Forest
Kolbano, the White Stone Beach
Aerial Photography Part 6 : Nusa Tenggara Timur
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...