Tampilkan postingan dengan label NTT. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label NTT. Tampilkan semua postingan

Rabu, 28 Agustus 2013

Gunung Inerie, Piramid Alam dari Flores


Gunung Inerie adalah salah satu objek wisata yang dimiliki oleh Pulau Flores. Gunnung ini terletak di Kabupaten Ngada dan merupakan objek dominan yang menghiasi horizon di Kampung Bena. Namun spot terbaik untuk melihat gunung ini dari kejauhan ada di Aimere yang terletak di selatan kota Bajawa. Dari sini kita akan melihat Gunung Inerie sebagai piramid dengan sisi yang benar-benar lurus dengan puncaknya yang tajam, Persis gambar gunung sewaktu kita masih SD

Mount Inerie, Flores
Gunung Inerie yang nampak seperti piramid bila dilihat dari Aimere
Aku sendiri tidak ke Aimere saat itu, cukup menyaksikan dari Kampung Bena saja keindahan gunung yang satu ini. Dari Kampung Bena, gunung ini tetap nampak gagah dengan bagian lereng yang sedikit gundul namun semakin di puncak terlihat hutan yang cukup lebat. Lereng gunung ini memang dimanfaatkan penduduk lokal untuk berkebun.

Gunung ini masih aktif dan terakhir meletus tahun 1970 dengan ketinggian 2245 meter. Bila kemarau tiba pada sekitar bulan Juli-Agustus biasanya banyak pendaki yang mencoba menaklukan puncak lancipnya. Katanya sih cukup 3 jam mendaki maka anda dapat tiba di puncak dan menikmati sunrise yang indah di balik perbukitan yang berlapis-lapis (karena kontur Kabupaten Ngada aku perhatikan memang layaknya kertas kusut yang sangat tidak rata). Pendakian bisa dimulai dari Bajawa atau Watumeze dengan memanfaatkan jasa pemandu lokal.

Di puncak, kita akan disuguhkan pemandangan kota Bajawa di barat laut, dan memandang birunya Laut Sawu di selatan gunung ini. 

Gunung Inerie dilihat dari Kampung Bena
Gunung Inerie dilihat dari Kampung Bena
Gunung Inerie dilihat dari Kampung Bena
Kampung Bena, Kabupaten Ngada, Flores-NTT
Kampung Bena, Kabupaten Ngada, Flores-NTT
Kampung Bena, Kabupaten Ngada, Flores-NTT

Related Articles :
Kampung Bena
Yang Unik dan Menarik di Kabupaten Ngada, Flores
Pemandian Air Panas Mengeruda, Soa - Ngada

Selasa, 13 Agustus 2013

Kemah Tabor Mataloko; Ngada - Flores


Hari itu 20 September 2012 aku habiskan seharian full untuk mengunjungi Kabupaten Ngada dari Ende. Perjalanan dimulai dengan mengunjungi objek wisata utama di wilayah ini yaitu Kampung Bena. Perjalanan dilanjutkan dengan makan siang di kota Bajawa (Ibukota Kabupaten Ngada). Selagi matahari masih cukup terik kami tiba di Pemandian air panas Mengeruda di daerah Soa (agak salah timing sih untuk berendam air panas di siang hari). Puas berendam, kami langsung berbalik arah menuju Ende dan menyempatkan diri singgah di Mataloko.

Sebenarnya ada satu objek wisata penting yang ada di Ngada yang kulewatkan, yaitu Taman Laut Nasional Riung 17 Pulau yang terletak di bagian pesisir utara Ngada karena waktu yang tidak memungkinkan. 

Mataloko menjadi tempat persinggahanku yang terakhir hari ini. Kemah Tabor terletak tepat di tepi jalan yang menghubungkan Ende dan Bajawa sehingga seharusnya dilewati baik jika kita naik kendaraan umum atau mobil travel. Apalagi seharusnya bangunan ini mudah dikenali karena megah dan bertingkat. Bangunan ini berdiri kontras di antara sawah-sawah dan padang kering di  sekelilingnya dan sudah mulai tampak dari jarak yang masih agak jauh

Kemah Tabor didirikan tahun 1932. Awal pendiriannya adalah sebagai rumah tinggal para misionaris SVD di Mataloko. Tepat dihadapannya berdiri  : Seminari St. Yohanes Berkhmans - Todabelu yang selesai dibangun tahun 1929. Namun pada tahun 1937 seminari tersebut dipindah ke Ledalero dekat Maumere dengan diresmikannya Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero.

Bangunan megah ini kerap dikenal dengan nama "Rumah Tinggi", karena pada jaman dulu merupakan satu-satunya bangunan berlantai dua di daerah itu. Saat ini Kemah Tabor difungsikan sebagai tempat retret. 

Bangunan ini dikelilingi oleh taman yang terawat sangat baik. di jalan masuknya kita akan disambut deretan pohon berbentuk silinder besar berjajar rapi di kiri dan kanan. Tepat di ujung deretan pohon tersebut kita akan melihat paung dan bangunan Kemah Tabor yang berwarna merah bata yang berbentuk huruf U.

Berhubung lokasi nya yang strategis ditambah bangunannya yang unik dan nilai historisnya, maka Kemah Tabor merupakan salah satu spot menarik untuk dikunjungi di Ngada.  

Deretan pohon berbentuk silinder di sepanjang jalan masuk Kemah Tabor Mataloko
Pintu utama Rumah Retret Kemah Tabor
Bangunan Kemah Tabor dengan U-shape nya
Bagian samping Kemah Tabor

Taman bunga yang terawat di Kemah Tabor Mataloko

Seminari St. Yohanes Berkhmans, Todabelu-Ngada, NTT
Salah satu gunung di sekitar Mataloko

Berfoto di depan Rumah Retret Kemah Tabor, Mataloko-Ngada, NTT



Related Articles :
Ngada : Kampung Bena, Pemandian Air Panas Mengeruda
Sikka : Menjelajah Indahnya Maumere, Patung Maria Bunda Segala Bangsa-Nilo
Komodo : Aerial Photography, Pulau Kanawa
Jadwal Festival Terbaik di NTT

Minggu, 04 Agustus 2013

Yang Unik dan Menarik di Kabupaten Ngada, Flores

Riung 17 islands National Park of Ngada Regency, NTT, Indonesia

Kali ini masih postingan seputar perjalananku menjelajahi pulau Flores dari Maumere ke Pulau Komodo. Setelah melewati Maumere dan Ende, saya menyempatkan satu hari bersama teman-teman dokter PTT Ende untuk mengunjungi Kabupaten Ngada. 

Kabupaten Ngada beribukota di Bajawa dan merupakan salah satu kabupaten termiskin di Indonesia. Tak heran sih, karena tanah di kabupaten ini kering dan nampak seperti lipatan kain kusut karena konturnya yang berbukit-bukit dengan ngarai dalam di antaranya. Nampaknya tak terlalu banyak tanah datar yang bisa dimanfaatkan untuk bertani atau berkebun.

Perjalanan dari kota Ende ke Bajawa memakan waktu sekitar 3 jam dan melintasi Kabupaten Nagekeo yang merupakan kabupaten baru hasil pemekaran dari Kabupaten Ngada. Perjalanan diawali dengan pemandangan pantai berpasir hitam di luar kota Ende yang memanjang di tepi jalan Trans Flores. Setelah itu perjalanan akan sedikit kurang menyenangkan karena kita akan melewati daerah perbukitan dengan jalan berliku dan naik turun. Sesekali kita akan dibuat takjub oleh pemandangan bukit kering, lembah terbentang luas sejauh mata memandang. Flores memang TOP deh untuk urusan view landscape.

Aku menggunakan jasa carter mobil dari Ende untuk trip seharian menuju Bajawa. Harga carternya 600 ribu untuk mobil berkapasitas 5-7 orang termasuk seorang supir sebagai pemandu jalan dan bahan bakar (tahun 2012).

Kabupaten Ngada, walau tampak kering kerontang, namun beken di tingkat Intenasional tuh. Saya justru lebih banyak berpapasan dengan wisatawan asing saat mengunjungi Kampung Bena daripada bertemu turis lokal. Ngada juga beken karena di sini ini juga tercatat beberapa penemuan arkeologis penting seperti fosil gajah purba dan perkakas manusia purba di lembah Soa.

Tak mau kalah dengan sisi daratnya, di pesisir utara Ngada kita bisa mengunjungi salah satu taman laut terindah di Indonesia : Taman Laut Riung 17 Pulau. Sayang saya tak sempat mengunjunginya, karena kurang waktu dan teman-teman seperjalananku sudah pernah kesana.... yahhh nasib deh, setidaknya sedikit terhibur karena sehabis Ngada, aku akan mengunjungi Pulau Komodo sebagai penutup trip Flores ku.

Oiya, jika kita mengunjungi Ngada ada beberapa objek wisata menarik yang wajib untuk dikunjungi. Berikut daftarnya :
  • Kampung Bena, merupakan perkampungan megalitik kuno yang unik di Kabupaten Ngada. Di kampung ini suasana tradisional masih terasa saat memasuki perkampungan yang berjajar rapi dengan batu-batu menhir menjulang di antaranya. Para pria akan sibuk berkebun atau berburu sementara para wanita nampak sibuk menenun kain. Sangat aku rekomendasikan untuk dikunjungi
Bena, traditional and Megalithic Village of Ngada NTT
Kampung Bena, Ngada
Bena, traditional and Megalithic Village of Ngada NTT
Kampung Bena, Ngada, NTT
  • Taman Nasional Riung 17 Pulau. jujur aku melewatkan tempat yang satu ini T.T tapi cerita dari teman-teman tentang keindahan Riung sangat menggoda. Riung merupakan taman laut yang terdiri dari lebih dari 20 pulau kecil yang indah. Diving dan snorkeling merupakan salah satu cara terbaik menikmati taman laut ini. namun bagi yang tidak bisa berenang tidak usah kecewa, pemandangan Riung sendiri luar biasa indah seperti "Tropical Hidden Paradise". Lagi-lagi wisatawan mancanegara nampak cukup dominan berkunjung ke sini.
Riung 17 Islands National Park of Ngada Regency, NTT, Indonesia
Taman Nasional Riung 17 Pulau, Ngada - Flores
  • Pemandian Air Panas Mengeruda di Soa. Flores merupakan salah satu pulau di gugusan ring of fire dan memiliki beberapa gunung berapi. Salah satu buktinya adalah mata air panas di Soa. Kolam air panas alami ini menyediakan spot yang bagus untuk berfoto, dimana alirannya akan berwarna hijau cerah pada musim tertentu karena lumut yang tumbuh. Spot ini juga cocok dikunjungi sore hari untuk bersantai setelah lelah seharian keliling Ngada.
Mengeruda Hot Spring in Soa, Ngada NTT
Mata Air Panas Mengeruda di Soa, Ngada
Mengeruda Hot Spring in Soa, Ngada NTT
Mata Air Panas Mengeruda di Soa, Ngada
  • Aimere. Aimere merupakan nama tempat terbaik untuk menyaksikan Gunung Inerie. Di sini, Gunung Inerie akan berbentuk segitiga dan benar-benar lurus. Sssttt sebenarnya Gunung Inerie juga nampak saat mengunjungi Kampung Bena, cuma kalau mau benar-benar segitiga bentuknya yaa harus ke Aimere.
Mount Inerie viewed from Aimere
Gunung Inerie dilihat dari Aimere
Mount Inerie viewed from Bena Village
Gunung Inerie dilihat dari Kampung Bena
  • Mataloko. Di Mataloko kita akan menemukan bangunan seminari yang bersejarah bagi umat Katolik. Terdapat juga Kemah Tabor Mataloko yang merupakan rumah retret dengan bangunan indah yang kontras dengan rumah-rumah di Ngada pada umumnya.
Mataloko, Ngada Regency
Rumah Retret Kemah Tabor, Mataloko, Ngada
Mataloko, Ngada Regency
Rumah Retret Kemah Tabor, Mataloko, Ngada
Related Articles :
Ngada : Kampung Bena, Pemandian Air Panas Mengeruda, Gunung Inerie, Mataloko

Sikka : Menjelajah Indahnya Maumere, Patung Maria Bunda Segala Bangsa-Nilo
Komodo : Aerial Photography, Pulau Kanawa
Jadwal Festival Terbaik di NTT

Kamis, 01 Agustus 2013

Menjelajah Indahnya Maumere, Flores



Maumere adalah nama sebuah kota di Pulau Flores, dan merupakan ibukota Kabupaten Sikka, NTT. Kota ini dapat diraih dengan penerbangan dari Denpasar selama 2 jam atau  dari Kupang selama 1 jam. Tiba di Bandara Frans Seda aku cukup terkejut karena kota Maumere ternyata cukup besar dan bisa disejajarkan dengan ibukota kabupaten yang cukup maju di pulau Jawa.

Maumere berasal dari Bahasa Ende, dengan asal kata Ma’u yang berarti pelabuhan dan Mere yang berarti besar. yang berawal dari perintah raja Sikka untuk mendirikan sebuah perkampungan dan benteng di pantai yang berada di teluk yang mencekung indah dengan hamparan gugusan pulau yang membentang indah di depannya. 

Kali ini pemandangan bukit gersang ala NTT benar-benar dapat saya lihat di kota ini. Kontras, indah dan artistik. Mengapa aku berkata begitu? karena di Pulau Timor di daerah sekitar kota So'e (yang juga masih NTT), aku malah menyaksikan NTT yang sejuk, dingin, berkabut dangan hutan lumutnya yang mempesona di daerah Fatu'ulan.

Aku menginap di daerah Tanjung di kota Maumere. terletak sedikit di luar kota, namun aku bisa memilih penginapan dengan pemandangan laut dari terasku. Dari kota ke arah tanjung kita akan menyaksikan perpaduan kontras antara sawah yang menghijau dan bukit gundul yang menjulang dipenuhi semak mengering berwarna kekuningan. Indah sekali, seperti lukisan. NTT adalah salah satu Provinsi favoritku di Indonesia.

Di kota Maumere sendiri kita dapat mengunjungi beberapa objek wisata menarik
  1. Bukit Nilo, merupakan nama sebuah bukit tempat patung Bunda Maria berukuran besar terletak. Tinggi total patung tersebut adalah 46 meter dan manghadap ke arah kota Maumere. Dari bukit ini kita dapat melihat kota Maumere terbentang di tepi laut Flores dan merupakan spot terbaik di Maumera untuk menyaksikan matahari terbit.
  2. Taman Laut Teluk Maumere, inilah salah satu alasan para wisatawan asing untuk singgah di Maumere. Maumere beken dengan taman lautnya yang indah. Di daerah Waiara yang terletak 11 km ke arah timur Maumere terdapat beberapa resort dan hotel yang menyediakan perlengkapan untuk snorkeling dan diving. Pantai Waiara merupakan salah satu spot untuk menyaksikan matahari terbenam di Maumere.
  3. Bukit Salib di Tanjung Kajuwulu, susurilah jalanan di pantai utara Maumere ke arah barat. Pemandangan bukit-bukit mengering akan menghias sisi jalan dengan artistik. Jalan di daerah ini memang tidak selalu mulus dan kadang menanjak. kurang lebih 10 kilometer dari kota Maumere kita akan melihat sebuah salib putih bertengger di puncak bukit menghadap laut, itulah Tanjung Kajuwulu. tanjung ini memiliki tepi yang terjal dengan hamparan pantai pasir putih di dasarnya. Naiklah ke Bukit Salib dengan meniti 300 anak tangganya dan anda akan disuguhi pemandangan laut hijau biru terhampar kontras dengan padang gersang.
  4. Gereja Tua Sikka, sebenarnya sudah cukup jauh dari Maumere. Sikka terletak di pesisir selatan Flores, sedang Maumere di pesisir utara. Ada sebuah gereja tua peninggalan Portugis di desa ini yang dibangun pada tahun 1899. Selain gereja tua, Sikka terkenal sebagai daerah pengerajin tenun ikat khas NTT
  5. Paga, terletak cukup jauh dari Maumere, namun anda akan melewatinya bila anda hendak mengunjungi Ende/Kelimutu dari Maumere lewat pesisir selatan. Di Paga terdapat patung Yesus di sebuah bukit dan lagi-lagi kita akan dibuat takjub bila kita memandang pantai Paga dari bukit tersebut.
Letak Maumere, Sikka dan Paga di Pulau Flores
Letak Maumere, Sikka dan Paga di Pulau Flores
Pantung Maria Bunda Segala Bangsa di Bukit Nilo
Jalanan indah menuju Pantai Tanjung Kajuwulu (biasa dikenal dengan "Tanjung" saja)
Pantai Paga dilihat dari Bukit Patung Yesus
    Gereja Tua Sikka
    Padang rumput di Maumere
    Piece of Africa in Maumere
Related Articles :

Kamis, 25 Juli 2013

Maria Bunda Segala Bangsa, Nilo - Maumere


Maumere adalah nama sebuah kota di Pulau Flores, dan merupakan ibukota Kabupaten Sikka, NTT. Kota ini dapat diraih dengan penerbangan dari Denpasar selama 2 jam atau  dari Kupang selama 1 jam. Tiba di Bandara Frans Seda aku cukup terkejut karena kota Maumere ternyata cukup besar dan bisa disejajarkan dengan ibukota kabupaten yang cukup maju di pulau Jawa.

Salah satu objek wisata utama di Maumere adalah Patung Maria Bunda Segala Bangsa yang terletak di bukit Nilo. Mengapa begitu istimewa? Karena Patung Bunda Maria ini berukuran besar, setinggi 28 meter dan berdiri di atas fondasi setinggi 18 meter. Patung dengan berat 6 ton ini berdiri kokoh di atas bukit dan menghadap kota Maumere dan Laut Flores.

Nilo berjarak 16 kilometer dari Maumere. Terletak di Desa Wuliwutik, Kecamatan Nita. Untuk meraihnya biasanya digunakan sepeda motor (yang bisa disewa di Maumere) atau mobil, tak ada angkutan umum menuju ke objek wisata ini. Alternatif lain adalah menggunakan angkutan umum ke arah Ende lalu berhenti di persimpangan tiga menuju Nilo dan naik ojek yang kadang stand by disitu. Masih cukup dalam jalan yang harus ditempuh dari simpang tiga tersebut dan aku sendiri kurang tau berapa tarifnya jika kita menggunakan ojek. 

Walaupun hanya 16 kilometer, namun medan yang berbukit dan jalan yang tak mulus membuat perjalanan untuk sampai di Bukit Nilo bisa memakan waktu 1 jam lebih. Jika kita berkendara dari Maumere, maka akan ada satu persimpangan tiga di kanan jalan untuk menuju bukit Nilo. Saat perjalanan kita akan disuguhi pemandangan perbukitan dan area perkebunan milik warga lokal. jalan cukup aman untuk dilalui walau kita harus berhati-hati karena sebagian tepi jalan berupa tebing yang cukup terjal.

Jika telah tiba di puncak bukit maka kita akan disambut sebuah gerbang dengan toko souvenir rohani di dalamnya. Anda bisa membeli lilin untuk berdoa di toko ini. tepat di hadapan patung berjajar kursi-kursi kayu untuk beribadah. Taman dan area ini tampak dirawat dengan baik. 

Angin yang berhembus semilir, suasana yang tenang dan khusuk menjadikan Bukit Nilo pas sebagai tempat ibadah dan berdoa. Oiya perlu diketahui bahwa penduduk Maumere mayoritas beragama Katolik. Sehingga terdapat banyak tempat ibadah dan bangunan historis berlatar belakang agama Katolik. Beberapa yang cukup terkenal adalah Gereja Tua di Sikka dan Seminari Tua St. Petrus  Ritapiret yang menjadi tempat Paus Yohanes Paulus II bermalam saat mengunjungi Maumere.

Selain berdoa dan ziarah, banyak juga wisatawan yang datang ke tempat ini untuk melihat kota Maumere yang terhampar di tepi Laut Flores. Bukit ini juga merupakan salah satu tempat terbaik di Maumere untuk menyaksikan matahari terbit. Di tempat lainnya terdapat bukit Golgota namun aku tiba terlalu sore dan memutuskan untuk kembali menyusuri jalan perbukitan sebelum langit menjadi gelap.



(In action) Foto-foto di bukit Nilo
Pemandangan kota Maumere dan Laut Flores dari Bukit Nilo
Patung Maria Bunda Segala Bangsa dilihat dari belakang (dari pintu masuk taman)
Patung Maria Bunda Segala Bangsa, Nilo - Maumere
Related Articles :
Lembah Karmel Lembang
All About Flores : Kampung Bena, Pulau Kanawa, Aerial Pulau Komodo

Jumat, 10 Mei 2013

Jadwal Festival Terbaik di NTT


Januari

Upacara Adat Reba
Lokasi: Desa Bena, Kecamatan Aimere, Kabupaten Ngada (Pulau Flores)

Sejenis thanksgiving yang digelar untuk menyambut Tahun Baru, upacara adat Reba biasanya ditandai dengan acara makan ubi dan tarian tradisional Besa Uwi. Ubi, yang disebut uwi, dianggap sebagai sumber kehidupan bagi masyarakat yang hidup di Kabupaten Ngada. Itu sebabnya, pada kesempatan tersebut mereka mempersembahkan lagu untuk memuja ubi, judulnya O Uwi.

Sebelum upacara adat Reba dibuka, mosalaki atau kepala adat dari masyarakat Desa Bena akan menyusun kalender budaya untuk rentang setahun. Ia menyusunnya dalam tempat yang disebutlanu.

Hampir semua masyarakat Kabupaten Ngada ikut merayakan upacara adat Reba. Waktunya bervariasi, ada yang merayakan di pengujung Desember, Januari, dan ada pula yang baru merayakannya pada akhir Februari.

Bijaulungu Hiupaana
Lokasi: Anakalang, Kabupaten Sumba Barat (Pulau Sumba)

Bijaulungu Hiupaana adalah ritual sakral bagi pemeluk Marapu, kepercayaan tua di Pulau Sumba. Upacara tersebut merupakan bentuk ungkapan syukur dan penanda dimulainya musim tanam, sehingga masyarakat mulai menyiapkan perlengkapan bertanam dan benih bagi ladang-ladang mereka.

Februari

Pasola
Lokasi: Desa Lamboya dan Desa Kodi, Kabupaten Sumba Barat (Pulau Sumba)

Tradisi perang kuno pasola adalah bentuk ungkapan syukur masyarakat Sumba atas hasil panen mereka. Kelompok yang berperang terdiri dari orang-orang pilihan. Mereka menunggang kuda yang sudah didekorasi dengan hiasan berwarna-warni, lalu saling melempar tombak kayu sehingga pihak lain terluka. Menurut kepercayaan setempat, darah pemain pasola dipercaya akan menyuburkan tanah. Adapun, pasola biasanya digelar sesudah Festival Bau Nyale – tradisi mencari cacing laut yang setahun sekali muncul pada malam hari hingga subuh.

Pahoru
Lokasi: Bhodo, Kabupaten Sabu Raijua (Pulau Sabu)

Tradisi Pahoru adalah bentuk ungkapan syukur kepada Sang Pencipta, biasanya diikuti pertarungan antar anak laki-laki dan parade kuda. Malam harinya, acara dilanjutkan dengan Padoa – tarian adat yang terkenal di kalangan anak muda setempat. Hiburan Padoa biasa dipertunjukkan di Pantai Bhodo yang berjarak 2 kilometer dari Seba, ibu kota Kecamatan Sabu Barat, Kabupaten Sabu Raijua.

Maret

Prosesi Jumat Agung
Lokasi: Larantuka, Kabupaten Flores Timur (Pulau Flores)

Prosesi yang disebut Semana Santa tersebut digelar mulai dari akhir Maret sampai awal April di Kota Reinha Rosari, Larantuka. Prosesi mengarak Patung Tua Ma atau patung Bunda Maria tersebut diikuti oleh seluruh umat Katolik yang ada di Kota Larantuka dan daerah tetangga. Beberapa umat juga datang dari berbagai penjuru dunia, khusus untuk menyaksikan prosesi yang telah berusia 6 abad itu. Kalau kamu berencana datang untuk melihat langsung prosesi tersebut, jangan lupa juga berkunjung ke desa-desa adat fantastis di sekitarnya seperti Muda Keputu, Kawaliwi, Riang Kemie, Wurek Adonara, dan Kongo.

Pate Baloi
Lokasi: Takpala, Kecamatan Lembor Barat, Kabupaten Alor (Pulau Alor)

Pate Baloi adalah upacara pembukaan musim tanam di Kampung Takpala. Acara tersebut biasa berlangsung pada minggu kedua Maret dan ditandai dengan pemancangan bambu, membelah pinang, dan makan bersama sambil diiringi tarian tradisional Lego-Lego. Lokasi Kampung Takpala tidak jauh dari objek wisata bahari Pulau Pantar.

April

Perburuan Paus
Lokasi: Lamalera, Kabupaten Lembata (Pulau Lembata)

Aksi berburu paus secara tradisional di Lamalera telah berlangsung sejak ratusan tahun lalu. Tradisi peninggalan nenek moyang tersebut biasa berlangsung di sekitar perairan Lamalera saja. Hasil buruan paus akan ditukar dengan jagung, beras, ubi, pisang, dan pangan lain dari masyarakat gunung. Adapun, daging paus dibagikan kepada semua warga kampung, terutama janda dan fakir miskin.

Acara tersebut biasa digelar antara bulan April dan Mei. Selain itu, di sekitar lokasi juga terdapat objek wisata lain yakni pantai berpasir putih di Desa Bean dan museum yang bisa memberikan informasi tentang tradisi berburu paus masyarakat setempat yang berlokasi di Desa Benhading.

Pawai Paskah
Lokasi: Kota Kupang (Pulau Timor)

Pawai Paskah digelar dengan meriah di Kota Kupang. Beraneka kendaraan dengan dekorasi tentang perjalanan Yesus akan memadati jalanan dan selanjutnya berparade keliling kota.

Mei

Bei Mau
Lokasi: Betun, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Belu (Pulau Timor)

Upacara adat dari Desa Betun ini dihadiri oleh banyak suku setempat. Mereka akan berkumpul dalam rumah adat besar, lalu menyembelih ternak. Sepanjang ritual berlangsung, wisatawan juga bisa melihat tarian adat setempat dimana penari menari sambil menabuh sebuah kendang atau lebih terkenal dengan sebutan Tari Likurai.

Bui Ihi Hole
Lokasi: Kabupaten Sabu (Pulau Sabu)

Ungkapan syukur masyarakat atas hasil panen yang baik dirayakan dengan pawai kuda yang diiringi dengan alat musik tradisional seperti gong dan gendang, pembacaan puisi adat, nyanyi-nyanyian rakyat. Setelah Hole selesai, acara dilanjutkan dengan berlayar dengan perahu tradisional, acara perang adat, adu ayam, dan malam hari ditutup dengan Pado’a atau pertunjukkan tari tradisional.

Juni

East Nusa Tenggara Expo, disingkat ENTEX
Lokasi: Kota Kupang (Pulau Timor)

ENTEX adalah pameran yang menampilkan seluruh budaya dan potensi wisata yang ada di Nusa Tenggara Timur. Acara tersebut dihadiri juga oleh pemerintah kabupaten dan peserta lain. ENTEX merupakan kesempatan yang bagus buat kamu yang penasaran dengan budaya masyarakat Nusa Tenggara Timur. Selama pameran berlangsung, digelar pula festival tari tradisional dan penampilan lagu-lagu rakyat.

Balapan kuda
Lokasi: Tanjung Bastian, Kabupaten Timor Tengah Utara (Pulau Timor)

Acara balap kuda rutin digelar di Tanjung Bastian, lebih tepatnya di Kampung Humucu. Selain menyaksikan acara tersebut, kamu juga bisa berkunjung ke desa tradisional Tamkesi, istana tua milik Kerajaan Insana, dan Gua St Mary di Bitauni.

Juli

Festival Kelimutu
Lokasi: Kabupaten Ende (Pulau Flores)

Festival ini digelar di sekitar danau tiga warna Gunung Kelimutu. Selain menampilkan tari-tarian tradisional, wisatawan juga bisa melihat langsung kebudayaan masyarakat setempat.

Hoes Ndeo
Lokasi: Rote Barat Laut, Kabupaten Rote Ndao (Pulau Rote)

Upacara Hoes Ndeo digelar enam hari berturut-turut antara bulan Juli dan Agustus di Desa Boni, berjarak 12 kilometer dari ibu kota Kabupaten Rote Nda, Ba’a. Upacara tersebut dipersembahkan bagi dewa laut. Beberapa pertunjukkan yang bisa disaksikan selama upacara berlangsung antara lain pertunjukkan menunggang kuda, tari tradisional yang diiringi alat musik gong dan kebelai, lagu-lagu rakyat, serta pembacaan puisi adat.

Agustus

Festival Cepi Watu
Lokasi: Kabupaten Manggarai Timur (Pulau Flores)

Festival tahunan ini digelar untuk memperingati HUT kemerdekaan RI. Pertunjukkan adat yang bisa disaksikan selama festival berlangsung antara lain danding, mbata, sae, dan Tari Caci.

Balap kuda
Lokasi: Waikabukbak, Kabupaten Sumba Barat (Pulau Sumba)

Ini adalah balapan kuda kelas nasional yang rutin digelar di Waikabukbak, Kabupaten Sumba Barat.

Pameran Pembangunan
Lokasi: Arena Pameran Fatululi, Kota Kupang (Pulau Timor)

Even tahunan ini biasa diramaikan oleh pengusaha lokal dan pemerintah kabupaten/kota yang ada di Nusa Tenggara Timur.

Pasola
Lokasi: Wewewa, Kabupaten Sumba Barat (Pulau Sumba)

Tradisi ini berawal dari Wanokaka, Loli, dan Kecamatan Wewewa. Digelar keluarga petani sebagai ungkapan syukur atas berlimpahnya hasil panen, pasola yang satu ini biasa berlangsung di tengah-tengah sawah.

September

Loka Po’o
Lokasi: Kabupaten Sikka (Pulau Flores)

Tradisi yang berasal dari daerah Wolowiro, Gaikun, Bu Utara, Bu Selatan, Renggarasi, Nduaria, Detumbingga, dan kampung adat Woloata di Kecamatan Paga tersebut digelar untuk menyambut musim tanam padi. Dengan digelarnya Loka Po’o, masyarakat berharap hasil panen padi mereka berlimpah.

Festival Panen Kacang Hijau
Lokasi: Kabupaten Lembata (Pulau Lembata)

Upacara sakral ini digelar untuk mengenang arwah nenek moyang. Sepanjang upacara, berlangsung pertunjukkan lagu rakyat dan puisi yang diiringi permainan gong dan gendang.

Rote Open International Surfing
Lokasi: Nembrala dan Boa, Kabupaten Rote Ndao (Pulau Rote)

Even selancar internasional tersebut digelar di Pantai Nembrala yang terkenal akan ombaknya yang menantang dan pantai pasir putihnya yang indah.


Oktober

Festival Nusak Sasando
Lokasi: Ba’a, Kabupaten Rote Ndao (Pulau Rote)

Festival Nusak Sasando digelar untuk mempertunjukkan keindahan bunyi alat musik sasando, sejenis harpa tradisional yang berasal dari Pulau Rote.

Nggua Uwi, Joka Ju, dan Teas Wela
Lokasi: Detusoko, Kabupaten Ende (Pulau Flores)

Digelar di Desa Detusoko, upacara adat tersebut berfungsi sebagai syukuran untuk musim tanam dan upacara tolak bala dari segala bentuk kemalangan.

Upacara Riput
Lokasi: Tabundung, Sumba Timur (Pulau Sumba)

Upacara Riput digelar di Desa Tabundung. Dalam upacara tersebut, wisatawan bisa melihat langsung proses pembuatan tenun ikat yang menurut sejarah berasal dari India kuno. Saat ini, tenun ikat tersebut menjadi kain tradisional bagi masyarakat setempat.

November

Wulla Poddu
Lokasi: Sumba (Pulau Sumba)

Upacara adat untuk menyambut bulan suci bagi pemeluk Marapu ini biasa digelar dengan acara sembelih ayam. Masing-masing kepala suku dari para penganut Marapu akan mewakili acara penyembelihan tersebut.

Wulla Poddu yang dikenal juga dengan nama Bulan Pemeli berlangsung selama 30 hari di bulan November.

Turnamen Mancing Internasional

Lokasi: Kabupaten Sumba Barat (Pulau Sumba), Kabupaten Kupang (Pulau Timor), Kabupaten Rote Ndao (Pulau Rote)

Turnamen ini digelar di tiga lokasi antara lain di perairan Kabupaten Sumba Barat, Pantai Tablolong Kupang, dan berakhir di Rote Ndao. Kompetisi mancing internasional diikuti peserta dari dalam negeri dan luar negeri.

Desember

Toja Bobu
Lokasi: Lela, Kabupaten Sikka (Pulau Flores)

Toja Bobu merupakan pertunjukkan sendratari tradisional yang bercerita tentang Putri Raja Prinseja yang dilamar saudagar Portugis bernama Maskadar.

Sumber: East Nusa Tenggara Tourism Book/indonesia.travel


Related Articles :

Rabu, 01 Mei 2013

Aerial Photography Part 11 : Komodo National Park


Nusa Tenggara Timur adalah Provinsi di Indonesia yang tak pernah gagal dalam membuatku terkagum saat mengunjunginya. Bentang alamnya dengan pemandangan spektakuler, kekayaan budaya dan perjalanan untuk menjelajahinya yang kaya petualangan membuat aku tanpa ragu menobatkannya menjadi Provinsi favoritku di Indonesia.

Di ujung barat provinsi ini kita akan menemukan salah satu magnet wisata provinsi ini yang telah terkenal di tingkat internasional. Taman Nasional Komodo (Komodo National Park) pada tahun 2009 dinobatkan menjadi salah satu dari "New Seven Wonders of Nature" karena terpilih secara voting dengan suara terbanyak.

Taman Nasional Komodo terletak di Kabupaten Manggarai Barat yang beribukota di Labuan Bajo. Jika kita menggunakan pesawat untuk mencapai Labuan Bajo, maka kita akkan disambut dengan pemandangan luar biasa sesaat sebelum kita landing di Bandar Udara Komodo di Labuan Bajo.

Perpaduan pulau yang kering kecoklatan ala NTT berpadu dengan warna aquamarine dari lautnya akan terhampar jelas. Ditambah lagi saat itu kita akan terbang rendah karena memang beberapa saat lagi pesawat akan landing, sehingga semua tampak jelas, dekat dan menggoda untuk disinggahi.

Taman Nasional Komodo dikenal sebagai habitat asli hewan komodo. Secara umum terdapat 3 pulau utama yang membentuk Taman Nasional ini beserta beberapa pulau kecil lainnya. 3 pulau utama tersebut yaitu Pulau Komodo, Rinca dan Padar. 

Pada tahun 1980 taman nasional ini didirikan untuk melindungi komodo dan habitatnya. Di sana terdapat 277 spesies hewan yang merupakan perpaduan hewan yang berasal dari Asia dan Australia, yang terdiri dari 32 spesies mamalia, 128 spesies burung, dan 37 spesies reptilia. Bersama dengan komodo, setidaknya 25 spesies hewan darat dan burung termasuk hewan yang dilindungi, karena jumlahnya yang terbatas atau terbatasnya penyebaran mereka.

Selain itu, di kawasan ini terdapat pula terumbu karang. Setidaknya terdapat 253 spesies karang pembentuk terumbu yang ditemukan di sana, dengan sekitar 1.000 spesies ikan. Keindahan terumbu ini menarik minat wisatawan asing untuk berenang atau menyelam di perairan ini.

Pada postingan berikut aku akan membahas tentang objek wisata yang kudu dan wajib kita singgahi saat berada di Komodo. Cukup banyak nih daftarnya soalnya. 

Sebagai pendahuluan, mari duduk santai sambil menikmati foto-foto aerial yang kuambil dari dalam pesawat sebelum landing di Labuan Bajo. Dari foto tersebut, kita tak akan heran mengapa Komodo layak menjadi salah satu dari New Seven Wonder of Nature.

The Komodo dragon (Varanus komodoensis), also known as the Komodo monitor, is a large species of lizard found in the Indonesian islands of Komodo, Rinca, Flores, Gili Motang, and Padar.[4] A member of the monitor lizard family (Varanidae), it is the largest living species of lizard, growing to a maximum length of 3 metres (10 ft) in rare cases and weighing up to around 70 kilograms (150 lb).[5][4] Their unusual size has been attributed to island gigantism, since no other carnivorous animals fill the niche on the islands where they live.

La isla de Komodo es una pequeña isla de Indonesia ubicada en las islas menores de la Sonda. Es famosa por albergar a los dragones de Komodo. Administrativamente, pertenece a la provincia de Nusatenggara Oriental. [editar]Geografía  Komodo se encuentra entre la isla de Sumbawa al oeste y la de Isla de Flores al este. Tiene una extensión de 390 km². La isla pertenece al Cinturón de Fuego del Pacífico y es por lo tanto de origen volcánico. Su punto culminante es el monte Satalibo (Gunung Satalibo), de 735 m de altitud.

Le Parc national de Komodo se trouve en Indonésie, dans les Petites Îles de la Sonde, à la limite des provinces des petites îles de la Sonde occidentales et des petites îles de la Sonde orientales. Le parc national comprend les trois grandes îles de Komodo, Rinca et Padar, ainsi que de nombreuses autres plus petites. La superficie totale du parc est de 1 817 km², pour une superficie terrestre de 603 km².


Komodo liegt in der Kette der Kleinen Sundainseln zwischen den größeren Nachbarinseln Sumbawa im Westen und Flores im Osten. Im Süden erstreckt sich die Sumbastraße und die Sawusee mit der Insel Sumba, im Norden die Floressee. Zusammen mit kleineren vorgelagerten Inseln ist Komodo ein Teil des Nationalparks Komodo, zu dem jenseits der Lintah-Meeresstraße die Inseln Padar und Rinca gehören. Bekannt ist der hier beheimatete Komodowaran. Die Gewässer um die Insel sind ein beliebtes Tauchrevier.




Komodo é uma ilha da Indonésia, famosa por ser o habitat do dragão-de-komodo. Komodo está situada em 8.55° S, 119.45° E. Tem cerca de 390 km² de área e cerca de 2000 habitantes. Muitos habitantes descendem de antigos presos que foram exilados, e que se misturaram com os Bugis de Celebes. A maioria da população pratica o Islão.

Bandar Udara Komodo, Labuan Bajo, Manggarai Barat

Komodo (indonesiano: Pulau Komodo) è un'isola dell'Indonesia, situata nel Mar di Flores, che fa parte delle Piccole Isole della Sonda. Ha una superficie di 390 km² e oltre 2.000 abitanti. Dal punto di vista amministrativo Komodo è parte della provincia di Nusa Tenggara Orientale. Geograficamente Komodo giace fra le grandi isole di Sumbawa (da cui è separata dallo Stretto di Sape), ad ovest, e di Flores, ad est. A sud si trova lo Stretto di Sumba che la separa dall'Oceano Indiano, mentre ad est si trova la più piccola isola di Rinca. Komodo ha una lunghezza di 30 km per una larghezza massima di 16 km, lo sviluppo costiero è di 158 km e le colline raggiungono un'altezza massima di 825 metri sopra il livello del mare. L'originale vegetazione, costituita da foresta equatoriale, è stata in gran parte sostituita da palme e una disordinata boscaglia.


Related Articles :
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...