Tampilkan postingan dengan label Museum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Museum. Tampilkan semua postingan

Minggu, 05 Juni 2016

I Amsterdam, Rijksmuseum


Rijksmuseum adalah tempat yang wajib dikunjungi kalau kita ke (selain red-light distict :p dan kanal-kanal di Amsterdam yang indah). Rijksmuseum sendiri artinya adalah Museum Negara dan merupakan museum yang paling sering dikunjungi oleh wisatawan di Belanda dan tergolong museum yang paling ramai dikunjungi di dunia sekali pun. 

Di Amsterdam, terdapat sebuah area tempat museum-museum berkumpul, diantaranya Rijksmuseum, Van Gogh museum, Diamond museumdan museum- useum itu mengelilingi museum square. Di museum square terdapat spot foto "I Amsterdam" yang laris menjadi objek foto-foto.

Rijksmuseum seharusnya masuk dalam daftar tempat yang harus dikunjungi ketika melancong di Belanda. Museum ini dibuka setiap hari sepanjang tahun untuk pengunjung mulai jam 9 pagi hingga jam 5 sore. Harga tiket masuk untuk dewasa adalah 17,50 Euro sedangkan untuk anak mulai 18 tahun ke bawah gratis. Tiket dapat dibeli di konter yang tersedia di museum ataupun dapat dibeli secara online melalui situs milik Rijksmuseum.

Rijksmuseum dapat diraih dari Central Station Amsterdam dengan menggunakan tram jalur 2 dan 5 lalu turun di Hobbemastraat. Atau jalur 6, 7, atau 10 dan turun di Spiegelgracht. 

 




Rabu, 12 Juni 2013

Perth Swan Bell Tower


Jika Sydney terkenal dengan Opera House nya, maka Perth memiliki Swan Bell Tower. Sebuah bangunan relatif baru di tepi Swan River dengan desain yang unik yang terletak tepatnya di Barrack Street Jetty.

Swan Bell Tower mulai dibangun pada November 1999 dan selesai pada tahun 2001. Bangunan setinggi 82,5 meter ini menyimpan koleksi bel diantaranya 12 bel St. Martin-in-the-Fields yang berasal dari abad ke 14. Swan Bell tower memiliki 6 lantai, dan di lantai tertingginya terdapat observation deck yang merupakan salah satu spot terbaik untuk melihat Perth City Skyline dan Swan River.

Sesuai namanya (Bell Tower), maka pada kita dapat mendengar lonceng-lonceng tersebut dibunyikan berdentang dengan variasi bunyi bel yang mengikuti pola kuno.

Full Bell Ringing
MondayNoon - 1pm(12:00pm - 13:00pm)
TuesdayNoon - 1pm(12:00pm - 13:00pm)
ThursdayNoon - 1pm(12:00pm - 13:00pm)
SaturdayNoon - 1pm(12:00pm - 13:00pm)
SundayNoon - 1pm(12:00pm - 13:00pm)

Namun untuk masuk ke dalam Swan Bell Tower kita dikenakan tarif masuk yang menurutku MAHAL. Untuk berkeliling di bangunan yang tak terlalu besar dan melihat koleksi bel nya kita dikenakan biaya masuk 14 AUD. Untuk kantong Asia sih lumayan banget berasanya, tapi memang standard entrance fee untuk objek wisata berbayar di Australia ya segitu. Aku sih memilih tidak masuk dan cukup puas berfoto dari bagian luarnya saja yang unik.

Swan Bell Tower juga kadang digunakan sebagai tempat resepsi pernikahan oleh warga Perth. Sisi romantisnya dapat terlihat dari deretan rantai besi yang digantungi ratusan "Love Locks" ala Korea. Pada gembok-gembok tersebut terukir nama kedua pasangan dan setelah memasangnya mereka membuang kuncinya dengan harapan cinta mereka akan abadi dan tak terpisahkan.

Letaknya yang tak jauh dari dermaga menjadikan Swan Bell Tower akan sering terlihat bila anda memanfaatkan feri sebagai alat transportasi anda. Feri dari sini melayani rute untuk tujuan ke Rottnest Island atau ke South Perth.











Related Articles :
Busselton, The Longest Wooden Jetty on Southern Hemisphere
Caversham Wildlife Park of Perth

Kamis, 29 November 2012

Phnom Penh, Kamboja

National Museum of Cambodia
Aku berkesempatan mengunjungi Kamboja pada bulan Februari 2012.
Selain Angkor Wat, aku kurang mendapat bayangan lain tentang apa yang harus kami kunjungi, nikmati dan saksikan selama 6 hari kunjungan kami di Kamboja.

Saya memasuki Kamboja lewat jalur darat dari Vietnam. Saya memesan Sopaco Bis (seperti beberapa rekomendasi dari internet) untuk melakukan perjalanan lintas negara dari Ho Chi Minh City (HCMC) menuju Phnom Penh selama 6 jam. Bis-bis tersebut dapat dengan mudah kita reservasi di Pham Ngu Lao Area (Distric 1) di kota HCMC. Seingat saya harganya sekitar 12-15 USD dengan banyak pilihan jam keberangkatan, namun saya sarankan untuk reservasi dulu sehari sebelumnya.

Vietnam, jika anda lihat di peta akan nampak seperti pita yang tidak terlalu lebar. Sehingga saat perjalanan belum sampai 2 jam kita telah tiba di pos imigrasi antara Vietnam dan Kamboja. Semua penumpang harus turun tanpa kecuali untuk mengurus proses imigrasi. Diperlukan 25 USD sebagai biaya visa untuk memasuki Kamboja, namun untungnya itu tidak berlaku bagi Negara-negara Asia Tenggara (termasuk Indonesia :) ).
Moc Bai Immigration Check Point of Vietnam
Begitu memasuki Kamboja, pemandangan sawah-sawah yang sedikit mengering menjadi penghias pemandangan di jendela bis. Namun ada satu simbol khas berulang-ulang pada tiap kuil yang kami lewati sepanjang jalan yaitu patung Ular kobra berkepala tujuh. Simbol tersebut akan mudah nantinya ditemui di setiap penjuru Kamboja, mulai dari Phnom Penh, Siem Riep dan Angkor Wat.
First step in Phnom Penh 


Sore hari akhirnya kami tiba di Phnom Penh.
Phnom Penh kurang memberikan first impression yang unik bagiku. Layaknya kota besar, namun kita bisa menemui beberapa sisi etnik dari kota ini dengan adanya kompleks Royal Palace dan Wat Phnom di pusat kotanya. Yang unik adalah kota ini dibelah oleh sungai-sungai besar (Sungai Mekhong, Bassac dan Tonle Sap) dengan riverside yang cukup panjang dan nyaman untuk jogging di sore hari di daerah Sisowath Road.

Angkor Wat tidak terdapat di kota ini, melainkan di Siem Reap. Namun saya akan berikan beberapa panduan tentang apa yang harus anda kunjungi dan lakukan bila anda mengunjungi kota ini.

Pertama; Wat Phnom merupakan Kuil yang wajib anda kunjungi di kota ini. Legenda Lady Penh akan membawa anda ke asal usul nama kota Phnom Penh dan riwayat sejarah kota Phnom Penh.
Wat Phnom
Wat Phnom
Kedua; Kunjungilah Royal Palace yang anggun dan National Museum walau harga tiketnya sedikit merampok.
Royal Palace
Ketiga; penasaran dengan sejarah kelam Kamboja di bawah pemerintahan Pol Pot? Maka kunjungan ke Tuol Sleng menjadi pilihan tepat. Di Tuol Sleng, kita dapat melihat bagaimana gedung sekolah diubah menjadi rumah tahanan dan tempat penyiksaan bagi orang yang dicurigai melakukan pemberontakan dan pengkhianatan. 

Jika anda memiliki waktu lebih, kunjungilah Choen Ek. Disana anda akan melihat satu pohon tempat bayi-bayi dihantamkan sampai meninggal dan tempat pembantaian massal selama era Pol Pot. Seram? jika begitu, cukuplah anda mengunjungi Tuol Sleng.

Tuol Sleng Genocide Museum, an Unesco World Heritage Site
Bacalah dengan seksama peraturan tahanan di Tuol Sleng ini 
Keempat; Russian Market alias Psar Toul Tom Poung adalah tempat yang sayang dilewatkan bila anda mengunjungi Phnom Penh. Di tempat ini anda dapat menemukan barang branded dengan cacat minimal atau sisa ekspor dengan harga kaki lima. Keluarkanlah segenap kemampuan anda dalam menawar barang agar mendapat harga terbaik di pasar ini.

Kelima; kunjungilah Phnom Penh Night Market yang terletak di sebuah lapangan sekitar riverfront. Kali ini saat nya berburu oleh-oleh khas Kamboja. Jangan sampai anda melewatkan untuk membeli Scarf sutra dengan gambar Angkor Wat di tempat ini. Jangan lupa menawar dengan cukup kejam di tempat ini. Oiya, Kamboja menerima USD sebagai alat bayar (selain Riel Kamboja) dengan nilai konversi rata-rata yang hampir sama (1 USD = 4000 Riel) sehingga tidak perlu anda terlalu banyak menukar dolar anda ke Riel, karena akan susah menukar kembali jika anda memiliki sisa Riel Kamboja.


Phnom Penh Night Market
Keenam; Jika anda termasuk orang yang tergila-gila dengan shopping, maka Central Market dan Soria Mall mungkin menjadi tempat menarik untuk anda. Central Market kurang lebih serupa dengan Ben Thanh Market di HCMC, dan Soria Mall terletak tak seberapa jauh dari Central Market.

Central Market Interior
Berjalan sore hari/Jogging menyusuri Bassac River sepanjang jalan Sisowath bisa menjadi pilihan selanjutnya. Selain itu, diperlukan sedikit rasa penasaran dan jiwa petualangan untuk menikmati kota ini. Jika anda telah puas menikmati Phnom Penh, pergilah menuju Siem Reap dimana tersembunyi warisan utama Kamboja "The Kingdom of Wonder", yaitu Angkor Wat.

Royal Palace
Related Articles :
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...