Tampilkan postingan dengan label Taman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Taman. Tampilkan semua postingan

Rabu, 12 Juni 2013

Perth Swan Bell Tower


Jika Sydney terkenal dengan Opera House nya, maka Perth memiliki Swan Bell Tower. Sebuah bangunan relatif baru di tepi Swan River dengan desain yang unik yang terletak tepatnya di Barrack Street Jetty.

Swan Bell Tower mulai dibangun pada November 1999 dan selesai pada tahun 2001. Bangunan setinggi 82,5 meter ini menyimpan koleksi bel diantaranya 12 bel St. Martin-in-the-Fields yang berasal dari abad ke 14. Swan Bell tower memiliki 6 lantai, dan di lantai tertingginya terdapat observation deck yang merupakan salah satu spot terbaik untuk melihat Perth City Skyline dan Swan River.

Sesuai namanya (Bell Tower), maka pada kita dapat mendengar lonceng-lonceng tersebut dibunyikan berdentang dengan variasi bunyi bel yang mengikuti pola kuno.

Full Bell Ringing
MondayNoon - 1pm(12:00pm - 13:00pm)
TuesdayNoon - 1pm(12:00pm - 13:00pm)
ThursdayNoon - 1pm(12:00pm - 13:00pm)
SaturdayNoon - 1pm(12:00pm - 13:00pm)
SundayNoon - 1pm(12:00pm - 13:00pm)

Namun untuk masuk ke dalam Swan Bell Tower kita dikenakan tarif masuk yang menurutku MAHAL. Untuk berkeliling di bangunan yang tak terlalu besar dan melihat koleksi bel nya kita dikenakan biaya masuk 14 AUD. Untuk kantong Asia sih lumayan banget berasanya, tapi memang standard entrance fee untuk objek wisata berbayar di Australia ya segitu. Aku sih memilih tidak masuk dan cukup puas berfoto dari bagian luarnya saja yang unik.

Swan Bell Tower juga kadang digunakan sebagai tempat resepsi pernikahan oleh warga Perth. Sisi romantisnya dapat terlihat dari deretan rantai besi yang digantungi ratusan "Love Locks" ala Korea. Pada gembok-gembok tersebut terukir nama kedua pasangan dan setelah memasangnya mereka membuang kuncinya dengan harapan cinta mereka akan abadi dan tak terpisahkan.

Letaknya yang tak jauh dari dermaga menjadikan Swan Bell Tower akan sering terlihat bila anda memanfaatkan feri sebagai alat transportasi anda. Feri dari sini melayani rute untuk tujuan ke Rottnest Island atau ke South Perth.











Related Articles :
Busselton, The Longest Wooden Jetty on Southern Hemisphere
Caversham Wildlife Park of Perth

Rabu, 05 Juni 2013

Caversham Wildlife Park of Perth



Salah satu misi yang aku emban saat mengunjungi Perth-Australia adalah menemui sang maskot : Koala dan Kanguru. Berawal dari misi tersebut, maka pilihan tepat jatuh ke Caversham Wildlife Park. Terletak tak jauh dari pusat kota Perth, 18 km ke arah timur laut, dan dapat dicapai dalam 25 menit perjalanan menggunakan mobil. 

Di Caversham Wildlife Park kita dapat menemui binatang-binatang unik khas Australia seperti Koala, Kanguru, Wombat, Wallabi, Possum, Kookaburra, Tamanian Devil dan banyak lagi. Sebagian memang terkurung dalam kandang-kandang, namun beberapa di antaranya dibiarkan berkeliaran bebas dan bisa kita sentuh langsung.

Kita juga bisa menonton beberapa show terjadwal yang menarik. Yang paling ditunggu adalah "Meet the Wombat and Friends" dimana kita bisa melihat binatang-binatang khas Australia itu beratraksi dan ditutup dengan foto bersama mereka. Show lainnya adalah "Molly's Farm Show" yang cocok bagi anak-anak untuk berinteraksi dengan hewan-hewan peternakan. "Farm Show" juga hal yang sayang dilewatkan, karena kita bisa melihat atraksi mencukur bulu domba yang cepat banget, cara menggunakan pecut, memerah susu dan beberapa atraksi unik lain. 

Farm Show
Molly's Farm, Caversham Wildlife Park
Meet the Wombat and Friends Show
Dan kini giliran sang primadona,. Koala dan Kanguru tentunya menjadi favorit bagi banyak orang yang berkunjung ke Caversham. Untuk melihat kanguru disini dijamin puas deh, karena disediakan area tersendiri yang cukup luas dimana berbagai jenis kanguru dapat kita lihat, sentuh dan beri makan. Jinak kok dan gak jago tinju (kayak di film kartun gitu).

Kanguru bergelimpangan dimana-mana
kasih makan si Bos
Kanguru Putih
Kanguru Putih
Koala menghuni area tersendiri yang tertutup. Posenya : Tidur di cabang pohon dengan susunan daun eucalyptus sekelilingnya. Ternyata susah untuk berpose dengan Koala saat ia buka mata karena Koala termasuk binatang nokturnal yang aktif pada malam hari. Dan parahnya lagi jam tidurnya yang boros banget; seekor koala tidur antara 16-20 jam per hari. Jadi harus beruntung untuk nunggu dia bangun, ngulet, melek dan pindah sebentar untuk pindah tempat tidur demi mendapat pose Koala dengan mata terbuka di siang hari :p

Oiya dilarang pegang daun eucalyptus disini, karena koala sensitif terhadap bau-bauan dan dia tidak mau lagi makan daun eucalyptus yang sudah pernah disentuh orang. Hal lain adalah kalau pegang koala harus dengan punggung tangan bukan dengan telapak tangan (gak tau sih kenapa alasannya tapi itu instruksinya)

Ngumpet + Tidur pas diajak foto
Si Unyu yang doyan tidur
Salah satu selebriti di Caversham Wildlife Park : KOALA
Harga tiket masuk ke Caversham Wildlife Park sebesar 24 AUD (sekitar 240 ribu). Sedikit mahal memang, namun perlu kita tahu bahwa taman ini adalah murni milik swasta yang mandiri tanpa disokong pemerintah. Hitung-hitung memberi makan binatang tadi dan memastikan mereka terawat dengan baik dengan uamg tiket yang kita bayarkan.


Golden Bushtail Possum


Blue-winged Kookaburra, Kookaburra merupakan salah satu burung khas Australia
Baby Quoll, Jenis Marsupial Pemakan Daging
Kakaktua lainnya yang khas Australia
Blue Tongued Skink, Kadal unik berlidah biru
Frogmouth Bird; Ini burung apa kodok?
Caversham Wildlife Park
"Meet The Wombat" Show
Related Articles :
Busselton Jetty, Dermaga Kayu Terpanjang di Belahan Bumi Selatan
Spring on Perth
Perth Swan Bell Tower

Sabtu, 20 April 2013

Tutong, Brunei : Taman Seri Warisan Emas


Taman Seri Warisan Emas adalah nama sebuah taman yang terletak di tengah kota Tutong. Letaknya memang cukup strategis yaitu diantara Kawasan Bukit Bendera dan Dewan Seri Kenangan, namun kadang terlewatkan karena sedikit masuk dari tepi jalan. Taman ini merupakan salah satu landmark dari kota Tutong selain "Keris Monument" di Batu Bendera.

Keris Monument, Tutong yang terletak di depan gedung RTB  Brunei
Taman ini dibangun pada tahun 2006 sebagai persembahan ulang tahun Sultan Hassanal Bolkiah yang ke 60 dari penduduk Tutong. Namun walaupun masih tergolong baru, taman ini nampak kurang terawat. Walaupun demikian yaaa masih cukup bagus untuk dijadikan tempat untuk berfoto di Tutong.

arca di Taman Seri Warisan Emas, Tutong, Brunei Darussalam
Monumen di Taman Seri Warisan Emas, Tutong, Brunei Darussalam
Monumen yang terdapat di taman ini memiliki makna tersendiri.
Sebuah Globe dangan menonjolkan peta Negara Bagian Tutong dikelilingi angka "60" melambangkan Negara Brunei Darussalam yang aman, makmur di bawah perlindungan dan senantiasa berkidmat pada Allah. Angka 60 menunjukan maksud pendirian monumen ini sebagai peringatan ulang tahun Sultan yang ke-60.

Satu set alat musik "Gulingtangan" (Gamelan dalam bahasa Indonesia) melambangkan kekayaan khazanah seni budaya rakyat yang menggambarkan keelokan dan kehalusan budaya Brunei

Replika Beduk, Tekiding, Lasok dan Nyiru di Taman Seri Warisan Emas; Tutong - Brunei Darussalam
Di bagian belakang terdapat replika "Beduk" yang menjadi perlambang hubungan rakyat dalam perkembangan syiar agama Islam di masa lampau. Terdapat juga replika "Tekiding", "Lasok" dan "Nyiru" yang menunjukan kekayaan seni kerajinan tangan yang sekaligus berguna untuk mengolah padi sebagaimata pencaharian utama masyarakat yang menunjang kemantapan ekonomi negara.



Tutong brunei
Fotoku di Tutong, Brunei Darussalam, Januari-Februari 2012
Related Articles :

Sabtu, 09 Februari 2013

Chinese Garden, Singapore


pagoda in chinese garden

Singapura adalah salah satu negara di Asia yang penduduknya didominasi oleh orang Tionghoa. Sehingga tak heran jika kita akan merasakan suasana oriental yang kental di Singapura. Mulai dari makanan, bahasa, dan arsitektur. Di Singapura, kita bisa menemui pula taman berkonsep oriental yang cantik lengkap dengan pagoda-pagodanya dan ornamen khas negeri tirai bambu yang dikenal dengan Chinese Garden.

Chinese Garden adalah taman yang cukup luas di daerah Jurong. Selain Chinese Gaarden, kita juga dapat mengunjungi Japanese Garden yang memang terletak bersebelahan. Taman ini mudah diraih karena letaknya yang dekat dengan Stasiun MRT Jurong East.

Taman ini didesain oleh arsitek asal Taiwan yang mencontoh kebun ala oriental yang ciri khasnya tetap mempertahankan unsur natural. Kesan Singapura yang padat, kompak seolah terlupakan bila kita berkunjung ke tempat ini, karena luas taman ini mencapai 13,5 hektar dan tertata dan  terawat dengan baik.

Walau tempat ini tak seterkenal Marina Bay, Orchard Road atau Sentosa Island; namun tetap rekomended untuk dikunjungi. Kita pun tak perlu merogoh kocek untuk biaya masuk karena semuanya gratis.
Beberapa hal menarik yang menjadikan taman ini layak direkomendasikan adalah adanya
  •  Sebuah pagoda bertingkat tujuh
  •  Sepasang pagoda kembar yang terletak di tepi danau 
  •  Taman bonsai yang memiliki koleksi bonsai yang berusia ratusan tahun
  • White Rainbow Bridge yang meniru jembatan di Summer Palace Beijing
  • Japanese Garden
  • Garden of Abundance dimana terdapat patung dari 12 zodiak China
  • Stone Boat and Tea house dimana kita bisa menikmati secangkir teh di tepi danau


Garden of Abundance





Pagoda bertingkat tujuh

Chinese House


Kung Fu Tzu statue

chinese garden singapore
White Rainbow Bridge




Happy Chinese New Year 
February 10th, 2013 
-Year of the Water Snake- 
Gong Xi Fa Cai
Related Articles :
My South East Asia Tour on February 2012 (BruneiIndonesiaSingaporeThailandVietnamKambojaMalaysia)
Gong Xi Fa Cai 2012
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...