Tampilkan postingan dengan label NTB. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label NTB. Tampilkan semua postingan

Kamis, 19 Januari 2012

Aerial Photography Part 4 : Nusa Tenggara Barat


Ladang Garam di Kota Bima
Satu lagi seri Aerial Photography-ku : Nusa Tenggara Barat.

Aku berkesempatan mengunjungi NTB dalam kaitan tugas sebagai dokter pada proyek eksplorasi tambang di daerah Humpaleu, Kabupaten Dompu, NTB. Lokasi tambang tersebut terletak ditengah-tengah lebatnya hutan dan memerlukan waktu 8 jam dengan berjalan kaki menuju lokasi tersebut. Jalan raya belum menyentuh rimbunnya salah satu kawasan hutan di Pulau Sumbawa ini. Hutan ini merupakan tempat tinggal lebah-lebah madu yang menjadikan Pulau Sumbawa terkenal dengan madunya. 

(Baca postingan blog ku yang lain : In the Middle of Honey Forest).

Berhubung akses yang masih tertutup, maka dipilihlah "Si Capung Terbang" sebagai angkutan umum untuk mengangkut baik personel, logistik, mesin-mesin, material tambang yang akan dianalisa, bahkan kerbau!!! Kerbau itu digunakan untuk syukuran sebelum proyek dimulai untuk menghormati adat istiadat penduduk lokal. Kerbau itu beruntung pernah merasakan terbang dengan helikopter walau akhirnya bernasib naas pada sebilah parang. Kesempatan emas tersebut juga pernah dirasakan oleh ayam, wortel, karung beras, botol kecap, detergen dan perlengkapan lainnya yang merasakan terbang dengan Helikopter -ala Pak Presiden yang sedang memantau kondisi lalu lintas/banjir tahunan di Jakarta-.

Aku pun bernasib seberuntung botol kecap dan wortel tersebut yang merasakan terbang dari Hu'u ke Humpaleu maupun dari Hu'u ke kota Bima (Hu'u adalah nama desa tempat basecamp kami berada). Sehingga terciptalah Aerial Photography Part 4 : Nusa Tenggara Barat.


Humpaleu Forest, Kabupaten Dompu.
Humpaleu Forest & Indian Ocean

Humpaleu Forest, Dompu
Daerah yang gundul adalah tempat kami melakukan drilling untuk mengambil sampel batuan untuk analisa kandungan mineral.
My Camp, in the middle of forest
Hu'u
Angkot terbang jurusan Hu'u village - Humpaleu forest
a View between Dompu and Bima
Related Articles :

Sabtu, 31 Desember 2011

Berburu Ombak dan Angin di Lakey Beach, NTB


Lakey Beach, Nusa Tenggara Barat




Lakey Peak Beach, Sumbawa
KABUPATEN DOMPU punya Pantai Lakey yang terkenal di kalangan peselancar dunia. Setiap Bulan Maret hingga Agustus, pantai yang terletak di Desa Hu’u ini dipenuhi wisatawan yang punya minat khusus di olahraga surfing dan wind surfing. Mereka memang sengaja datang memburu ombak dan angin. 

Biasanya dari Bali mereka bertolak menuju Lombok, kemudian beralih ke Sumbawa. Intinya mengikuti kemana arah ombak yang diinginkan akan terwujud. 

Setelah Bom Bali beberapa tahun lalu, Pantai Lakey sempat sepi pengunjung. Wisatawan Australia yang rajin menyambangi takut datang. Tapi kini animo mulai pulih. Bahkan asal negara peselancar yang datang kian bervariasi. Amerika Latin dan Eropa tercatat kian sering datang. Mereka biasanya tinggal dalam hitungan minggu hingga bulan, sebelum akhirnya berkelana mencari tantangan baru.

Bandara Bima, NTB
Lokasi Pantai Lakey sekitar dua jam perjalanan dari Bandar Udara Muhammad Salahuddin, Kabupaten Bima. Pantai Lakey cukup dikenal di kalangan penggila selancar. Meski ketinggian ombak tidak terlalu istimewa — sekitar enam hingga delapan meter — namun arah sapuannya memiliki tingkat kesulitan tersendiri. Peselancar dunia menyenangi ombak Lakey karena arah sapuan ombaknya ke kiri bukan ke kanan. 

Karena itulah, bagi mereka Lakey adalah salah satu surga dunia. Selain ombak dan angin, pemandangan pantainya masih asri dan mempesona. Pun sepanjang perjalanan dari bandara menuju Lakey. Saat kemarau, pohon-pohon kering meranggas membingkai sepanjang jalan. Berpadu indah dengan pantai-pantai berpasir putih. Sesekali, berubah menjadi tanah lapang tandus yang dipenuhi binatang ternak dan kuda. Pun bangunan khas yang berbentuk rumah panggung.

Hotel Aman Gati, tempatku menginap selama di Lakey
Me, in Lakey


Related Articles :
In The Middle of Honey Forest

Jumat, 28 Oktober 2011

In the Middle of Honey Forest

Two Colors River inside Sumbawa Forest
Siapa tidak kenal Madu Sumbawa? 
Ya, pulau terbesar di Provinsi NTB ini punya hutan-hutan perawan yang dihuni oleh kawanan lebah. Beberapa masyarakat bahkan menggantungkan mata pencarian nya sebagai pencari madu hutan yang kadang menghabiskan waktu berhari-hari di hutan berharap mendapat rejeki semanis madu yang akan dibawa pulang.

Ternyata di balik rimbunnya hutan Sumbawa terdapat potensi Emas di dalam nya. Salah satu pertambangan emas yang telah ada di Sumbawa saat ini adalah PT. Newmont Nusa Tenggara. Kali ini aku bergabung sebagai dokter bagi PT. Vale yang bermarkas di Brazil dalam melakukan drilling untuk melakukan penilaian kandungan emas yang terdapat di daerah Humpaleu yang tertutup hutan lebat. Sayang memang bahwa perusahaan asing yang mengelola dan mengambil sebagian sumber daya alam yang kita miliki. Tapi apa mau dikata? 

Hutan Humpaleu dapat diakses dengan berjalan kaki selama 8 jam dari Hu'u atau cukup 20 menit dengan menggunakan helikopter. Untungnya opsi kedua yang aku pakai. Medan yang berbukit-bukit membuat perjalanan darat menjadi luar biasa menantang dan itulah yang menyebabkan koloni lebah madu cukup terisolir dan terlindungi  dari eksploitasi besar-besaran.

Kamp yang sederhana di hutan, beserta kru yang hangat membuat pengalaman ku di tempat ini menjadi sangat berkesan. Latihan fisik tiap hari mengunjungi kamp-kamp pekerja yang tersebar juga kuanggap sebagai olahraga (kapan lagi bisa trekking sambil menikmati hutan alami plus memperbesar betis?).

Sungai-sungai kecil mengalir di dasar hutan dan dihuni udang sungai dan sejenis belut yang penduduk lokal namai dengan Moa. Malam hari adalah saat yang tepat untuk berburu dua sumber protein tersebut. cukup bermodal senter, karung dan mata yang jeli untuk melihat pendaran warna merah yang berasal dari pantulan mata udang yang terkena senter. Cukup dengan tangan kosong dan menu udang untuk sarapan esok pagi akan tersedia dalam jumlah cukup.

Puluhan jenis ngengat hutan pun berlomba pamer setiap hari nya, bergantian nemplok di tembok kamar mandi darurat yang diterangi lampu yang menjadi magnet bagi mereka. Jumlah spesiesnya banyak. namun sayang aku tidak memfoto nya. 

Oke, selamat menikmati foto-foto ku dan artikelku yang lainnya di blog ini. terimakasih sudah mampir.
Sarang lebah

ekstrim kuliner : lebah madu sangrai

My Crew on Vale Explorasi

Camp Humpaleu Timur

On Duty : First Aid Trainning for all crew

Humpaleu Forest, Sumbawa Island

Buah liar

My Hikking Track Through Humpaleu Forest

Ini kecil, kalau malam udang nya bisa dapat besar-besar

PraMuKa

Orange Stream in the Sumbawa Jungle

Pure Forest

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...