Kamis, 01 Agustus 2013

Menjelajah Indahnya Maumere, Flores



Maumere adalah nama sebuah kota di Pulau Flores, dan merupakan ibukota Kabupaten Sikka, NTT. Kota ini dapat diraih dengan penerbangan dari Denpasar selama 2 jam atau  dari Kupang selama 1 jam. Tiba di Bandara Frans Seda aku cukup terkejut karena kota Maumere ternyata cukup besar dan bisa disejajarkan dengan ibukota kabupaten yang cukup maju di pulau Jawa.

Maumere berasal dari Bahasa Ende, dengan asal kata Ma’u yang berarti pelabuhan dan Mere yang berarti besar. yang berawal dari perintah raja Sikka untuk mendirikan sebuah perkampungan dan benteng di pantai yang berada di teluk yang mencekung indah dengan hamparan gugusan pulau yang membentang indah di depannya. 

Kali ini pemandangan bukit gersang ala NTT benar-benar dapat saya lihat di kota ini. Kontras, indah dan artistik. Mengapa aku berkata begitu? karena di Pulau Timor di daerah sekitar kota So'e (yang juga masih NTT), aku malah menyaksikan NTT yang sejuk, dingin, berkabut dangan hutan lumutnya yang mempesona di daerah Fatu'ulan.

Aku menginap di daerah Tanjung di kota Maumere. terletak sedikit di luar kota, namun aku bisa memilih penginapan dengan pemandangan laut dari terasku. Dari kota ke arah tanjung kita akan menyaksikan perpaduan kontras antara sawah yang menghijau dan bukit gundul yang menjulang dipenuhi semak mengering berwarna kekuningan. Indah sekali, seperti lukisan. NTT adalah salah satu Provinsi favoritku di Indonesia.

Di kota Maumere sendiri kita dapat mengunjungi beberapa objek wisata menarik
  1. Bukit Nilo, merupakan nama sebuah bukit tempat patung Bunda Maria berukuran besar terletak. Tinggi total patung tersebut adalah 46 meter dan manghadap ke arah kota Maumere. Dari bukit ini kita dapat melihat kota Maumere terbentang di tepi laut Flores dan merupakan spot terbaik di Maumera untuk menyaksikan matahari terbit.
  2. Taman Laut Teluk Maumere, inilah salah satu alasan para wisatawan asing untuk singgah di Maumere. Maumere beken dengan taman lautnya yang indah. Di daerah Waiara yang terletak 11 km ke arah timur Maumere terdapat beberapa resort dan hotel yang menyediakan perlengkapan untuk snorkeling dan diving. Pantai Waiara merupakan salah satu spot untuk menyaksikan matahari terbenam di Maumere.
  3. Bukit Salib di Tanjung Kajuwulu, susurilah jalanan di pantai utara Maumere ke arah barat. Pemandangan bukit-bukit mengering akan menghias sisi jalan dengan artistik. Jalan di daerah ini memang tidak selalu mulus dan kadang menanjak. kurang lebih 10 kilometer dari kota Maumere kita akan melihat sebuah salib putih bertengger di puncak bukit menghadap laut, itulah Tanjung Kajuwulu. tanjung ini memiliki tepi yang terjal dengan hamparan pantai pasir putih di dasarnya. Naiklah ke Bukit Salib dengan meniti 300 anak tangganya dan anda akan disuguhi pemandangan laut hijau biru terhampar kontras dengan padang gersang.
  4. Gereja Tua Sikka, sebenarnya sudah cukup jauh dari Maumere. Sikka terletak di pesisir selatan Flores, sedang Maumere di pesisir utara. Ada sebuah gereja tua peninggalan Portugis di desa ini yang dibangun pada tahun 1899. Selain gereja tua, Sikka terkenal sebagai daerah pengerajin tenun ikat khas NTT
  5. Paga, terletak cukup jauh dari Maumere, namun anda akan melewatinya bila anda hendak mengunjungi Ende/Kelimutu dari Maumere lewat pesisir selatan. Di Paga terdapat patung Yesus di sebuah bukit dan lagi-lagi kita akan dibuat takjub bila kita memandang pantai Paga dari bukit tersebut.
Letak Maumere, Sikka dan Paga di Pulau Flores
Letak Maumere, Sikka dan Paga di Pulau Flores
Pantung Maria Bunda Segala Bangsa di Bukit Nilo
Jalanan indah menuju Pantai Tanjung Kajuwulu (biasa dikenal dengan "Tanjung" saja)
Pantai Paga dilihat dari Bukit Patung Yesus
    Gereja Tua Sikka
    Padang rumput di Maumere
    Piece of Africa in Maumere
Related Articles :

Jumat, 26 Juli 2013

Katedral Jakarta [Photo Gallery]

Jakarta Cathedral

Katedral Jakarta adalah bangunan favoritku di kota Jakarta. Bangunannya yang berarsitektur Neo-Gothik yang unik dan tetap terawat membuat aku kerap kali menjadikannya sebagai objek foto pada beberapa kali kesempatanku mengunjunginya. 

Aku sendiri beragama Kristen Protestan, namun calon pasanganku beragama Katolik. Kadang aku mengunjungi gereja ini apabila pasanganku ingin bergereja di gereja Katolik. Bahkan untuk misa malam natal 2012 kurayakan di gereja ini walau sangat ramai. Mengingat gereja ini merupakan pusat dari Keuskupan Agung Jakarta dan nampaknya adalah Gereja Katolik utama di Indonesia.

Kali ini aku inging menampilkan koleksi fotoku seputar Katedral Jakarta.
Baca pula postinganku sebelumnya tentang Katedral Jakarta, sejarah pendiriannya dan beberapa foto lainnya.

катедрала Џакарта
Katedral Jakarta saat perayaan Natal 2012
katedraali Jakarta
Pintu masuk utama Katedral Jakarta

catedral de Yakarta
Menara Katedral Jakarta
katedra Dżakarta
Menghadiri pemberkatan nikah di Katedral Jakarta
catedral de Jacarta
Interior Katedral Jakarta
วิหารจาการ์ตา
Altar Katedral Jakarta
nhà thờ jakarta

雅加达大教堂

大聖堂のジャカルタ

Cathédrale de Jakarta
Pintu Masuk Utama Katedral Jakarta dilihat dari dalam
cattedrale di Giacarta

Собор Джакарте
Pipe Orgel Katedral Jakarta yang dibuat di Belgia pada tahun 1988
Kathedrale Jakarta
Main Hall
katedrála Jakarta
Altar Bunda Maria di Katedral Jakarta
성당 자카르타

كاتدرائية جاكرتا
Gua Maria di Katedral Jakarta
קתדרלת ג'קרטה
Gereja Katedral Jakarta
Catedrala din Jakarta


Related Articles :

Kamis, 25 Juli 2013

Maria Bunda Segala Bangsa, Nilo - Maumere


Maumere adalah nama sebuah kota di Pulau Flores, dan merupakan ibukota Kabupaten Sikka, NTT. Kota ini dapat diraih dengan penerbangan dari Denpasar selama 2 jam atau  dari Kupang selama 1 jam. Tiba di Bandara Frans Seda aku cukup terkejut karena kota Maumere ternyata cukup besar dan bisa disejajarkan dengan ibukota kabupaten yang cukup maju di pulau Jawa.

Salah satu objek wisata utama di Maumere adalah Patung Maria Bunda Segala Bangsa yang terletak di bukit Nilo. Mengapa begitu istimewa? Karena Patung Bunda Maria ini berukuran besar, setinggi 28 meter dan berdiri di atas fondasi setinggi 18 meter. Patung dengan berat 6 ton ini berdiri kokoh di atas bukit dan menghadap kota Maumere dan Laut Flores.

Nilo berjarak 16 kilometer dari Maumere. Terletak di Desa Wuliwutik, Kecamatan Nita. Untuk meraihnya biasanya digunakan sepeda motor (yang bisa disewa di Maumere) atau mobil, tak ada angkutan umum menuju ke objek wisata ini. Alternatif lain adalah menggunakan angkutan umum ke arah Ende lalu berhenti di persimpangan tiga menuju Nilo dan naik ojek yang kadang stand by disitu. Masih cukup dalam jalan yang harus ditempuh dari simpang tiga tersebut dan aku sendiri kurang tau berapa tarifnya jika kita menggunakan ojek. 

Walaupun hanya 16 kilometer, namun medan yang berbukit dan jalan yang tak mulus membuat perjalanan untuk sampai di Bukit Nilo bisa memakan waktu 1 jam lebih. Jika kita berkendara dari Maumere, maka akan ada satu persimpangan tiga di kanan jalan untuk menuju bukit Nilo. Saat perjalanan kita akan disuguhi pemandangan perbukitan dan area perkebunan milik warga lokal. jalan cukup aman untuk dilalui walau kita harus berhati-hati karena sebagian tepi jalan berupa tebing yang cukup terjal.

Jika telah tiba di puncak bukit maka kita akan disambut sebuah gerbang dengan toko souvenir rohani di dalamnya. Anda bisa membeli lilin untuk berdoa di toko ini. tepat di hadapan patung berjajar kursi-kursi kayu untuk beribadah. Taman dan area ini tampak dirawat dengan baik. 

Angin yang berhembus semilir, suasana yang tenang dan khusuk menjadikan Bukit Nilo pas sebagai tempat ibadah dan berdoa. Oiya perlu diketahui bahwa penduduk Maumere mayoritas beragama Katolik. Sehingga terdapat banyak tempat ibadah dan bangunan historis berlatar belakang agama Katolik. Beberapa yang cukup terkenal adalah Gereja Tua di Sikka dan Seminari Tua St. Petrus  Ritapiret yang menjadi tempat Paus Yohanes Paulus II bermalam saat mengunjungi Maumere.

Selain berdoa dan ziarah, banyak juga wisatawan yang datang ke tempat ini untuk melihat kota Maumere yang terhampar di tepi Laut Flores. Bukit ini juga merupakan salah satu tempat terbaik di Maumere untuk menyaksikan matahari terbit. Di tempat lainnya terdapat bukit Golgota namun aku tiba terlalu sore dan memutuskan untuk kembali menyusuri jalan perbukitan sebelum langit menjadi gelap.



(In action) Foto-foto di bukit Nilo
Pemandangan kota Maumere dan Laut Flores dari Bukit Nilo
Patung Maria Bunda Segala Bangsa dilihat dari belakang (dari pintu masuk taman)
Patung Maria Bunda Segala Bangsa, Nilo - Maumere
Related Articles :
Lembah Karmel Lembang
All About Flores : Kampung Bena, Pulau Kanawa, Aerial Pulau Komodo
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...